Welcome...selamat datang...

Padi organik petani hasil pendampingan kami

Padi Rojolele organik

Lokomotif tua di kota kecil Cepu, Blora

Lokomotif tua yang sekarang kadang-kadang digunakan untuk kereta wisata di lingkunagn perhutani Cepu-Blora.

SATE BUNTEL KHAS SOLO

Lezat dan bikin kita ketagihan.

Jajanan khas Jawa

Jajanan khas Jawa ini sekarang sering disajikan dalam acara formal maupun informal. Lengkap, rasanya bervariasi dan sehat.

Para peserta LDK di Tawangmangu

Latihan Dasar Kepemimpinan diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa Surakarta di Tawangmangu pada tahun 2011.

Di Tanah Lot Bali

Refreshing di Bali pada tahun 2010, bersama teman-teman dosen.

Jumat, 23 Agustus 2019

Tidak Kita Temukan "Terdampak"




"Bangunan Cagar Budaya yang Terdampak Gempa dan Tsunami", itulah judul berita yang terpampang di sebuah majalah berita nasional. Terpampang juga spanduk atau selebaran dimana-mana dengan tulisan "Bantu Ratusan Ribu Saudara Terdampak Gempa dan Tsunami". 

Di sini kita tidak akan membahas isi berita atau bencana melainkan penggunaan kata 'terdampak'. Kata ini akhir-akhir ini sering kita baca atau dengar terutama apabila menyangkut pemberitaan tentang bencana.

Karena kata tersebut terbaca atau terdengar tidak lazim maka saya sempatkan untuk mencari artinya di kamus besar bahasa Indonesia baik cetak maupun online, dan ternyata saya tidak menemukan arti atau definisinya. Selanjutnya yang saya temukan adalah kata 'dampak', yang merupakan kata benda atau nomina yang artinya:  1 benturan; 2 pengaruh kuat yang mendatangkan akibat (baik negatif maupun positif); 3 Fis benturan yang cukup hebat antara dua benda sehingga menyebabkan perubahan yang berarti dalam momentum (pusa) sistem yang mengalami benturan itu.

Tentu saja kita tidak akan menemukan arti kata 'terdampak' karena pembentukan kata dengan prefiks (awalan) 'ter' pada kata ini, keliru. Seperti pada kasus pembentukan kata 'terkini' yang juga keliru penggunaan prefiks 'ter' nya.

Prefiks ter hanya digunakan untuk pembentuk kata kerja pasif, misalnya: terpukul, terkendali, terkena, tercium, dan sebagainya atau untuk menyatakan paling pada adjektiva (kata sifat), misalnya: terbaru, termiskin, terpanjang, terkecil dan sebagainya.

Prefiks  'ter' tidak boleh ditambahkan pada nomina, seperti pada kasus pembentukan kata 'terdampak'.  Oleh sebab itu kita tidak akan pernah menemukan kata terbuku, terpuisi, terberita, terdurian, terjengkol atau prefiks 'ter' pada nomina yang lain. Namun kita pernah menemukan penggunaan kata 'terdampak', dan itu merupakan pembentukan kata yang keliru. Pembentukan serta penggunaannya yang benar seharusnya bukan 'terdampak' melainkan 'terkena dampak'. 

Selanjutnya sebagai bentuk kecintaan terhadap bahasa kita sendiri dan juga untuk menunjukkan tingkat kecerdasan kita dalam berbahasa Indonesia, mari kita hindari penggunaan kata 'terdampak'. Semoga ulasan sederhana ini bermanfaat bagi kita.

***
Solo, Sabtu, 8 Desember 2018
'salam cerdas penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
ilustr: kabargayo



Membuat Aku Tersenyum













cahaya matahari pagi
hembusan sepoi angin
belaian dini kesejukan
membuat aku tersenyum

kicauan burung-burung
bercanda ria di dahan
basah bening embun
membuat aku tersenyum

secangkir teh hangat
roti bakar lembut
aroma manisnya
membuat aku tersenyum

mendengarkan musik
lagu merdu syahdu
melodi yang tenang
membuat aku tersenyum

hal-hal kecil sederhana
suasana pagi yang indah
perasaan yang damai
membuat aku tersenyum

mengawali langkah hari
sepenuh gairah diri
memaknai hidup
membuat aku tersenyum


***
Solo, Sabtu, 8 Desember 2018. 5:58 am
'salam damai penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
ilustr: Saatchi Art

Aku Akan Mencintaimu Selamanya



















aku punya perasaan
yang aku tidak bisa mengerti
dalam pikiran terdalamku
kamu lebih dari sekadar teman

aku tidak ingin
kita terburu-buru sekarang
seperti cinta yang kita jelajahi
namun ada cinta yang tumbuh di dalam
yang tidak bisa kita abaikan begitu saja

aku bahagia saat habiskan waktu berdua
kita merasa nyaman dan bebas
aku memikirkan kamu
dan kamu memikirkan aku

kita telah berbagi rahasia kita
masih ada lagi rahasia hidup
yang kita berdua akan menemukan
aku selalu mencintaimu

aku akan mencintaimu ketika kamu bodoh
aku akan mencintaimu ketika kamu pintar
aku akan tetap mencintaimu
sungguh sejak awal

aku akan mencintaimu jika kamu tinggi
aku akan mencintaimu jika kamu pendek
aku akan mencintaimu jika kamu cantik
atau hanya terlihat dungu jelek

aku akan mencintaimu jika kamu ompong
aku akan mencintaimu jika kamu buta
apapun yang terjadi denganmu
kamu tetap yang terbaik bagiku

hatiku terbuka sekarang
tidak seperti dahulu lagi
aku melihat rasa sakit di hatimu
dan terkadang aku merasakannya juga

aku akan mencintaimu besok
aku akan mencintaimu hari ini
aku akan mencintaimu selamanya
dan selamanya selalu


***
Solo, Jumat, 7 Desember 2018. 9:57 pm
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
ilustr: sweetcouch

The Morning Star











riding we drive a star
as far as we can shine
let's be even brighter
and let the whole world
to see us real

you and I are the morning star
together we are like gold
let's decorate the sky full moon
we shield the universe sky freely

the world looks up
to see our cheerful luster
the magic of perfect love
that we carry
let's show what we can do
all the star songs we sing


***
Solo, 7th December 2018. 6:46 pm
'with love and peace'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
ilustr: Joan Miro

Cinta Sejati



















ketika aku mengatakan aku mencintaimu
percayalah bahwa itu sungguh

ketika aku mengatakan untuk selamanya
ketahuilah bahwa aku tak akan meninggalkanmu

ketika aku mengucapkan selamat tinggal
berjanjilah padaku engkau tak akan menangis

karena hari aku akan mengatakan itu
akan menjadi hari ketika aku mati


***
Solo, Jumat, 7 Desember 2018. 16:13
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
ilustr: Chanakya Taranga Galappatty

Pelajaran dari Alam



















aku menyaksikan
ombak menerjang pantai
semua kemarahan
mereka bagikan di lautan

aku melihat langit begitu biru,
matahari bersinar sangat terang
menyebarkan panas dan kebahagiaan
dengan cahaya menyilaukan

helai-helai rumput panjang bergoyang
ditiup angin kemarau sepoi-sepoi
menari dengan irama gemulai
terlihat begitu indah

lihatlah rindang pohon-pohon
mendengar nyanyian aneka burung
dengan senang hati berkicau merdu
dengan tenang tanpa kata-kata

duduk di sini sambil memeluk lututku
menonton dan mendengar
alam yang terbaik
aku merenungkan bagaimana alam
bisa mendapatkannya dengan benar
ketika kita membiarkannya
pelajaran alam jadi tidak terlihat

kita menahan kemarahan kita
biarkan kebahagiaan kita lepas
membuat hidup kita
berjuang setiap hari
kita seringkali melupakan
hal-hal kecil yang sangat berarti
seperti tawa, kebebasan,
dan sentuhan cinta seseorang

kalau saja aku mampu
membuat orang berhenti
dan selanjutnya menonton
dan mendengar indah alam
kita semua bisa duduk dengan bahagia
dan dunia kita tidak akan begitu rapuh

di setiap eksistensi lain dalam harmoni
kita semua mampu bertahan hidup
aku yakin seperti matahari
angin, pohon, dan berbagai satwa
kehidupan kita bisa hidup kembali

kalau saja kita membiarkan alam
mengambil jalannya sendiri
dan masing-masing kita
siang dan malam
ketika aku duduk dan merenungkan
bagaimana alam mendapatkannya
dan kita memembiarkannya
maka kita akan kehilangan
pelajaran dari alam yang luar biasa


***
Solo, Jumat, 7 Desember 2018. 12:49 pm
'salam damai penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
ilustr: Clair Bremner





Sesaat Pagi



















manakala aku bangun setiap pagi
aku senantiasa memperhatikan kamu
dan aku menciummu dengan lembut
melihat bibirmu berubah tersenyum

lalu kamu bertanya aku jam berapa
dan aku berbisik nan lirih di telingamu
bahwa jam sesungguhnya tak penting
saat kamu berbaring hangat dan dekat

senyummu mengembang lebih lebar
namun kamu memalingkan wajahmu
sembunyikan kepalamu di bawah bantal
mencoba untuk menggoda perhatianku

rambutmu menggeliat di sekelilingmu
mengalir indah seperti air ke pinggulmu
lehermu segera telanjang di hadapanku
terasakan olehmu kecup hangat bibirku

lalu aku menyentuhmu dengan mesra
jemaariku membelai manja tubuhmu
dan kamu segera berbalik dan bangun
binar bening matamu menatap mataku

kemudian pada saat terindah itu juga
gemulaimu berusaha menarik hasratku
lalu aku merengkuhmu dalam cumbuan

selanjutnya saat aku bangun setiap pagi
aku senantiasa tersesat di nikmat surga


***
Solo, Jumat, 7 Desember 2018. 8:18
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
ilustr: Helenka