Welcome...Selamat Datang...

Padi organik petani hasil pendampingan kami

Padi Rojolele organik

Lokomotif tua di kota kecil Cepu, Blora

Lokomotif tua yang sekarang kadang-kadang digunakan untuk kereta wisata di lingkunagn perhutani Cepu-Blora.

SATE BUNTEL KHAS SOLO

Lezat dan bikin kita ketagihan.

Jajanan khas Jawa

Jajanan khas Jawa ini sekarang sering disajikan dalam acara formal maupun informal. Lengkap, rasanya bervariasi dan sehat.

Para peserta LDK di Tawangmangu

Latihan Dasar Kepemimpinan diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa Surakarta di Tawangmangu pada tahun 2011.

Di Tanah Lot Bali

Refreshing di Bali pada tahun 2010, bersama teman-teman dosen.

Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juli 2022

Maverick Vinales Akan Melakukan Debut Balapan MotoGP Aprilia di Aragon


'Reaksi langsung positif' pada tes debut untuk Aprilia berarti mantan bintang Pabrik Yamaha Maverick Vinales akan membalap RS-GP dari putaran MotoGP Aragon akhir pekan depan.

Aprilia telah secara resmi mengkonfirmasi bahwa Maverick Vinales, yang saat ini menyelesaikan tes debutnya untuk pabrik di Misano, akan membalap RS-GP untuk pertama kalinya di putaran Aragon mendatang.

Vinales, yang berpisah lebih awal dari Yamaha setelah diskors di Austria dan dipastikan di Aprilia untuk 2022, dikatakan 'sangat terkesan dengan kontak pertama dengan tim Italia', membuka jalan untuk bergabung dengan Aleix Espargaro di Aragon pada 10-12 September.

Berita itu merupakan dorongan lain untuk Aprilia, menyusul berita hangat dari Espargaro yang menyerahkan podium MotoGP pertama kalinya kepada pabrikan di Silverstone pada hari Minggu.

Vinales, pemenang balapan MotoGP sembilan kali untuk Suzuki dan Yamaha, menggantikan rookie Lorenzo Savadori, yang sekarang akan beralih ke penampilan wild-card dan tugas uji coba.

"Keputusan untuk menempatkan Maverick di trek dari Aragón adalah hasil langsung dari tes yang dilakukan di Misano," kata direktur teknis Aprilia Roman Albesiano.

“Itu bukan mengingat bahwa, setelah menghabiskan karier hingga sekarang mengendarai motor dengan mesin in-line, Maverick akan langsung memiliki perasaan yang baik dengan V4 kami. Inilah mengapa tes di trek ini, secara historis tidak mudah untuk motor kami, adalah momen penilaian yang penting.

“Oleh karena itu, kami puas dengan reaksi positif langsung Maverick, yang menunjukkan perasaan baik  dengan RS-GP maupun dengan tim dan metode kerja kami. Bakatnya dan Aleix, dikombinasikan dengan pengalaman yang diperoleh Lorenzo musim ini, membuat kami optimis tentang masa depan proyek MotoGP kami."

Vinales melaporkan waktu putaran terbaik 1m 33.0s pada hari Selasa, yang berada di bawah putaran balapan terbaik 2020 Espargaro dan setengah detik dari yang terbaiknya sendiri, menuju kemenangan dengan Yamaha M1.

"Kami sangat bangga dapat mengumumkan rencana kami untuk musim saat ini dan untuk 2022 dengan tujuan mengoptimalkan kontribusi tiga pebalap kami secara maksimal," kata Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing.

“Bersama pebalap kami yang telah dikonfirmasi, Aleix, dengan senang hati kami menyambut pebalap berbakat seperti Maverick ke tim Aprilia Racing, yang menunjukkan perasaan luar biasa dengan tim dan motor secara langsung dan yang saya yakin akan dapat memberikan yang terbaik di awal GP Aragon. Pada saat yang sama, kami juga mengkonfirmasi peran Lorenzo sebagai test rider 2022.

"Ini adalah posisi fundamental yang menghargai upaya besar yang telah dia tunjukkan dalam mengembangkan RS-GP baru, di mana dia akan menyelesaikan musim 2021 dengan memanfaatkan wild card yang akan kami putuskan bersama segera setelah dia kembali 100% kebugaran."

Aragon sering menjadi tempat berburu yang menyenangkan bagi Aprilia di masa lalu berkat Espargaro, yang menyamai posisi finis keenam terbaik motor pada 2017 dan 2018, diikuti oleh kelima di grid dan tempat ketujuh pada 2019. Namun peristiwa musim lalu (tertunda hingga pertengahan Oktober oleh pandemi) kurang berhasil, dengan best of 13th.

Vinales adalah pemenang di Aragon di Moto2 tetapi gagal naik podium di MotoGP, mengklaim finis keempat pada 2016, 2017, 2019 dan 2020.

Sementara Aprilia sekarang telah menyelesaikan perombakan pebalapnya, Yamaha akan menunggu hingga putaran Misano berikutnya sebelum membawa Franco Morbidelli (yang mengendarai R1 pada tes untuk mengevaluasi penyembuhan lututnya) dari Petronas untuk mengambil alih mantan pembalap Vinales bersama pemimpin  kejuaraan dunia Fabio Quartararo, dengan Andrea Dovizioso kemudian secara bergantian mengisi kursi Morbidelli di SRT.

Akibatnya, pebalap penguji Yamaha Cal Crutchlow berharap untuk tetap bersama Quartararo di Aragon, dengan SRT belum mengonfirmasi apakah Jake Dixon pengganti Silverstone atau pebalap lain akan bergabung dengan Valentino Rossi.

(Sumber: Crash)

***
Solo, Rabu, 1 September 2021. 11:42 pm
'salam sehat penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
ilustr: Crash

Rabu, 06 Juli 2022

Pokoke Jokowi


Sudah lama saya tidak menulis tentang Jokowi. Saat sahabat saya ini menjadi walikota Solo, Gubernur DKI dan saat dua kali kampanye  'nyapres', saya sangat sering menulis tulisan pendek sederhana dan beberapa puisi tentang dia.

Saya bukan 'somebody special' apalagi busernya tetapi memang saya mengenalnya sebagai teman yang baik. Saya bukan orang yang dapat keistimewaan, hanya sebagai rakyat jelata yang secara ekonomi pas-pasan. Saya bukan ASN yang mendapat kenikmatan gaji yang relatif nyaman dan lebih baik. Saya hanya dosen swasta dengan pendidikan secukupnya saja.

Saya bukan aktifis partai, saya hanya mantan pendamping aktifis mahasiswa era reformasi di Solo dan penghubung dengan para aktivis di Jakarta dalam menggiring lengsernya Soeharto. Jujur saya merinding kalau mengingat keberhasilan gerakan mahasiswa 1998 itu. Tetapi jujur juga saya paling sakit hati dengan kelakuan Amien Rais yang mengotori peristiwa bersejarah tersebut. Sakit hati semakin berkembang menjadi kebencian dengan kelakuaannya yang bak Sengkuni hingga saat ini.

Sebagai warga negeri ini yang sudah tidak muda lagi, saya memang pernah mengalami era tujuh presiden negeri ini. Soekarno hanya saya alami saat masih balita, Soeharto 32 tahun dan saya merasakan tidak nyamannya politik negeri ini dengan segala kelicikan dia. Megawati dan Habibie saya tidak punya kesan istimewa. Gus Dur berkesan sebagai presiden yang sangat pluralis. SBY berkesan banget dengan prestasi korupsinya yang woow serta produktifitasnya sebagai pencipta lagu, meski saya belum pernah mendengar satu pun lagunya. Jokowi sudah pasti paling berkesan banget dengan segala prestasinya, kejujurannya, kepiawaian manuvernya yang ksatria dan tentu saja kerja kerasnya.

Mengapa saya harus mengatakan hal-hal tersebut di atas? Ini semua untuk melatar belakangi mengapa saya jadi pengin nulis tentang Jokowi lagi. Apa salah dia sehingga BEM UI, Ketua Umum PB HMI MPO dan demo mahasiswa (yang sudah berlangsung atau yang sedang direncanakan) selalu memfitnah dia? Mengapa para kadrun, Amien Rais, Rocky Gerung, Rizal Ramli, SBY, AHY, Ibas dan para politisi busuk lainnya, selalu setiap kali mengkritik ujungnya selalu menyalahkan Joko Widodo? Pokoke selalu ujungnya Jokowi yang dikambinghitamkan, padahal apa yang mereka nilai sebagai negatif terhadap kebijakan Jokowi tidak pernah terbukti. Ini semakin jelas bahwa mereka memang gerombolan pemfitnah.

Jika kita mencermati segala sepak terjang para politisi busuk tersebut selama pemerintahan Jokowi sesungguhnya hanya didasari iri hati yang berkembang menjadi kedengkian. Mereka yang merasa punya kemampuan dan visi politik hebat tetapi nyatanya tidak dikehendaki rakyat. Mereka hanya pintar bersilat lidah dan serakah. Sementara Jokowi dengan segala kepolosan, kesederhanaan serta kerja kerasnya terbukti dicintai rakyat. Karena dia memimpin dan mengabdi untuk rakyat dengan hati bukan dengan ambisi pribadi. Dan terbukti negeri ini semakin maju.

Apabila di era pandemi COVID-19 yang dialami secara global ini ada mereka yang terus memfitnah Jokowi, itu menunjukkan bahwa mereka memang cupet pikir dan tidak punya sense of crisis. Memangnya mudah mengelola pandemi yang menimpa negeri dengan jumlah penduduk terbesar ke empat di dunia. Sementara si Anis, kebanggaaan para kadrun, yang hanya mengelola penduduk Jakarta saja tidak becus.

Sudahlah, kalian para politisi busuk jangan hanya merecoki Jokowi yang sedang bekerja. Mending kalian belajar politik yang baik kalau ingin memimpin negeri ini. Tak perlu kalian paksa turun dari jabatan presiden, Jokowi pasti turun sendiri di 2024 nanti. Silahkan kalian menyiapkan diri untuk pilpres 2024 nanti meskipun saya sangat yakin bahwa kalian tidak kan mampu menarik simpati rakyat dengan rekam jejak kalian yang busuk.

Bagi para mahasiswa yang merencanakan demo menggulingkan Jokowi, kalian sebaiknya belajar untuk tidak memakai pempers dulu. Juga biasakan untuk tidak menggantungkan sapu tangan penghapus ingus. Kalian bisa belajar di perguruan tinggi juga masih banyak yang menggantungkan beasiswa dari pemerintah. Berkacalah dengan kemampuan analitis kalian yang masih cetek dan mau saja ditunggangi oleh para kadrun dan politisi busuk.

Bagi para penegak hukum (di era presiden Jokowi ini saya pendukung total TNI dan POLRI) jangan ragu untuk menindak para pemfitnah, perusuh serta para politisi busuk yang berniat makar. Ini urusan harga diri negara RI yang berdaulat, tak cukup diselesaikan dengan selembar kertas bermeterai 10 ribu rupiah.

Pokoke Jokowi, bagi saya dia tetap presiden negeri ini yang terbaik. Saya yakin bahwa dia akan menjadi benchmark untuk presiden mau pun kepala daerah negeri ini saat ini dan selanjutnya. Rakyat sudah tahu dan cerdas, bahwa pemimpin negeri ini minimal harus seperti Jokowi. Merdeka !!!

***
Solo, Sabtu, 24 Juli 2021. 7:36 pm
'salam kritis penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
illustr: Grid.ID

Sabtu, 25 September 2021

Met Ultah, Jokowi Kancaku ... Presidenku


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

di dalam dirimu, aku menemukan sahabat sempurna
seseorang yang aku tahu akan ada di sana sampai akhir
dan itu bukan hanya pikiran yang kuharap akan dipenuhi
tetapi pikiran itu akan tinggal selamanya

masih seperti angin semilir selalu menyejukkan
masih sebagai persahabatanmu, tak terkhianati
masih sebagai karakter dalam sebuah foto
masih sebagai tawa terengah-engahmu

di dalam dirimu, aku menemukan sahabat yang tulus
pemikiran yang senantiasa bisa aku pahami
seseorang yang kulihat sangat mirip denganku
relasi timbal balik terasa begitu membahagiakan

bahagia sebagai seorang anak yang mempertanyakan dunia
bahagia sebagai teriakan yang tidak pernah mengganggu
bahagia sebagai orang dewasa diberkati dengan mimpi
bahagia seperti air yang mengalir ke hilir

di dalam dirimu, aku telah menemukan kanca sejati
dengan siapa aku bisa menjadi nyata dan tidak berpura-pura
engkau selalu menjadi seseorang yang unik dari yang lain
engkau memegang sepotong aku yang tak bisa dimiliki orang lain

di dalam dirimu adalah alasan untuk hidup setiap saat
di dalam dirimu hidup yang kuinginkan selalu menjadi milikku
di dalam dirimu aku punya sahabat yang sangat istimewa
denganmu aku melihat diriku sampai akhir

* kanca (bhs jawa): sahabat, teman

***
Solo, Minggu, 21 Juni 2020. 2:44 pm
'selamat ulang tahun, bro!'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
ilustr: Belhanta Rancaka

Senin, 05 April 2021

Rocky Gerung yang 'Cerdik'

 

Semenjak acara Indonesian Lawyer Club (ILC ) menjadi acara yang sengaja dikhususkan untuk mengkritik pemerintahan negeri ini , sejak itulah kesempatan diberikan oleh Karni Ilyas kepada Rocky Gerung untuk memperoleh panggung. Karni Ilyas cukup cerdas untuk menggunakan acara tersebut untuk mengaduk-aduk emosi pemirsa TV yang gemar mengikuti pergulatan politik praktis negeri ini, secara khusus semenjak era kepemimpinan presiden Joko Widodo.

Pilihan Karni Ilyas untuk selalu melibatkan RG di acara ILC memang tepat. Tepat dalam pengertian untuk mengaduk emosi pemirsanya. Rocky Gerung memang cukup cerdik (kalau tidak mau dibilang licik) dalam menyampaikan statementnya yang memang terasa sangat vulgar dan tak beretika.  Mengapa vulgar dan tak beretika dinilai cerdik? Tentu saja cerdik di sini adalah untuk ukuran RG yang memang sengaja memposisikan sebagai nara sumber 'antagonis' yang dibutuhkan oleh ILC (Karni Ilyas dan TV One) untuk menjaga ratingnya agar tetap tinggi.

TV One memang beda, itulah yang juga dipakai acuan RG bahwa Rocky Gerung memang beda. Saya memang bukan dosen filsafat seperti RG tetapi saya juga tahu bahwa setiap individu manusia memang beda dengan segala keunikannya. Namun demikian apakah kemudian dibenarkan bahwa dengan segala keunikannya lalu setiap individu boleh melecehkan sesamanya manusia? 

Rocky Gerung banyak diketahui bahwa dia juga seorang dosen, dan mungkin oleh sebab itu pula dia dianggap punya kompetensi untuk menjadi nara sumber atau pendebat di acara ILC. Dan memang dia berhasil untuk menjadi daya tarik di acara tersebut. Karena kita tahu bahwa ungkapan "bad news are good news", hal-hal atau peristiwa yang buruk akan menjadi pemberitaan yang bagus dan menarik. Ada satu kecenderungan buruk manusia bahwa akan menyenangkan bila melihat orang lain mengalami ketidaknyamanan sehingga dirinya sendiri bisa menyombongkan diri.

Dalam konteks itulah RG saya nilai cerdik. Dia memposisikan diri sebagai seorang pembenci seperti sebagian besar penonton acara ILC yang berseberangan dengan kebijakan pemerintah saat ini. Para penonton ILC (dan juga TV lain yang mendatangkan RG) merasa mendapat dukungan untuk terus mengkritik pemerintah secara vulgar, agar tidak termasuk dalam kelompok orang-orang 'dungu' seperti yang dikatakan oleh RG.

Semenjak sepak terjangnya di acara-acara talk show politik, apakah RG masih layak menjadi dosen? Ini menjadi pertanyaan yang terus ada di pikiran saya.  Bolehkah seorang dosen melecehkan orang lain, meskipun dengan landasan keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan? Apalagi kalau landasannya ngawur dan mengada-ada? Asal beda dan lalu menilainya dengan 'dungu".

Menurut yang saya pahami, seorang guru atau dosen tidak boleh menilai (mengatakan) mahasiswanya bodoh apalagi dungu. Karena kita semua tahu bahwa setiap manusia tidak ada yang sempurna. Tidak akan ada dosen apabila tidak ada mahasiswa yang belum memahami (bukan bodoh atau dungu) tentang ilmu yang dia pelajari di bangku perkuliahannya. Apalagi di forum di luar batas wewenangnya sebagai dosen, layakkah RG menilai orang lain yang berbeda pendapat dengannya sebagai dungu? Orang kebanyakan pun tidak boleh melecehkan sesamanya apalagi seorang dosen yang mestinya memiliki tingkat intelektual dan kesantunan yang lebih tinggi.

Tampaknya sudah saatnya, penyelenggara talk show politik dan sejenisnya di TV atau media lain, untuk tidak melibatkan RG dan pembicara lain sejenisnya. Tidak selayaknya masyarakat kita dibodohi dengan pembicara talk show semacam RG. Demikian pula perguruan tinggi yang masih menggunakan RG sebagai staf pengajarnya, seharusnya mengkaji ulang keterlibatan RG di ruang perkuliahan.

Orang 'secerdik' RG tidak sepantasnya diberi panggung hanya semata demi menaikkan rating dan memperbanyak pemasang iklan. Masyarakat kita tidak semestinya dikorbankan dengan pembodohan secara keji oleh orang seperti RG. Memang 'bad news' biasanya menarik tetapi bukan lalu membiarkan diri kita menjadi 'bad people'.
 

***
Solo, Jumat, 6 Desember 2019. 9:03 pm
'salam kritis penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
ilustr: kumparan.com

Jumat, 12 Juli 2019

Temanku Pahlawanku



Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Kata pahlawan berasal dari bahasa Sansekerta phala-wan. Arti dari istilah Sansekerta tersebut adalah orang yang dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara dan agama.

Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 33 tahun 1964 tentang penetapan, penghargaan, dan pembinaan terhadap pahlawan Bab I Pasal 1, yang dimaksud dengan pahlawan dalam peraturan ini adalah sebagai berikut:
  • Warga Negara Republik Indonesia yang gugur atau tewas atau meninggal dunia akibat tindak kepahlawanannya yang cukup mempunyai mutu dan nilai jasa penjuangan dalam suatu tugas perjuangan untuk membela Negara dan bangsa.
  • Warga Negara Republik Indonesia yang masih diridai dalam keadaan hidup sesudah melakukan tindak kepahlawanannya yang cukup membuktikan jasa pengorbanan dalam suatu tugas perjuangan untuk membela Negara dan bangsa dan dalam riwayat hidup selanjutnya tidak ternoda oleh suatu tindak atau perbuatan yang menyebabkan menjadi cacat nilai perjuangan karenanya.
Mengapa 'Temanku Pahlawanku"? Ya, karena saya punya teman yang sangat istimewa yang memenuhi pengertian dan kriteria pahlawan seperti tersebut di atas. Siapakah dia? Yuuups, Joko Widodo yang sekarang beken dengan panggilan Jokowi, orang nomer satu negeri ini.

Joko, demikian panggilan akrab dia saat masih menjadi teman sekolah saya di SMA negeri 6 Solo, memang pribadi yang sederhana dan bahkan terkesan lugu saat masih remaja namun sekaligus sosok yang cerdas. Itu dibuktikan dengan prestasi nya yang selalu juara dalam bidang akademiknya.

Berdasarkan pengertian pahlawan di atas, Jokowi jelas dan pasti telah menunjukkan keberaniannya dalam berjuang demi negeri ini. Bukan berjuang dalam peperangan secara fisik namun berjuang dalam bentuk memperbaiki nasib rakyat dan memajukan bangsa.

Sejak terpilih sebagai walikota Solo selama satu setengah periode dia sudah menunjukkan kualitas kepemimpinannya. Oleh kebiasaannya yang tidak biasa dilakukan oleh para pemimpin lain, maka populerlah istilah 'blusukan'. Blusukan yang merupakan perilaku pemimpin yang mau turun ke bawah, bertemu dan berdialog langsung dengan rakyat, sekarang banyak dilakukan juga oleh para pemimpin lain. Dalam contoh ini saja Jokowi sudah layak disebut pahlawan karena menularkan perilaku baik kepada orang lain. Meskipun bagi para politisi yang berseberangan dengan dia selalu dianggap pencitraan.

Keberanian Jokowi membenahi tata administrasi pemerintahan dan tata kelola kota Solo kemudian berlanjut di DKI Jakarta selama  kurang dari setengah periode yang kemudian dilanjutkan oleh wakilnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang juga tak kalah gagah beraninya. Jakarta mengalami perubahan sangat signifikan, hanya sayang Ahok diganjal oleh para politisi busuk dalam pilkada periode berikutnya.

Jokowi yang dipilih secara langsung dan sah oleh rakyat akhirnya mengemban tugas sebagai Presiden RI. Jiwa kepemimpinannya yang tulus dan sederhana kian terasah dalam menangani permasalahan bangsa dan negara. Berbagi prestasi berhasil diraih. Pembangunan infrastruktur, menurunkan angka penganguran, pemberian jaminan sosial, dan pembagian sertifikat tanah hanyalah contoh sebagian kecil prestasinya, dan itu semua sudah berhasil dia laksanakan dalam kurun waktu kurang dari 4 tahun. Sungguh prestasi yang luar biasa. Tak bisa diremehkan juga beberapa penghargaan dunia yang dia terima.

Terlalu banyak kalau saya harus menyebutkan secara rinci semua prestasi Jokowi sejak sebagai walikota Solo atau bahkan saat sebagai Presiden selama ini saja. Seluruh rakyat negeri ini sudah melihat dan merasakan sendiri kemajuan dan peningkatan kesejahteraan selama pemerintahan Jokowi.

Sifat-sifat kepahlawanannya juga tercermin dari sikap konsisten dan kesabarannya. Pahlawan di medan perang memang berisiko dikalahkan atau dilecehkan oleh musuh negara, namun Jokowi sungguh ironis dia difitnah dan dilecehkan justru oleh saudara sebangsa dan setanah airnya sendiri. Para politisi busuk begitu kejam terus berusaha membunuh karakter Jokowi. Sebagai manusia biasa yang pasti memiliki emosi, jangan salahkan Jokowi kalau sampai terucap kata-kata pedas dengan menilai para politisi busuk sebagai politisi sontoloyo dan bahkan genderuwo.

Akhirnya dalam pengamatan dan pengalaman saya sebagai rakyat negeri ini, bukan sebatas sebagai teman Jokowi, saya merasa Jokowi sungguh pahlawan saya meskipun saya bukan ASN atau politisi yang mendapat manfaat dari kepemimpinan dia. Saya merasakan tatanan masyarakat dan negara yang kian baik serta rakyat yang kian dimanusiakan. Saya hanya rakyat jelata yang baru kali ini merasa bangga memiliki presiden seperti dia. Merdeka!

***
Solo, Sabtu 10 November 2018
'selamat hari pahlawan'
Suko Waspodo
ilustrasi: Hari Prast & Yoga Adhitrisna

Selasa, 31 Juli 2018

Trio Tengil
















whisky
engkau ada pertama di antara kami
mix golden retriever jantan sejati
meski kadang cemburuan hati
dan tatkala itu sedang terjadi
sedikit sulit engkau kami dekati
sesungguhnya aman terkendali

billy
engkau ada ke dua di antara kami
paduan pit bull dan kintamani
meski tak tampan tapi setia hati
pengawal andalan yang mumpuni
tak pernah sekali pun menyakiti
senantiasa tulus menyayangi

choky
engkau ada ke tiga di antara kami
pomeranian campuran ganteng sexy
perilakumu selalu lucu menarik hati
tak pernah lelah berlarian kian kemari
ada saja tingkahmu menggoda kami
membuat suasana tak pernah sepi

trio tengil
sebutan sayang tuk kalian nan usil
tetapi sungguh tak pernah jail
karena cinta kami bukan mustahil

***
Solo, Sabtu, 28 April 2018. 5:55 am
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
kompasiana
pepnews
ilustrasi: dokpri

Minggu, 29 Juli 2018

Mengenang dan Merefleksikan Kembali Kepribadian Kartini


Memperingati Kartini setiap tanggal 21 April, rasanya aneh kalau hanya diidentikkan dengan saatnya berpakaian adat daerah-daerah di Indonesia saja, karena tanggal 21 April memang bukan hari kontes pakaian daerah. Tanggal ini justru merupakan saatnya dimana kita merenungkan kembali kepribadian Kartini dan merefleksikannya kembali dalam kepribadian wanita Indonesia masa kini.

Dari surat-surat Kartini yang ditulisnya kepada seorang gadis di negeri Belanda, kita dapat memperoleh gambaran tentang kepribadian Kartini, terkait dengan adat istiadat Jawa khususnya yang berlaku bagi gadis-gadis yang  telah meningkat remaja. Sangat menyentuh dan senantiasa patut diteladani oleh siapa pun khususnya kaum wanita.

Dalam curhat di surat-suratnya kepada teman Belandanya itu kita bisa memperoleh gambaran bagaimana Kartini sebagai seorang gadis remaja dan kemudian menjadi wanita muda tidak dapat menerima begitu saja ketentuan adat Jawa yang berlaku  bagi gadis-gadis seumur dan segolongan dia. Yang paling menyedihkan bagi Kartini ialah larangan untuk meneruskan pendidikan formalnya karena hal ini sekaligus berarti bahwa dia tidak boleh  lagi meninggalkan halaman kabupaten yang dilingkungi oleh empat tembok yang kokoh dan tinggi.

Kartini tidak pasrah begitu saja pada nasibnya. Dia tidak dapat menyesuaikan diri dengan ketentuan-ketentuan adat yang dia rasakan sangat tidak adil memperlakukan gadis-gadis seumur dan segolongan dengan dia pada waktu itu. Dalam surat-suratnya kita bisa membaca bagaimana dia tak henti-hentinya mencoba mengubah ketentuan-ketentuan adat Jawa yang berlaku bagi gadis-gadis seperti dia.

Dia menyadari dengan sepenuhnya bahwa ketentuan adat istiadat yang  begitu ketat mengekang dirinya dan tidak akan mudah melepaskan ikatan-ikatan terhadapnya. Namun dia tidak putus asa dalam usahanya meyakinkan, terutama ayahnya ( yang selain orang yang sangat dia cintai juga sekaligus yang paling berhak menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dia lakukan sebagai gadis priyayi), agar dia diperbolehkan meneruskan dan mengikuti suatu pendidikan untuk memperoleh suatu ketrampilan. Ketrampilan ini dia perlukan agar dia secara efektif dapat menyumbangkan tenaga dan fikirannya untuk meningkatkan keadaan kaum wanita pada umumnya.

Namun sebelum keinginannya tercapai, Kartini akhirnya harus menyesuaikan diri dengan ketentuan keluarganya untuk kawin dengan pria pilihan mereka. Memang tidak jelas apa yang menjadi alasan Kartini untuk menerima keputusan keluarganya yang justru merupakan hal yang sangat dia tentang, ialah bahwa gadis seperti dia harus kawin dengan seorang yang bukan hanya bukan pilihannya sendiri tetapi juga belum pernah dia kenal sebelumnya.

Meskipun demikian apabila kita teliti ikatan dengan ayahnya, maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa sangat mungkin bahwa dia menerima keputusan tersebut karena dia tidak ingin menyakiti perasaan ayahnya. Di dalam surat-suratnya kita bisa membaca bagaimana dia berkali-kali mengemukakan bahwa dia hanya dapat melakukan apa yang menjadi keinginannya bila ayahnya memberi persetujuan atau memberi restunya.

Bila kita mencoba melukiskan ciri-ciri kepribadian Kartini (dalam hal ini hanya berdasarkan surat-suratnya) maka dia dapat digambarkan sebagai seorang gadis Jawa yang mempunyai kepribadian istimewa. Ciri-ciri kepribadian Kartini: cerdas, berbakat, bersikap kritis terhadap kepincangan-kepincangan yang ada dalam lingkungan sosialnya, berani menyimpang dari kebiasaan yang berlaku dan menunjukkan sikap yang independen, berperasaan halus serta tidak lekas menyerah dalam menghadapi berbagai rintangan.

Kasus Kartini melukiskan kepada kita bagaimana gadis Jawa ini, yang hidup di dalam zaman dimana tradisi Jawa dan orang-orang di dalam lingkungannya menuntut secara kuat daripadanya agar menyesuaikan diri pada tuntutan-tuntutan tersebut, telah menunjukkan sikap pantang mundur dalam mengejar cita-citanya. 

Dia telah berani memilih sikap untuk tidak begitu saja tunduk pada apa yang diharapkan dari dirinya sebagai seorang gadis Jawa yang terikat oleh tradisi. Selanjutnya yang bisa kita tarik dari kasus Kartini ini ialah bahwa dalam mengambil keputusan yang penting dia lebih mementingkan untuk tetap memelihara  hubungan harmonis dengan orang yang dia cintai, yakni ayahnya, daripada memaksakan terlaksanannya keinginan-keinginan sendiri saja.

Dalam kehidupan zaman sekarang kita juga bersama-sama mengalami bahwa berkat sifat-sifatnya, keyakinannya dan semangatnya, Kartini telah ditampilkan sebagai salah satu sosok wanita ideal, wanita yang pantas kita teladani dalam sifat dan perilakunya.  Selamat memperingati Kartini, mengenang kepribadiannya dan merefleksikannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Merdeka !!!

***
Solo, Sabtu, 21 April 2018
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
ilustrasi: dokpri

Sabtu, 28 Februari 2015

Puisi Cinta untuk Jokowi



















mas …
aku memilih kamu dalam pilpres lalu
bukan karena kita berteman sejak lama
bukan pula karena ingin kamu tunjuk sebagai menteri

mas …
aku memilih kamu karena kesederhanaanmu
ketulusanmu dalam melayani rakyat kecil
kejujuranmu dalam memimpin masyarakat

mas …
kamu kini telah menjadi presiden negeri ini
karena rakyat kecil menghendakimu memimpinnya
rakyat berharap berubah nasibnya dengan kepemimpinanmu

mas …
baru beberapa bulan kamu mulai menata bangsa ini
mengapa kamu membiarkan dirimu jadi bulan-bulanan
diperalat oleh para politisi busuk dan kapitalis licik

mas …
aku sebagai sahabat dan juga bagian dari rakyat kecil
ingin mengingatkan bahwa engkau adalah pemimpin rakyat
dipilih dan dimiliki sebagian besar rakyat
bukan hanya karena  peran partai pengusungmu

mas …
tetaplah berfikir jernih dalam mengambil keputusan
jangan bertindak gegabah yang menyengsarakan rakyat
tak perlu menghiraukan orang-orang sekelilingmu yang jahat

mas …
aku tulis puisi ini karena aku mencintaimu
rakyat  juga sangat menyayangimu
tetaplah jujur
tetaplah tulus
tetaplah sederhana
tetaplah mengutamakan rakyat kecil
niscaya rakyat mendukungmu
mewujudkan negeri ini menjadi hebat
dan makmur sejahtera bagi seluruh rakyat

***
Solo, Selasa, 10 Februari 2015. 6:34 pm
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
ilustr: heavy-stuff

Minggu, 21 Desember 2014

In Memoriam Sitor Situmorang


Sastrawan angkatan 1945 yang masih hidup dan disebut 'terakhir', Sitor Situmorang tutup usia di negeri kincir angin, Belanda. Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 91 tahun.

"Saya diberitahu menjelang dini hari tadi. Dia memang sudah tua, usianya sekitar 90 tahun dan dia satu-satunya yang paling terakhir yang hidup dari sastrawan 1945, yang masih bertahan dan masih menulis produktif," kata Budayawan JJ Rizal kepada pers, Minggu, 21 Desember 2014.

Sitor meninggal di Apeldoorn, Belanda. Keberadaannya di Belanda pun mengikuti isterinya yang memang seorang wanita asal negeri tulip tersebut.

"Istrinya memang orang Belanda tapi dia juga punya keluarga besar sebagai orang Batak. Marga dia termasuk 2 pokok aliran secara tradisi dalam silsilah Batak," ujar Rizal.

Rizal belum mengetahui apakah pihak keluarga akan membawa jenazah sang 'maestro kata' itu ke Tanah Air atau disemayamkan di Belanda. Namun Rizal menyinggung sebuah sajak karya Sitor yang terdengar seperti wasiat, 'Tatahan Pesan Bunda'.

"Kalau merunut dalam pesannya di dalam sajak, dia ingin dikremasi dan abunya dibawa, dikubur di samping kuburan ibunya di Danau Toba. Itu keinginan dia di dalam sajak itu, kalau itu memang wasiatnya," ucap Rizal.

Ini sajak Tatahan Pesan Bunda karya Sitor yang dimaksud Rizal:

Bila nanti ajalku tiba 
Kubur abuku di tanah Toba 
Di tanah danau perkasa 
Terbujur di samping Bunda 

Bila ajalku nanti tiba 
Bongkah batu alam letakkan 
Pengganti nisan di pusara 
Tanpa ukiran tanpa hiasan 

Kecuali pesan mahasuci 
Restu Ibunda ditatah di batu 
Si Anak Hilang telah kembali! 
Kujemput di pangkuanku!

Sitor Situmorang dilahirkan di Harianboho, Samosir 2 Oktober 1923. Setelah lulus MULO di Tarutung, melanjutkan studinya ke AMS di Jakarta, Tetapi tidak tamat. Awal revolusi bekerja sebagai wartawan di Medan, tahun 1948 berangkat ke Yogyakarta dan ketika Aksi Militer II ditawan di Wirogunan, Yogyakakarta, oleh Belanda. Pada tahun 1950 ke negeri Belanda atas undangan Sticusa (Stichting voor Culturele Samen-werking – Lembaga Kerjasama Kebudayaan), kemudian ke Paris dan bekerja di KBRI hingga 1953. Di sinilah pengaruh eksistensialisme dan simbolisme Perancis mulai meresap dan kemudian tampak dalam sajak-sajak maupun esai dan cerpen-cerpennya.

Pada tahun 1956-1957 studi film dan drama di Amerika Serikat berkat kedudukannya sebagai dosen ATNI. Karya-karyanya bertebaran di berbagai Koran dan majalah; di antaranya yang telah dibukukan antara lain: Jalan Mutiara, Surat Kertas Hijau, Dalam Sajak, Wajah Tak Bernama, Rapar Anak Jalang, Zaman Baru, Pangeran, Sastra Revolusioner, Dinding Waktu, Sitor Situmorang Seorang Sastrawan 45-Penyair Danau Toba, Danau Toba,  Peta Perjalanan, Pertempuran dan Salju di Paris, Angin Danau, Bunga di Atas Batu dan Rindu Kelana.

Karya-karya Sitor telah dibicarakan oleh beberapa kritikus seperti J.U. Nasution dengan Sitor Situmorang sebagai Penyair dan Pengarang Cerita Pendek, Subagio Sastrowardoyo dengan Sosok Pribadi dalam Sajak, dalam Sastra Baru Indonesia, Tergantung pada Kata dari Prof. Dr. A. Teeuw serta dalam Puisi Indonesia Kini: Sebuah Perkenalan, oleh Korrie Layun Rampan.

Sitor pernah bekerja di Jawatan Kebidayaan, memimpin koran Berita Indonesia dan Warta Dunia; anggota Dewan Nasional, Dewan Perancang Nasional dan MPRS sebagai wakil seniman dan pernah memegang pucuk pimpinan Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN) . Sejumlah karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa asing; di samping itu, Sitor giat menerjemahkan karya sastra asing ke dalam bahasa Indonesia.

Selamat jalan bung Sitor Situmorang, karyamu akan selalu abadi dikenang dan dikagumi.

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Minggu, 21 Desember 2014
Suko Waspodo
Ilustrasi: www.tempo.co

Jumat, 25 Juli 2014

Jokowi, Bung Karno dan Musik Rock

Kemenangan Jokowi sebagai presiden Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi kaum muda, lebih-lebih para penggemar musik rock di negeri ini. Masyarakat, khususnya kaum muda, mengetahui bahwa Jokowi merupakan seorang penggemar musik cadas yang akut. Media dan musisi metal dunia ikut memberikan selamat dan dukungannya terhadap Joko Widodo yang dinyatakan menang dalam hasil perhitungan suara pemilihan presiden (pilpres) 2014.

Dalam hal selera musik inilah yang membedakan Jokowi dengan Bung Karno. Sejarah kebudayaan negeri ini mencatat ketika jaman Orde Lama, tentu saja presidennya masih Bung Karno, waktu itu musik barat dilarang, karena dianggap musik Nekolim (Neo Kolonialisme dan Imperialisme). Apalagi musik rock! Bung Karno menamakannya musik ‘Ngak-ngik-ngok!’. Kalau ketahuan mendengarkannya, ancamannya penjara. Band Koes Bersaudara, yang selanjutnya bermetamorfosa menjadi Koes Plus, pernah masuk penjara selama beberapa bulan, karena memainkan musik yang tergolong 3N (ngak-ngik-ngok) itu. Padahal lirik lagu-lagu Koes Bersaudara hampir semuanya berbahasa Indonesia, hanya iramanya memang nge-rock seperti lagu-lagunya Bill Halley, dan beberapa lagunya Everly Brothers yang sedang ngetop saat itu.

Di jaman Orde Baru hingga saat ini musik di Indonesia berkembang bebas. Semua jenis musik, termasuk musik rock dengan leluasa berkembang dan boleh digemari oleh siapa pun. Jokowi akan menjadi presiden pertama di negeri ini yang sangat menggemari aliran musik cadas ini. Hal ini bisa kita lihat dari kegemarannya menonton pentas musik jenis ini. Saat menjadi walikota Solo pada tahun 2011dia menyempatkan diri menonton pentas musik rock di Alun-alun Solo. Waktu itu salah satu grup band rock yang tampil adalah Lamb of God. Jokowi menonton layaknya penonton biasa, berbaur dengan para rock mania.Tahun lalu saat Guns N Roses serta Metallica tampil di Jakarta, dia juga menyaksikan penampilan mereka yang juga merupakan band-band yang dia gemari. Bahkan ada peristiwa menarik, Jokowi mendapat hadiah sebuah gitar bass dari Robert Trujillo, bassist band Metallica.  Namun gitar bass tersebut kemudian oleh Jokowi diserahkan kepada KPK agar tidak dituduh menerima gratifikasi.

Mengenai ‘marhaenisme’, keberpihakan kepada rakyat kecil, Jokowi memang sama dengan Bung Karno namun dalam hal selera musik mereka berseberangan. Bung Karno sangat anti musik rock sedangkan Jokowi sangat mendukung dan bahkan menikmatinya.

Karena kegemarannya terhadap musik rock inilah yang antara lain membuat dia didukung oleh para musisi negeri ini dan secara lebih luas oleh kaum muda. Konser musik dua jari di Gelora Bung Karno Jakarta pada hari penutup masa kampanye pilpres yang lalu, yang dimeriahkan oleh grup band Slank dan para artis terkemuka Indonesia dihadiri oleh puluhan ribu orang.  Berdasarkan survei, konser inilah yang berhasil mendongkrak drastis elektabilitas Jokowi pada pilpres yang lalu.

Musik rock memang pada umumnya identik dengan kaum muda yang enerjik. Kecintaan Jokowi pada musik rock membuat dia dicintai oleh kaum muda yang pada ujungnya menjadi bagian yang penting dalam kemenangan Jokowi menjadi presiden Indonesia. Kedekatannya dengan kaum muda akan menjadi suatu hal yang dahsyat dalam arah negeri ini di masa depan. Kepemimpinan yang didukung oleh kaum muda akan menjadi landasan kuat dalam meraih Indonesia hebat.

Selamat berjuang presiden yang dicintai kaum muda. Tunjukkan kepada kaum muda negeri ini teladan kejujuran, kesederhanaan dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

Salam tiga jari. Metal!

***
Solo, Kamis, 24 Juli 2014
Suko Waspodo

Teman Sekolahku Menjadi Presiden



















Joko Widodo ...
teringat kembali kala itu
masa kita bersama menuntut ilmu
di SMA negeri enam Solo selalu bertemu

sahabatku …
engkau pribadi yang bersahaja
meski prestasi sekolahmu luar biasa
tidak ada kesan untuk menjadi jumawa

saudaraku …
perilakumu yang sangat santun
kadang membuat engkau terlihat culun
namun kuyakin suara hatimu yang menuntun

Jokowi muda …
pasti  di benakmu tak pernah terlintas
bercita-cita menjadi pemimpin yang teratas
di negara yang kala itu rakyatnya tak mampu bebas

Jokowi presidenku …
jaman memang terbukti pasti berubah
engkau sekarang menjadi pelaku nyata sejarah
di tanganmu negeri ini pasti akan menemukan arah

wahai pemimpin rakyat …
jangan engkau kecewakan dukungan kami
tetaplah berpihak kepada rakyat pemilik pertiwi
bersama menata negeri menjadi bangsa yang mandiri

***
Solo, Rabu, 23 Juli 2014
‘salam hangat penuh cinta’

Jumat, 18 Juli 2014

Selamat Berjuang, pak Jokowi

Pada saat penulisan artikel ini, penghitungan suara pemilih yang masuk untuk pilpres 9 Juli 2014 versi Quick Count sudah mencapai lebih dari 90%, suara pemilih ke Joko Widodo-Jusuf Kalla sebanyak 52,47% dan ke Prabowo-Hatta sebanyak 47,53%. Penghitungan suara versi Quick Count selama ini setiap kali pemilu tidak pernah jauh berbeda dengan versi penghitungan manual oleh KPU, maka tidak mengherankan kalau tadi Ketua Umum PDI-P Megawati sudah berani mendeklarasikan kemenangan dan yakin bahwa pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla akan memimpin Republik Indonesia selama tahun ke depan.

Memang pengumuman siapa yang akan unggul dalam pilpres kali ini masih harus menunggu hasil penghitungan versi KPU namun kita yakin bahwa dari hasil penghitungan Quick Count sudah bisa diprediksi bahwa Jokowi-JK akan memenangi pilpres kali ini. Untuk itu ada baiknya kita melihat kembali sekilas siapa sesungguhnya Jokowi, calon presiden kita yang fenomenal ini. Tentu saja versi dari yang penulis ketahui.

Penulis mulai mengenal Joko Widodo (Jokowi) ketika kami sama-sama belajar di SMA negeri 6 Solo pada tahun 1977-1980. Dia merupakan orang muda yang cerdas karena selalu unggul dalam belajarnya namun sekaligus pribadi yang sederhana dan rendah hati. Tapi disisi lain, seingat penulis, dia bukanlah tipe orang muda yang gemar berorganisasi dan berkegiatan kesiswaan pada waktu itu. Tapi ternyata di kemudian hari pengalaman dia seusai pendidikan di SMA menempa bakat kepemimpinannya.

Selanjutnya kami  tidak ada komunikasi lagi karena kesibukan kuliah kami masing-masing yang beda Perguruan Tinggi dan beda kota serta kesibukan kami dalam karir masing-masing. Penulis mengetahui lagi perjalanan hidup dia saat dia mencalonkan diri sebagai Walikota Solo. Ternyata selama ini dia sibuk di dunia bisnis setelah menyelesaikan studinya di Fakultas Kehutanan UGM. Cukup mengejutkan bagi penulis mengetahui dia mencalonkan diri sebagai Walikota dan ternyata berbekal pengalaman dia menata bisnisnya membuat dia mampu memenangkan dirinya sebagai Walikota Solo. Tentu juga berkat dukungan masa yang cukup besar dari PDI-P  Solo di bawah kepemimpinan Rudyatmo yang selanjutnya menjadi pasangan dia sebagai wakil walikota Solo.

Selama satu setengah periode dipimpin oleh duet Jokowi-Rudy, kota Solo berkembang menjadi kota budaya, pariwisata dan vokasi  yang paling diperhitungkan di Jawa Tengah dan bahkan di Indonesia.  Kemampuan manajemen dan naluri bisnis Jokowi serta dipadu dengan penggalangan rakyat kecil oleh Rudyatmo dengan PDI-P nya membuat duet kepemimpinan ini sukses menata kota Solo.

Kota yang sempat menjadi korban amuk masa dan penjarahan pada tahun 1998 serta kepemimpinan yang amburadul di era walikota Slamet Suryanto berubah menjadi kota yang semakin tertata Berseri Tanpa Korupsi di era duet Jokowi-Rudyatmo. Yang paling fenomenal tentu penataan para pedagang kaki lima yang nyaris tanpa konflik berkat pola kepemimpinan mereka yang berpihak ke rakyat kecil. Di sisi lain pembangunan pusat-pusat bisnis , pembangunan beberapa mall dan apartemen, juga berlangsung dengan lancar.

Keberpihakan kepada rakyat kecil ditunjukkan dengan pembangunan, penataan dan revitalisasi pasar tradisional yang masih terus berlangsung hingga saat ini. Sarana hiburan dan bisnis bagi rakyat kecil juga disediakan dengan penyelenggaraan Sunday Market di komplek Stadion Manahan serta Car Free Day di sepanjang jalan Slamet Riyadi Solo di setiap minggu pagi. Penyediaan sarana biaya pengobatan dan biaya operasional sekolah juga merupakan ujud kepedulian  kepada rakyat miskin.

Even-even kelas dunia rutin diselenggarakan di kota Solo, misalnya SIEM, SIPA, Solo Batik Carnival dan juga konferensi-konferensi tingkat dunia juga beberapa kali di selenggarakan di Solo. Inilah yang menyebabkan para investor tidak segan berinvestasi di kota Solo yang pada ujungnya menciptakan banyak lapangan kerja bagi penduduknya.

Kawasan-kawasan yang semula banyak dihuni  secara liar berhasil direlokasi dengan lancar nyaris tanpa konflik. Kawasan taman kota ditata kembali dengan rapi dan semakin menghijaukan kota yang ini semua merupakan cita-cita kota Solo yang ingin menjadi City of Garden.

Berbekal keberhasilan menata kota Solo, pada tahun 2012 Jokowi melesat mencalonkan diri sebagai Gubernur  DKI Jakarta dan berhasil memenangkannya dengan duet kali ini bersama Basuki (Ahok).  Kemenangan yang cukup fenomenal karena pasangan ini bukanlah penduduk Jakarta.

Mencermati proses keberhasilan  Jokowi-Ahok memenangkan diri sebagai Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta sungguh menarik. Kita semua tahu Jakarta merupakan barometer perpolitikan nasional dan bersemayamnya para politisi praktis maka sungguh tidak mudah bagi Jokowi untuk memenangkannya.  Berbagai isu SARA dihembuskan oleh pesaingnya tapi tak menyurutkan langkahnya menuju DKI satu.

Pola kepemimpinannya yang humanis dan pluralis membuat Jokowi dicintai oleh para pendukung dan pemilihnya.  Kemenangannya menunjukkan bahwa kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat niscaya juga dicintai oleh rakyat. Terlihat betapa antusiasnya para pendukungnya menyalurkan aspirasinya lewat dukungan yang luar biasa terhadap Jokowi. Hampir sepanjang tahun 2012 adalah tahunnya Jokowi.

Media masa cetak, elektronik, internet serta jejaring sosial hampir sepanjang tahun memberitakan Jokowi  dan hampir semuanya positif.  Pemberitaannya bahkan nyaris mengalahkan citra Presiden SBY. Citranya sebagai pemimpin yang dicintai rakyat kecil tak terbantahkan dengan bukti kemenangannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.  Terbukti juga bahwa sudah bukan jamannya lagi isu SARA digunakan sebagai kendaraan politik. Rakyat sudah semakin cerdas memilih pemimpinnya.  Pembuktian pula bahwa kemenangan dalam pemilihan kepala daerah tidak selalu berkat dukungan partai mayoritas. Kita banyak belajar berdemokrasi dalam setiap kemenangan Jokowi , baik sebagai Walikota Solo maupun  Gubernur DKI Jakarta.

Jokowi adalah figur pemimpin yang kita butuhkan saat ini. Berpihak kepada rakyat kecil yang lemah dan tersingkir namun sekaligus berorientasi  global dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, petahanan dan keamanan serta lingkungan hidup. Maka sungguh tepatlah kalau rakyat kemudian berharap banyak pada Jokowi untuk tidak hanya memimpin Jakarta tetapi memimpin Indonesia sebagai presiden.

Keinginan rakyat menemukan jalannya setelah Jokowi dicapreskan oleh PDI-P pada pilpres 2014 ini. Setelah melalui kampanye yang panjang  yang cukup melelahkan dan kadang tersakiti oleh fitnah maka pada hari ini, Rabu, 9 Juli 2014 Jokowi bersama pasangannya Jusuf Kalla memenangi pilpres dan harus siap mengemban tugas sebagai presiden dan wakil presiden RI untuk kurun waktu 5 tahun ke depan.

Pada Jokowi selama ini kita mendapati sosok pribadi yang sederhana, rendah hati, humanis dan sekaligus pluralis yang pada ujungnya dicintai oleh rakyat. Maka dengan terpilihnya Jokowi sebagai presiden RI ke-7 rakyat berharap banyak terhadap perbaikan nasibnya, terutama rakyat kecil yang selama ini terabaikan.

Selamat mengemban tugas baru sebagai presiden pilihan rakyat, pak Jokowi. Selamat berjuang untuk mewujudkan Indonesia hebat yang semakin menyejahterakan rakyat. Masa depan bangsa dan negara ini tergantung pada pola kepemimpinanmu. Kami akan mengawal kepemimpinanmu dan tetap senantiasa kritis terhadap kebijakan pemerintahanmu nanti karena kami  ingin bangsa dan negara ini menjadi kian berdaulat, adil dan makmur.

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Rabu, 9 Juli 2014
Suko Waspodo

Minggu, 22 Juni 2014

Jokowi yang Santun dan Cerdas

Opini ini masih tentang penampilan Joko Widodo dalam Debat Capres dan Cawapres yang diselenggarakan oleh KPU pada tanggal 9 Juni 2014 di Balai Sarbini Jakarta.  Jokowi tampil sangat santun dan tidak emosional dalam 6 segmen yang ada. Selain itu dia juga terkesan cerdas.

Jokowi dalam menanggapi pertanyaan maupun menyampaikan pernyataan tentang visi-misinya terlihat sangat santun. Tidak ada kesan sombong dalam menyampaikan pengalamannya sebagai pemimpin masyarakat. Tidak ada sedikitpun emosi yang muncul dalam menanggapi pertanyaan-pertanyaan dalam acara tersebut. Semuanya dia sampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh siapa saja.

Kecerdasan terlihat dalam semua hal yang dia sampaikan. Namun yang sunguh luar biasa cerdas tetapi tetap dalam kesantunan adalah saat di segmen penutup dia mengucapkan terima kasih atas dukungan isteri serta anak-anaknya. Selain itu dia juga berterimakasih kepada ibu Mufidah, isteri Jusuf Kalla. Mengapa hal ini menjadi terkesan luar biasa cerdas? Jokowi ingin menunjukkan bahwa keberhasilan dia dan Jusuf Kalla selama ini berkat dukungan keluarga juga, khususnya isteri. Di lain pihak Prabowo adalah seorang duda, cerai. Secara tidak langsung dan tetap dalam kesantunan Jokowi ingin menunjukkan bahwa bagaimana mungkin Prabowo mampu mengurus negara, sedangkan mengurus keluarga sendiri saja gagal.

Demikianlah tulisan sederhana ini hanya ingin sekedar sharing kecil tentang penampilan Jokowi. Sharing dari seorang yang awam dalam masalah politik. Selamat mempersiapkan diri dalam memilih pemimpin  baru bagi negara Indonesia tercinta. Merdeka!

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Selasa, 10 Juni 2014
Suko Waspodo

Prestasi Jokowi

Memilih seorang pemimpin memang bukan hal yang mudah. Kita memerlukan informasi yang lengkap tentang rekam jejak si calon pemimpin. Apalagi dalam tingkat pemimpin suatu negara setingkat presiden. Dalam kesempatan kali ini akan kita cermati rekam jejak yang positif, prestasi, dari capres kita Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan panggilan Jokowi.

Mengapa hanya rekam jejak prestasi Jokowi saja dan tidak sekalian Prabowo Subianto? Alasannya sederhana saja karena penulis tidak memiliki informasi yang layak dipercaya tentang keburukan Jokowi serta rekam jejak prestasi maupun keburukan Prabowo.

Inilah prestasi Joko Widodo:
  • Satya Bhakti Kadin JawaTengah, 2007.
  • Solo Pos Award Solo Pos, 2007 dan 2008.
  • IKAPI Award IKAPI, 2008.
  • Leadership Award Menteri Aparatur Negara & Leadership Park, 2008.
  • Perhumas Award Perhimpunan Hubungan Masyarakat, 2008.
  • Tokoh Pilihan Tempo 2008 Majalah Tempo, 2008.
  • Kepala Daerah Tingkat II Terbaik Pengembangan MICE Majalah Venue, 2009.
  • Pelopor Inovasi Pelayanan Prima Presiden RI, 2010.
  • Kepala Pemerintah Daerah Berjiwa Enterpreneur Berhasil Property and Bank, 2010.
  • Innovative Government Award Kementerian Dalam Negeri, 2010.
  • Bung Hatta Anti Corruption Award, 2010.
  • Marketer Award Markplus Inc. 2010.
  • Alumnus Berprestasi Kategori Penggerak Sosial UGM, 2010.
  • Visit Indonesia Mengembangkan Destinasi Wisata Kementerian Pariwisata, 2010.
  • IAI Award IAI Jawa Tengah, 2011.
  • Inovasi Manajemen Perkotaan Award kementerian Dalam Negeri, 2011.
  • UNS Award – Tanda Jasa Dharma Budaya Bhakti Praja Rektor UNS, 2011.
  • Real Estate Indonesia – Penataan Lingkunagn, Relokasi PKL dan Penataan Pasar Tradisional serta Peremajaan Kawasan Kumuh DPP REI, 2011.
  • Tokoh Perubahan 2010 Republika, 2011.
  • MIPI Award Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia 2011.
  • Satya Lencana Pembangunan Bidang Koperasi Presiden RI, 2011.
  • Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama Presiden RI, 2011.
  • GATRA Award Walikota Terbaik GATRA, 2011.
  • Charta Politika Award III Tokoh Kepala Daerah, 2012.
  • Soegeng Sarjadi Award on Good Governance untuk Kategori Tokoh Inspirasi Pemberdayaan Masyarakat, 2012.
  • Pembina Bank Daerah Terbaik, 2012.
  • Anugerah Integritas Nasional, 2013.
  • Jak Award, 2012.
  • Tokoh News Maker, 2012.
  • Best of The Best “The Right Man on The Right Place”, 2013.
  • Pembina BUMD Terbaik, 2013.
  • Tokoh yang Memiliki Sikap dan Kebijakan Politik yang Berpihak Pada Rakyat, 2013.
  • Anak Bangsa yang Layak Memimpin Bangsa, 2013.
  • RMOL Democracy Award, 2013.
  • Penghargaan Terbaik II “Rencana Kerja Pemerintah Daerah 2013 Tingkat Propinsi Kelompok A” DKI Jakarta, 2013.
  • Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, 2013.
  • Penghargaan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha Presiden RI, 2013.
  • Soegeng Sarjadi Award “Award on Good Government” Kategori Kepala Pemerintahan Terbaik Soegeng Sarjadi, 19 September 2013.
  • Prominent Figure with Positive Sentiment in Social Media, 2013.
  • Wreda Nugraha Utama, 2013.
  • Bung Hatta Anti Corruption Award, 2013.
  • Akuntabilitas Kinerja Pemprov DKI, 2013.
  • Jakarta Tahun 2013 dengan Predikat “CC” Menpan Azwar Abu Bakar, 2013.
  • Anugerah Parahita Eka Praya 2013 Provinsi DKI Jakarta, 2013.
  • Men Obsession Decade Award 2004-2014, Rising Leaders.
  • Pemerintah Daerah dengan Laporan Gratifikasi Terbanyak ke KPK.
  • Tokoh Masyarakat Peduli Sosial  Moetopo.
  • Peran dan Dukungan yang Besar dalam Pengendalian Tembakau di Indonesia.
  • Tokoh Pluralis Lembaga Pemilih Indonesia.
  • Anugerah Tokoh Seputar Indonesia 2013.
  • Provinsi terbail ke-2 Pencapaian tujuan Pembangunan Milinium Bappenas.
  • Tokoh Terinspiratif Was-Was SCTV.
  • Piagam Penghargaan Anubhawa Sasana Kelurahan Menteri Hukum dan HAM.
  • Tokoh Peduli Ekonomi Kerakyatan Universitas Bung Hatta.
  • Future Government Award 2013 DKI Jakarta, Winner Of the Category of E-Government.
  • Rekor Dunia Pemprov. DKI Kategori Parade Jenis Busana Tradisional Terbanyak.
  • Tokoh Pelestari Kebudayaan Jakarta 
  • Penghargaan dari Soekarno Center Bali sebagai Tokoh Teladan Demokrasi Indonesia.

Demikianlah sebagian prestasi Joko Widodo selama ini yang bisa terhimpun berdasarkan percakapan (on-line) diantara kami Facebookers Community for Jokowi  bersama saudari-saudara kami seperjuangan dari berbagai kalangan pendukung Jokowi. Keakuratan informasinya bisa dipetanggungjawabkan dan tentu saja sebenarnya masih banyak prestasi lainnya tentang capres kita ini namun tentu cukuplah yang tersebut di atas sebagai pertimbangan kita dalam pilpres tanggal 9 Juli 2014 nanti.

Semoga tulisan sederhana ini bisa bermanfaat bagi kita semua dalam memilih pemimpin baru negeri ini, sehingga kita akan memiliki seorang Presiden yang benar-benar memahami kepentingan rakyat dan kemajuan bangsa untuk mewujudkan Indonesia Hebat. Merdeka!

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Sabtu, 7 Juni 2014
Suko Waspodo

Kamis, 06 Februari 2014

Dikritik Ani Yudhoyono, Jokowi Justru Semakin Populer

Komentar serta kritik Kristiani Herawati alias Ani Yudhoyono, istri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, terhadap Joko Widodo dan istrinya ternyata justru menambah popularitas Gubernur DKI Jakarta itu.

Tanggapan dan komentar positif terhadap Jokowi jauh lebih besar dibanding komentar negatif. "Pengguna media sosial merasa pernyataan-pernyataan Bu Ani di akun instagram-nya kurang pas," ujar Yose Rizal, pendiri lembaga pemantau percakapan di dunia maya, PoliticaWave, Senin, 3 Februari 2014.

Yose mengungkapkan bahwa pengguna media sosial kurang menyukai sikap Ani yang mengaitkan banjir dengan istri Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Kecuali itu, penilaian positif itu tidak lepas dari "kesigapan" Jokowi dalam menanggapi pernyataan perempuan nomor satu di Indonesia tersebut. Tidak begitu lama setelah pernyataan itu menjadi pembicaraan, Gubernur pun segera mengajak Iriana, istrinya, blusukan menemui korban banjir.

Aksi Jokowi dan Iriana tersebut juga ikut mendongkrak jumlah pernyataan positif terhadap kinerja mantan Wali Kota Solo itu dalam menanggapi bencana banjir. Apa yang mereka lakukan itu terbukti ampuh karena tak sedikit netizen yang bersimpati kepada Jokowi. Tercatat, sejumlah akun Twitter yang dimiliki selebritas seperti @ernestprakasa dan @addiems tetap memberikan dukungan dan menyebut isu banjir sengaja dipolitisasi untuk menjatuhkan kredibilitas Jokowi.

Kurang lebih 14 ribu perbincangan positif untuk Jokowi di dunia maya muncul karena kerja dan kebijakan Gubernur kali ini dipandang lebih nyata daripada kinerja Fauzi Bowo. Kunjungan kepada para korban banjir juga mendapat apresiasi positif dari netizen. Dia dianggap berhasil membuktikan kepeduliannya kepada korban banjir.

Masyarakat dan secara khusus para netizen memang semakin kritis terhadap isu yang berkembang di media sosial. Mereka memahami mana kritik yang nyata dan mana kritik yang sekedar ungkapan  rasa syirik. Jokowi pada kenyataannya memang bukan hanya sekedar media darling, disayangi media pemberitaan, melainkan juga sungguh-sungguh dicintai  oleh rakyat. Merdeka!

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Selasa, 4 Februari 2014
Suko Waspodo
ilustrasi: tempo.co

Jumat, 31 Januari 2014

SuperPope

Bapa Paus Fransiskus dilukis seperti Superman, terbang di udara dengan jubah putih. Gambar graffiti tersebut dilukis oleh seorang seniman anonim kemudian di-tweet oleh Vatikan pada  Selasa, 28 Januari 2014.

Gelar Person of the Year saja tampaknya tidak cukup bagi Paus Fransiskus. Pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia itu kini digambarkan sebagai pahlawan super, SuperPope.

Lukisan yang menampilkan Paus Fransiskus sebagai pahlawan super  mengenakan jubah putih dengan pose terbang ala Superman pada sebuah tembok di Borgo Pio, sebuah jalan kecil di dekat Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Paus Fransiskus dilukis terbang dengan tangan kanannya meninju ke depan sambil membawa tas berwarna hitam dengan tulisan berwarna putih Valores (bahasa Spanyol) yang berarti nilai atau norma.

“Kami berbagi dengan Anda sebuah grafiti yang ditemukan di sebuah jalan di Roma dekat Vatikan,” demikian Dewan Kepausan untuk Komunikasi Sosial dari Takhta Suci pada halaman Twitter resminya.

Paus Fransiskus yang berusia 77 tahun itu terkenal karena mengabaikan  keamanan dan turun ke tengah kerumunan massa untuk menyalami para peziarah. Selain itu juga sering menggunakan lelucon atau cerita untuk menyebarkan nilai-nilai Gereja.

Bapa Paus merupakan pengguna Twitter dan secara rutin mem-posting ke twitter-nya  dalam sembilan bahasa. Dia kini memiliki lebih dari 10 juta pengikut di twitter-nya.

Bapa Paus Fransiskus sukses menarik hati warga dunia karena gaya kepemimpinannya yang sederhana dan pesannya untuk membantu kaum miskin. Maka tidak mengherankan bahwa sebagai pribadi yang sangat dicintai oleh umatnya, banyak cara yang digunakan oleh mereka untuk menunjukkan kekaguman dan kecintaannya. Salah satunya ialah dengan lukisan graffiti SuperPope tersebut.

Salam damai penuh cinta.

Sumber Berita dan Foto: UCA News

***
Solo, Jumat, 31 Januari 2014
Suko Waspodo