Welcome...selamat datang...

Padi organik petani hasil pendampingan kami

Padi Rojolele organik

Lokomotif tua di kota kecil Cepu, Blora

Lokomotif tua yang sekarang kadang-kadang digunakan untuk kereta wisata di lingkunagn perhutani Cepu-Blora.

SATE BUNTEL KHAS SOLO

Lezat dan bikin kita ketagihan.

Jajanan khas Jawa

Jajanan khas Jawa ini sekarang sering disajikan dalam acara formal maupun informal. Lengkap, rasanya bervariasi dan sehat.

Para peserta LDK di Tawangmangu

Latihan Dasar Kepemimpinan diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa Surakarta di Tawangmangu pada tahun 2011.

Di Tanah Lot Bali

Refreshing di Bali pada tahun 2010, bersama teman-teman dosen.

Jumat, 09 November 2018

Sebuah Pengakuan



















jika aku mampu mengulang putaran waktu
tak akan aku ijinkan engkau membuka hatiku
lalu engkau tahu benih-benih cinta yang kusimpan
betapa aku tiada pernah punya nyali tuk ungkapkan

berpuluh warsa hasrat itu kusembunyikan dalam
laksana tempayan emas yang terpendam kusam
pernah aku siapkan pasti untuk engkau tuangi
bening asmara yang akan membasuh dua hati

namun aku kehilangan jejak perjalanan waktu
bayang sahajamu tersaput awan kelabu perilaku
asaku terinjak langkah pongah palsu suara hati
terbenam lumpur padang pertempuran naluri

tersiram tirta tulusmu aku terjaga mimpi serasa
lalu aku engkau entaskan dari kubangan nelangsa
kau basuh aku dengan belai kekudusan nuranimu
hingga kita seakan tak lagi dua melainkan menyatu

perjalanan hidup memang kadang tiada mudah dilalui
senantiasa aku terlena dan sering tak mau memahami
setiap kali titian begitu licin engkau lewati dengan ragu
tiada pernah aku menjagamu agar tak terjatuh kelu

wajar jika engkau tiada lagi percaya ucap cinta kueja
karena bersamaku engkau nyaris tiada nikmati bahagia


***
Solo, Selasa, 30 Oktober 2018, 15:22
'salam damai penuh cinta'
Suko Waspodo
kompasiana
antologi puisi suko
ilustrasi: Benjamin D. Laughlin 

Rona Pagi Usai Sunyi
















kupeluk rona pagi dalam gairah dini
lembut wangi ketulusan usai sunyi
tiada ingin abaikan hari tanpa arti
hadirmu sungguh kian maknai diri

walaupun pagi sepi tanpa kicau kukila
tak ada embun sejuk bening merona
pesona parasmu selau hadirkan gelora
membelai janji nyatakan hasrat jumpa

menghitung detik waktu yang berayun
desah mengeja napas serasa bertahun
senandung tembang rindu mengalun
menemani aku tunggu sapamu anggun

meskipun ada tirai antara harap kita
membatasi hasrat tuk senantiasa sua
tiada kan menyerah kuraih cita cinta
resah kutepis demi tunaikan tulus asa


***
Solo, Selasa, 30 Oktober 2018, 7:11
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
kompasiana
antologi puisi suko
ilustrasi: saatchiart 

Mengais Cinta Terlarang



















dalam lekat lamunan yang kian usang
keinginan terbang laksana kumbang
mengembara di kepekatan asa lengang
dalam buaian wangi berlaksa kembang
mengalun tembang asmara nan sumbang
tengara bisikan mesra hasrat mengundang
abaikan onak duri tajam menghadang
gejolak naluri mendesah mengerang
terengah menggapai khayalan gersang
di kedalaman jurang pemisah terjengkang
terkapar kala mengais cinta terlarang

***
Solo, Selasa, 30 Oktober 2018, 01:13
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
kompasiana
antologi puisi suko
ilustrasi: Steve K. 

Memaknai "Salam Satu Jempol"


Tim Kampanye Nasional Jokowi-Mar'uf memproklamirkan gaya salaman baru, yakni salam satu jempol.

TKN Jokowi-Ma'ruf mengubah pose satu jari telunjuk dengan mengacungkan satu jempol yang melambangkan angka 1 untuk mendukung pasangan nomor urut satu, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan, salam satu Jempol diperkenalkan secara langsung oleh Presiden Jokowi dihadapan seluruh peserta Rakernas.

Menurut Hasto, Jempol melambangkan hal-hal yang baik; suatu apresiasi tulus atas kebaikan, yang disampaikan secara spontan dengan hati terbuka.

"Sebab Jempol hanya dipakai untuk kebaikan, apresiasi atas prestasi dan cermin kerendahan hati. Nilai-nilai inilah yang kami kedepankan dalam kampanye," ujar Hasto saat dikonfirmasi wartawan, Senin, 29 Oktober 2018. (baca selengkapnya di sini)

Selain itu acungan satu jempol juga bisa kita maknai sebagai kebesaran hati dan keberanian serta empat jari yang lain yang mengarah ke dada atau diri yang mengacungkan jempol juga menunjukkan ketulusan dan kesungguhan hati.

Pemaknaan lain, acungan jempol ke atas menunjukkan juga rasa hormat kepada sang pencipta serta menghargai sesama selain melambangkan angka satu dan kepalan melambangkan kekuatan serta angka nol. Jadi salam satu jempol juga melambangkan 01.

Berbeda dengan salam dua jari membentuk huruf V yang dimaknai sebagai victory alias kemenangan, yang terkesan ungkapan kesombongan. Memamerkan diri "seolah' pemenang adalah kesombongan dan kepongahan. Terlebih lambang V bukan pula simbol yang biasa dikenal oleh rakyat kecil karena kata victory adalah kata asing, bukan kata dari bahasa Indonesia atau bahasa daerah.

Lebih dari itu di era milenial ini acungan jempol satu (LIKE) adalah melambangkan persahabatan dan dukungan yang sangat populer di media sosial saat ini. Siapa pun yang bermedia sosial pasti pernah menyematkan acungan satu jempol. Setiap hari mungkin jutaan acungan jempol memenuhi media sosial, jadi sudah sekaligus menyatakan dukungan terhadap pasangan 01 Jokowi-Ma'ruf.

Para pendukung kubu Bo-San (02) silahkan berpuasa memberi acungan jempol di media sosial atau di pergaulan masyarakat sehari-hari, mungkin sampai saat pemilu April 2019 nanti. Kalau tidak ingin dianggap pendukung Jokowi-Ma'ruf dan mengkampanyekannya.

Untuk seluruh rakyat Indonesia silahkan menebarkan kebaikan di mana saja dengan mengacungkan salam satu jempol. Mari kita tegakkan dan pelihara kebaikan. Merdeka!

***
Solo, Senin, 29 Oktober 2018
'salam cerdas penuh cinta'
Suko Waspodo
kompasiana
antologi puisi suko
ilustrasi: roblox 

Kesabaran dan Pembiaran


Kesabaran memang biasanya selalu menunjukkan perilaku baik, karena perilaku sabar lebih sering menunjukkan sikap untuk toleran, tenggang rasa dan toleran. Namun di sisi lain kesabaran faktanya juga bisa berakibat buruk dalam bentuk pembiaran perilaku buruk dan bahkan kejahatan.

Kita ambil contoh, yang mungkin terkesan masalah sepele, perilaku anak yang membuang sampah sembarangan. Apabila perilaku tersebut dilihat oleh orangtuanya, dengan alasan sabar, dibiarkan saja tidak diperingatkan bahkan tidak dimarahi, maka hal ini akan berakibat si anak menjadi pribadi yang egois serta tidak peduli dengan orang lain dan lingkungan.

Seseorang yang tengah antri BBM di satu SPBU membiarkan orang lain menyerobot antrian; ini juga bukan kesabaran yang positif. Tidak menegur orang yang tidak tertib sama saja dengan mendukung perilaku semena-mena.

Agama dan tatanan moral apa pun tidak pernah mengajarkan untuk membiarkan perilaku buruk yang terjadi dan kita melihatnya. Menegur dan bahkan memberi sangsi adalah bagian dari kewajiban kita.

Dalam konteks tahun politik ini, kita juga mencermati beberapa dan bahkan banyak pembiaran dengan alasan kesabaran. Fitnah, tuduhan PKI, antek asing dan aseng, kriminalisasi ulama adalah sedikit contoh pembiaran perilaku jahat kaum oposisi  terhadap Jokowi dan pemerintahannya.

Presiden Jokowi memang pribadi pemimpin yang sangat sabar. Kita harus acungi jempol untuk sikap dan sifat itu, tetapi tidak semestinya dia membiarkan semua tuduhan ngawur dan fitnah itu, yang hampir setiap saat ditebarkan oleh para politisi busuk. Semua itu harus ditindak tegas dan diberi sanksi sesuai hukum yang berlaku.

Presiden dengan wewenangnya serta bersama aparat yang berkewajiban menangani perilaku busuk tersebut harus menindak secara serius masalah pelecehan dan pembunuhan karakter tersebut. Apalagi ini menyangkut harga diri seorang kepala negara yang sah. Ini bukan masalah otoriter dan ingin menang sendiri serta agar tak terkalahkan dalam pilpres tetapi masalah menjaga martabat kemanusiaan dan harga diri bangsa juga.

Selama pemerintah masih berada dalam koridor yang benar dan tidak menyimpang dalam menjalankan roda pemerintahan maka segala bentuk pernyataan dan perilaku yang mengarah pada pelecehan pemerintah (kalau tidak mau dikatakan makar) harus disingkirkan. Rakyat pasti sepakat bahwa pemerintah harus menjaga kewibawaannya.

Kesabaran tidak harus lalu serta merta membiarkan kejahatan atau benih-benih kejahatan. Martabat kepala negara, pemerintah, rakyat, bangsa dan negara harus ditegakkan sampai kapan pun juga. Merdeka!

***
Solo, Senin, 29 Oktober 2018
'salam kritis penuh cinta'
Suko Waspodo
kompasiana
antologi puisi suko
ilust: articlesprove.info

Khayal Jingga Bercinta



















sungguh aku butut dan tampang kusut
mengapa engkau menyapa aku lembut
sedang engkau sungguh ayu memukau
serasa tiada pantas aku berkarib engkau

engkau pernah ungkap kagum sajak indah
tergores sahaja pada ruang kabar wadah
membuncah bungah hati gundah tersipu
untaian ungkap bangga awali batin rindu

lalu engkau simpan jalinan puisi lugas aku
aku tanam pula bayang jelitamu di hatiku
setiap waktu khayal asmara tentang kita
bercinta di kelembutan peraduan jingga

namun saat hasrat ingin nyata lebih rekat
bentang antara kita sungguh tiada dekat
ruang waktu terasa kian membiru sendu
manakala hanya mampu berpasrah kelu

berkawan jalinan kata mesra dalam syair
anganku senantiasa berharap engkau hadir
hanya anggun parasmu dalam batin menari
gairahku mencumbumu meski hanya mimpi


***
Solo, Minggu, 28 Oktober 2018, 17:18
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
kompasiana
antologi puisi suko
ilust: vendetupagina 

Selasa, 30 Oktober 2018

Molekmu Kala Pagi



















molekmu kala pagi
sehangat cahaya mentari awali hari
jernih tatap netramu sebening embun
senyum manismu memeluk anggun

molekmu kala pagi
semangati hati dini tunaikan naluri
bayang gemulai hasrat rindu mengayun
melenguh desahmu memacu jakun

molekmu kala pagi
bercumbu kasih padukan ingin diri
gejolak asmara kian mesra beruntun
gairahmu lembut memuncak santun


***
Solo, Minggu, 28 Oktober 2018, 5:17
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
kompasiana
antologi puisi suko
ilustrasi: pinterest