Welcome...Selamat Datang...

Padi organik petani hasil pendampingan kami

Padi Rojolele organik

Lokomotif tua di kota kecil Cepu, Blora

Lokomotif tua yang sekarang kadang-kadang digunakan untuk kereta wisata di lingkunagn perhutani Cepu-Blora.

SATE BUNTEL KHAS SOLO

Lezat dan bikin kita ketagihan.

Jajanan khas Jawa

Jajanan khas Jawa ini sekarang sering disajikan dalam acara formal maupun informal. Lengkap, rasanya bervariasi dan sehat.

Para peserta LDK di Tawangmangu

Latihan Dasar Kepemimpinan diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa Surakarta di Tawangmangu pada tahun 2011.

Di Tanah Lot Bali

Refreshing di Bali pada tahun 2010, bersama teman-teman dosen.

Kamis, 10 Oktober 2019

Dunia Biruku

















aku tahu suatu tempat
di mana dunia masih ada
di mana waktu dan ruang
tidak memiliki pegangan

aku tahu suatu tempat
di mana hati dan jiwaku menyatu
dan banyak cerita yang tak terhitung

aku tahu suatu tempat
aku beristirahat dengan tenang
di mana tubuhku mati rasa kesakitan
tempat mataku terbentang
terbuka ke cahaya di atas
dan aku telah memutus gravitasi

aku tahu suatu tempat
aku harus pergi ketika detik berlalu
kefanaanku yang lemah
tidak tahan terhadap kuburnya
dan paru-paruku pecah seperti kaca

aku tahu suatu tempat
yang begitu indah dan mematikan
aku dibawa ke sebuah ruangan

wahai dunia samudra biru yang dalam
aku akan kembali kepadamu
setelah permukaan menarikmu dariku


***
Solo, Jumat, 28 Desember 2018. 1:45 pm
'salam damai penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
kompasiana
pepnews
ilustr: cardingmaestro

Debu














kata-kataku adalah debu
aku yang akan membangun bintang
aku yang akan menyentuh tumit matahari
membuat terhuyung-huyung ke langit
yang tidak bisa aku sentuh
aku melihat debu

awan kemilau mulai memuncak
pada menara yang bersinar
dan sedikit tumpukan debu
adalah keinginanku

namun, tinggal lama di puncak ini
tanpa kendali di langit yang berkedip-kedip
aku telah melihat mereka di nafas kegelapan
menghilang perlahan keluar dan mati

bagaimana dengan garis penerusku
angkuh serta bertingkah
aku membungkuk di atas debu
tak tersentuh dari semua kesedihanku
belum ketemu kesempatan itu
lalu aku memandang dedaunan
serta warna-warni kembang memudar


***
Solo, Jumat, 28 Desember 2018. 10:20 am
'salam damai penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
kompasiana
pepnews
ilustr: Hamilton Street Gallery


Pencatat Waktu


Dia telah diberi arloji pada ulang tahunnya yang kesepuluh. Sebuah arloji plastik berwarna hitam yang biasa dalam segala hal kecuali kenyataan bahwa arloji itu sedang menghitung mundur. "Itu semua waktu yang tersisa di dunia, nak. Gunakan dengan bijak." Dan memang dia melakukannya.

Saat arloji mulai berdetak, bocah lelaki itu, yang sekarang telah menjadi seorang lelaki, menjalani kehidupan sepenuhnya. Dia memanjat gunung dan berenang di laut. Dia berbicara dan tertawa, hidup, mencintai dan dicintai. Pria itu tidak pernah takut, karena dia tahu persis berapa banyak waktu yang tersisa.

Akhirnya, arloji mulai menghitung mundur terakhirnya. Pria tua itu berdiri memandangi segala yang telah dilakukannya, semua yang telah ia bangun. 5. Dia berjabat tangan dengan mitra bisnis lamanya, pria yang telah lama menjadi teman dan orang kepercayaannya. 4. Anjingnya datang dan menjilat tangannya, mendapatkan tepukan di kepalanya untuk persahabatannya. 3. Dia memeluk anak-anaknya, tahu bahwa dia adalah ayah yang baik. 2. Dia mencium dahi istrinya untuk yang terakhir kalinya. 1. Pria tua itu tersenyum dan menutup matanya.

Kemudian, tidak ada yang terjadi. Arloji berbunyi 'bip' sekali dan dimatikan. Pria itu berdiri di sana, sangat hidup. Anda akan berpikir bahwa pada saat itu dia akan sangat gembira. Namun justru sebaliknya, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, pria itu ketakutan.


***
Solo, Jumat, 28 Desember 2018.
'salam damai penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
kompasiana
pepnews
ilustr: pinterest-valdnow

Disentuh Cinta



















disentuh cinta
adalah merasakan luapan sukacita
mengalir melalui nadi kita
dan untuk dapat melihat cahaya
melalui luka dan penderitaan kita

disentuh cinta
adalah hidup di bibir kebahagiaan
dan biarkan jiwa kita berputar
di seluruh keindahan di sekitar

disentuh cinta
adalah membuat diri kita tertarik
untuk bersaudara dengan sesama
terinspirasi untuk memulai perbuatan
dengan kesungguhan dan ketulusan
kesediaan dalam suka dan duka
menunjukkan jalan menuju fajar baru
bagi harapan dan kebahagiaan

disentuh cinta
berarti bersedia bergabung
dengan setiap ciptaan alam semesta
menjadi satu dengan bahasa mereka
mendengarkan doa-doa mereka
dan berbagi nyanyian mereka


***
Solo, Jumat, 28 Desember 2018. 5:45 am
'salam damai penuih cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi cinta
kompasiana
pepnews
ilustr: Olha Darchuk

Kamis, 26 September 2019

Terbelenggu Dendam



















lirih terdengar hati berbisik
pelan sayup menyusup ruang batin
menyentuh gundah mendera rindu 
itulah yang terlintas

namun keangkuhan hati berbalik
seakan enggan mengiyakan
hingga dendam mengoyak diri
serasa lengkap engkau persembahkan

memesonakan jiwa yang sombong
mencairkan sukma yang beku
menakjubkan otak yang bimbang
mengusik kalbu yang sepi
menari di relung yang labil
mencengkeram mata yang tak lagi kuasa
hingga begitu saja berlalu tanpa kata

melenggang tanpa uluran tangan
melenguh hati meratap
tatkala suara tak lagi merdu
untai kata tak lagi menghiasi
senyum desah tak lagi menggoda
genggaman tak lagi erat
hilang seolah tertutup halimun
hanya samar terlihat bayangmu
tersenyum datar menusuk kelu

dan aku pun masih terpaku
menanti uluran jemari kasih
yang menanam gurat rindu

dendam ini entah sampai kapan
membelenggu angkuh diri

aku tak tahu

***
Solo, Kamis, 27 Desember 2018. 8:02 pm
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
kompasiana
pepnews
ilustr: Priyanka Goswami

To Be Meaningful



















I say orange you don't believe
I say purple you doubt
I say white you consider only a pretext
I say black you growled
I say yellow you think I'm crazy
I say blue you think I'm fake
I say red you are angry

I let you think I easily gave up
I shut up you think I'm a stone head
I laugh you think I'm railing
I smile you think I'm punishing
I'm sad you think I'm selfish
I cry you think I'm easily nervous
I'm upset you think I'm sulking

what do you want please say
what do you expect please express
I'm not begging you to understand
I just want for you to be meaningful


***
Solo, Thu, 27th December 2018. 5:25 pm
'with love and peace'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
kompasiana
pepnews
ilustr: Pawel Kuczynski

Nostalgia


Bersama-sama kita menulis cerita kita. Bersama-sama kita menyanyikan lagu-lagu kita. Tetapi sekarang semuanya hilang.

Disimpan seperti foto dalam pikiranku, di tempat yang aku beri label "kenangan." Dan terkadang, ketika aku membolak-balik halaman itu, berpikir lembut tentang masa lalu, mengingat siapa kita dulu, duduk di kelas berbincang lama, bertukar lirik dan kata-kata, atau hanya tertawa sampai kita tidak bisa bernapas, itu membuat aku merasakan sakit pahit manis, dan aku hanya ingin menjadi kembali ke masa kecil lagi.

Terkadang, kenangan acak kata yang mengingatkan terungkap di sini, melodi yang tak asing terdengar di sana, semburan tawa dan tawa menangkap aku lengah, dan nostalgia membanjiri indraku.

Keinginan untuk menghidupkan kembali mereka, untuk membuat sekali lagi abadi dari saat-saat singkat, untuk merasakan cinta yang tersisa. Ini mencengkeram aku, memegang seluruh keberadaanku. Jantungku berdenyut lagi dengan sakit manis itu, merindukan apa yang dulu. Dan saat itulah aku sadar, itu hanyalah keinginan sendu seorang anak yang bertambah usia namun tidak pernah mau belajar bagaimana menjadi dewasa.

Jadi aku harus puas melewati saat-saat itu, seperti berjalan melewati pintu, hanya membiarkan hatiku berdebar, untuk berkedip lagi dengan kebahagiaan. Aku pernah mengalami. Itu adalah pengingat kebahagiaan yang pernah aku miliki, dari cinta yang tersisa, satu hal yang tidak lagi aku miliki. Dan mengetahui bahwa itu tidak akan pernah datang lagi, apa pun yang membuatnya sangat manis.

Perasaan aneh memenuhi dadaku, saat aku meninggalkan tempat ini. Seolah-olah aku tidak hanya akan meninggalkan orang yang aku cintai, namun juga semua orang yang bersama aku pada waktu dan tempat ini. Karena aku tidak akan pernah seperti itu lagi. Dan aku berpegang teguh pada itu, ke memori itu, untuk orang itu yang aku tak ingin kehilangan, takut membiarkannya memudar, untuk membiarkannya menjadi sebuah bayangan. Semua yang aku sukai telah hilang.

Bukankah itu indah? Ketika kita percaya pada segalanya.


***
Solo, Kamis, 27 Desember 2018. 2:54 pm
'salam damai penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
kompasiana
pepnews
ilustr: Deborah Nell