Welcome...Selamat Datang...

Padi organik petani hasil pendampingan kami

Padi Rojolele organik

Lokomotif tua di kota kecil Cepu, Blora

Lokomotif tua yang sekarang kadang-kadang digunakan untuk kereta wisata di lingkunagn perhutani Cepu-Blora.

SATE BUNTEL KHAS SOLO

Lezat dan bikin kita ketagihan.

Jajanan khas Jawa

Jajanan khas Jawa ini sekarang sering disajikan dalam acara formal maupun informal. Lengkap, rasanya bervariasi dan sehat.

Para peserta LDK di Tawangmangu

Latihan Dasar Kepemimpinan diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa Surakarta di Tawangmangu pada tahun 2011.

Di Tanah Lot Bali

Refreshing di Bali pada tahun 2010, bersama teman-teman dosen.

Kamis, 06 Februari 2014

Dikritik Ani Yudhoyono, Jokowi Justru Semakin Populer

Komentar serta kritik Kristiani Herawati alias Ani Yudhoyono, istri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, terhadap Joko Widodo dan istrinya ternyata justru menambah popularitas Gubernur DKI Jakarta itu.

Tanggapan dan komentar positif terhadap Jokowi jauh lebih besar dibanding komentar negatif. "Pengguna media sosial merasa pernyataan-pernyataan Bu Ani di akun instagram-nya kurang pas," ujar Yose Rizal, pendiri lembaga pemantau percakapan di dunia maya, PoliticaWave, Senin, 3 Februari 2014.

Yose mengungkapkan bahwa pengguna media sosial kurang menyukai sikap Ani yang mengaitkan banjir dengan istri Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Kecuali itu, penilaian positif itu tidak lepas dari "kesigapan" Jokowi dalam menanggapi pernyataan perempuan nomor satu di Indonesia tersebut. Tidak begitu lama setelah pernyataan itu menjadi pembicaraan, Gubernur pun segera mengajak Iriana, istrinya, blusukan menemui korban banjir.

Aksi Jokowi dan Iriana tersebut juga ikut mendongkrak jumlah pernyataan positif terhadap kinerja mantan Wali Kota Solo itu dalam menanggapi bencana banjir. Apa yang mereka lakukan itu terbukti ampuh karena tak sedikit netizen yang bersimpati kepada Jokowi. Tercatat, sejumlah akun Twitter yang dimiliki selebritas seperti @ernestprakasa dan @addiems tetap memberikan dukungan dan menyebut isu banjir sengaja dipolitisasi untuk menjatuhkan kredibilitas Jokowi.

Kurang lebih 14 ribu perbincangan positif untuk Jokowi di dunia maya muncul karena kerja dan kebijakan Gubernur kali ini dipandang lebih nyata daripada kinerja Fauzi Bowo. Kunjungan kepada para korban banjir juga mendapat apresiasi positif dari netizen. Dia dianggap berhasil membuktikan kepeduliannya kepada korban banjir.

Masyarakat dan secara khusus para netizen memang semakin kritis terhadap isu yang berkembang di media sosial. Mereka memahami mana kritik yang nyata dan mana kritik yang sekedar ungkapan  rasa syirik. Jokowi pada kenyataannya memang bukan hanya sekedar media darling, disayangi media pemberitaan, melainkan juga sungguh-sungguh dicintai  oleh rakyat. Merdeka!

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Selasa, 4 Februari 2014
Suko Waspodo
ilustrasi: tempo.co

Minggu, 02 Februari 2014

Internet merupakan ‘Hadiah dari Tuhan’

Itulah ungkapan dari Paus Fransiskus belum lama ini. Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis, 30 Januari 2014, Bapa Paus mengatakan internet dan media sosial membuat orang di seluruh dunia ‘semakin saling ketergantungan’.

Menurut dia, internet khususnya, menawarkan kemungkinan besar untuk pertemuan dan solidaritas. “Ini adalah sesuatu yang sungguh baik, dan hadiah dari Tuhan. Marilah kita berani menjadi warga dunia digital. Biarkan komunikasi kita menjadi balsem yang mengurangi rasa sakit,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, ia memperingatkan bahwa teks dan komentar di media tersebut bisa juga membuat orang “kehilangan arah,” kata Paus berusia 77 tahun itu.

“Kecepatan informasi di bidang komunikasi melebihi kemampuan kita untuk melakukan refleksi dan penilaian, serta ekspresi diri yang baik,” kata Paus Fransiskus. Ia mengakui bahwa “berbagai pendapat yang ditampilkan di Internet dapat dilihat sebagai sesuatu yang membantu.”

Namun demikian, lanjutnya, “Internet juga memungkinkan orang untuk mengurungkan diri di balik sumber-sumber informasi yang hanya menyalurkan keinginan dan ide-ide mereka sendiri, atau kepentingan politik dan ekonomi.”

Lebih lanjut Paus Fransiskus mengingatkan bahwa orang tidak boleh mengikuti keinginan untuk terhubung ke dunia maya dalam 24 jam sehari sehingga mengisolasi mereka dari masyarakat.

Paus Fransiskus sendiri menjadi populer di dunia maya sebagian dapat ditelusuri di Internet dan media sosial. Menurut sebuah studi yang dirilis pada bulan November, Paus Fransiskus adalah yang paling banyak dibicarakan orang secara online tahun lalu.

Pernyataan dan sikap yang menarik serta bijak dari seorang pemimpin umat. Kemajuan teknologi selalu bisa kita ambil hikmahnya dan tidak harus kita curigai sebagai sesuatu yang menurunkan kualitas moral manusia. Kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan dan peradaban, semuanya tergantung manusia yang memaknainya.

Salam damai penuh cinta.

Sumber Berita: ucanews.com
Sumber Gambar: AFP

***
Solo, Minggu, 2 Februari 2014
Suko Waspodo

Jumat, 31 Januari 2014

SuperPope

Bapa Paus Fransiskus dilukis seperti Superman, terbang di udara dengan jubah putih. Gambar graffiti tersebut dilukis oleh seorang seniman anonim kemudian di-tweet oleh Vatikan pada  Selasa, 28 Januari 2014.

Gelar Person of the Year saja tampaknya tidak cukup bagi Paus Fransiskus. Pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia itu kini digambarkan sebagai pahlawan super, SuperPope.

Lukisan yang menampilkan Paus Fransiskus sebagai pahlawan super  mengenakan jubah putih dengan pose terbang ala Superman pada sebuah tembok di Borgo Pio, sebuah jalan kecil di dekat Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Paus Fransiskus dilukis terbang dengan tangan kanannya meninju ke depan sambil membawa tas berwarna hitam dengan tulisan berwarna putih Valores (bahasa Spanyol) yang berarti nilai atau norma.

“Kami berbagi dengan Anda sebuah grafiti yang ditemukan di sebuah jalan di Roma dekat Vatikan,” demikian Dewan Kepausan untuk Komunikasi Sosial dari Takhta Suci pada halaman Twitter resminya.

Paus Fransiskus yang berusia 77 tahun itu terkenal karena mengabaikan  keamanan dan turun ke tengah kerumunan massa untuk menyalami para peziarah. Selain itu juga sering menggunakan lelucon atau cerita untuk menyebarkan nilai-nilai Gereja.

Bapa Paus merupakan pengguna Twitter dan secara rutin mem-posting ke twitter-nya  dalam sembilan bahasa. Dia kini memiliki lebih dari 10 juta pengikut di twitter-nya.

Bapa Paus Fransiskus sukses menarik hati warga dunia karena gaya kepemimpinannya yang sederhana dan pesannya untuk membantu kaum miskin. Maka tidak mengherankan bahwa sebagai pribadi yang sangat dicintai oleh umatnya, banyak cara yang digunakan oleh mereka untuk menunjukkan kekaguman dan kecintaannya. Salah satunya ialah dengan lukisan graffiti SuperPope tersebut.

Salam damai penuh cinta.

Sumber Berita dan Foto: UCA News

***
Solo, Jumat, 31 Januari 2014
Suko Waspodo

Jokowi dan Ganjar Patut Diteladani

Itulah ungkapan pujian yang layak kita sampaikan bagi dua politisi muda kader PDI-P, Joko Widodo dan Ganjar Pranowo. Joko Widodo (Jokowi), Gubernur DKI Jakarta,  dan  Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah; keduanya mengembalikan barang-barang pemberian hadiah yang mereka terima kepada KPK untuk menghindari tuduhan gratifikasi.

Seperti kita ketahui tahun lalu Jokowi mendapat hadiah bass guitar dari bassist band Metallica, Robert Trujillo,  namun kemudian dia menyerahkan hadiah tersebut kepada KPK karena  dianggap sebagai gratifikasi.  Pada waktu itu gitar tersebut kemudian akan dilelang namun perkembangan lebih lanjut sekarang dimuseumkan agar bisa dinikmati oleh siapa saja.

Kecuali gitar bass dari Metallica tadi, beberapa waktu yang lalu Jokowi juga menerima hadiah sebuah kacamata dari pembalap mantan juara dunia Moto GP, Jorge Lorenzo.  Kita ketahui juga bahwa Jokowi juga menyerahkan hadiah itu kepada KPK.

Selain Jokowi, politisi muda PDI-P yang lain, Ganjar Pranowo, juga melaporkan dugaan gratifikasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ganjar melaporkan sejumlah barang yang diterimanya kepada lembaga pimpinan Abraham Samad Cs ini.

Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi, Kamis, 30 Januari 2014. Menurutnya, dugaan gratifikasi itu dilaporkan langsung oleh staf kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Barang-barang yang diserahkan Ganjar yakni jaket Harley Davidson, radio kayu, dan piagam yang di dalamnya terdapat ornamen berupa emas 24 karat seberat 10 gram. Tak hanya itu, Ganjar juga melaporkan tiga buah parcel kosmetik yang diperuntukan untuk istri orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

Dengan demikian, KPK akan meneliti terlebih dahulu apakah pemberian itu termasuk gratifikasi atau tidak. KPK mempunyai waktu tiga puluh hari untuk melakukan proses telaah.

Sungguh menarik apa yang sudah dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Tengah ini. Barang-barang pemberian itu pastilah bukan barang yang murah dan tentu sangat bernilai, namun sebagai bentuk ketaatan kepada hukum, mereka rela menyerahkannya kepada KPK.

Tampaknya selama ini baru  Jokowi dan Ganjar, pejabat publik yang menyerahkan barang pemberian hadiah kepada KPK. Semestinya apa yang mereka lakukan ini diteladani oleh para pejabat publik yang lain. Jangan menunggu sampai diseret oleh KPK. Salut buat Jokowi dan Ganjar. Rakyat negeri ini membutuhkan teladan pemimpin yang jujur. Merdeka!

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Jumat, 31 Januari 2014
Suko Waspodo

Kamis, 30 Januari 2014

Mencintaimu hingga di Keabadian



















aku biarkan perasaan ini tergenggam
tuk menjawab semua teka-teki isi hati
menerjemahkan setiap ungkapanmu
dalam deretan aksara yang kau rangkai

cintaku padamu bukan laksana mentari
yang akan sirna kala malam menjelang
cintaku padamu juga tak seperti ombak 
yang hanya engkau rasa tatkala pasang

cintaku tulus padamu laksana udara
senantiasa mengalir di hela nafasmu
terus selalu berhembus di setiap waktu
meski kau tak akan pernah melihatnya

maaf bila cintaku tak bisa sempurna
seperti cinta dalam indah mimpimu
namun aku akan jaga kemurniannya
demi perpaduan asmara kita nan suci

aku sadari semua ini tidaklah mudah
namun kita pasti tak akan menyerah
meniti pematang indahnya kehidupan
saling jaga utuh cinta hingga keabadian

***
Solo, Rabu, 29 Januari 2014. 4:44 pm
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
pepnews
ilustrasi: ArtPics On Fb

Perjumpaan Asmara Kita













senja singgah di beranda
malam masih dalam angan
berharap langit bertabur rasi bintang
seperti yang pernah kau ucap padaku
cinta itu serupa sebuah malam
ada gelap dan dingin

seperti kelopak bunga yang mengering
laksana senja merindu keremangan
sedang kita ada di sebuah lorong yang fana
biarkan kehilangan itu semudah menghapus salah
atas tinta yang tertulis pada kertas kusam
hingga aku tak perlu menguras rasa

malam telah menggulung gelap
harapku masih menyala walau suram
lepaskan penat jiwamu di rengkuh bahuku
meski kuingin bisa berteduh di payung matamu
aku menunggu kata indah melompat dari bibirmu
sambil kunikmati tatapmu diantara rasa berserak

belalang malam bercanda menyibak sepi
engkau hadirkan kelembutan senyum manismu
hangatkan kesendirianku melewati hari tak bertepi
saling mendekat kita mencoba pahami bisikan hati
dengan ketulusan kita membuka diri
tuk menyelami kesejatian cinta

kutemui kesungguhan berbinar di netramu
mengerjapkan kerinduan tuk berbagi kasih
dalam dendang jemari kita erat menggenggam
menari kita diiringi simponi ratri tanpa rembulan
memaknai berpadunya asa kita berirama
silih berganti helaan nafas asmara bergelora

berdekap kita dalam jalinan ungkapan hasrat
menghapus masa lalu songsong hari baru
menikmati indah malam dalam hangat pelukan
tak ingin saat berlalu tanpa bahagia kesan
membelai wangimu di peraduan maya cinta
menggapai hari esok kita padu berkenan

***
Solo_Jakarta, Rabu, 29 Januari 2014. 09:10 am
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo & Arya Ningtyas
pepnews
ilustrasi: sikerado

Presiden ‘Paranoid’

Presiden  paranoid, itulah penilaian yang pas terhadap pribadi presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Langkah Presiden SBY menunjuk kuasa hukum pribadi dan keluarga dinilai sebagai bentuk ketakutan menjelang lengser dari kekuasaan. Langkahnya mensomasi sejumlah politikus justru dipersepsikan sebagai sikap reaktif dan antikritik.

Pengamat Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi, mengungkapkan bahwa perasaan paranoid tersebut harus dilihat penyebabnya. Selanjutnya juga harus dilihat apakah dirinya dan keluarganya serta lingkaran terdekatnya mempraktikkan tindakan yang tidak baik, penyalahgunaan kewenangan, korupsi dan sebagainya

Menurutnya, ketakutan itu muncul bisa jadi karena saat memenangkan kepresidenannya melakukan pemenangan segala cara tanpa memperhatikan esensi dari nilai demokratis. Apabila tidak melakukan tindak atau kebijakan yang tidak benar, maka SBY seharusnya mempunyai keyakinan bahwa dia akan menyudahi periode kepresidenannya dengan mendarat mulus. Dalam hal ini anggapan publik bisa jadi benar manakala SBY terlihat sangat tertekan dengan sejumlah kritik dan serangan publik atas kebijakan politik yang dibuatnya.

Seperti diketahui, Presiden SBY telah menunjuk Palmer Situmorang sebagai pengacara pribadi dan keluarga. Palmer didampingi dua orang pengacara lainnya, yakni Hafzan Taher dan Bahtiar Sitanggang. Dalam perjalanannya, Presiden SBY melalui pengacara keluarga tersebut sudah melayangkan somasi kepada beberapa pihak. Mereka yang disomasi antara lain aktivis ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Sri Mulyono, mantan Menteri era Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli, dan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah.

Palmer Situmorang selaku kuasa hukum keluarga SBY mengungkapkan somasi kepada Rizal Ramli yang kedua akan diajukan jika tidak ada niat baik dari pihak yang bersangkutan untuk menyelesaikannya. Mereka sudah melayangkan somasi kepada Rizal Ramli yang menuding gratifikasi jabatan wapres di salah satu stasiun televisi nasional

Menarik untuk mencermati perilaku Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui kuasa hukumnya ini. Kita bisa menilai bahwa Presiden SBY tidak memahami arti sebagai pejabat publik ketika memutuskan menempuh jalur hukum kepada orang yang mengritiknya.

SBY tidak memahami arti sebagai pejabat publik. Dalam negara demokratis, sangat wajar apabila seorang pejabat publik dikritisi oleh publik dan media. Bahkan menurut doktrin hukum pers, seseorang sebenarnya sudah kehilangan hak pribadi untuk menggugat orang-orang dengan alasan pencemaran nama baik ketika dia sudah menjadi pejabat publik atau tokoh publik. Pada titik ini, kelihatan bahwa SBY sangat kekanak-kanakan dan tidak paham bahwa dirinya seorang tokoh publik.

Semoga ini menjadi peristiwa terakhir dalam sejarah kepemimpinan negara ini. Negara yang mengaku demokratis dan dipimpin oleh presiden yang mengaku partainya sangat demokratis juga tetapi ternyata seorang yang emosional dan anti kritik. Kita berharap presiden yang akan datang benar-benar pribadi yang terbuka terhadap kritik demi kepentingan rakyat. Merdeka!

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Selasa, 28 Januari 2014
Suko Waspodo