Welcome...Selamat Datang...

Jumat, 31 Januari 2014

Jokowi dan Ganjar Patut Diteladani

Itulah ungkapan pujian yang layak kita sampaikan bagi dua politisi muda kader PDI-P, Joko Widodo dan Ganjar Pranowo. Joko Widodo (Jokowi), Gubernur DKI Jakarta,  dan  Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah; keduanya mengembalikan barang-barang pemberian hadiah yang mereka terima kepada KPK untuk menghindari tuduhan gratifikasi.

Seperti kita ketahui tahun lalu Jokowi mendapat hadiah bass guitar dari bassist band Metallica, Robert Trujillo,  namun kemudian dia menyerahkan hadiah tersebut kepada KPK karena  dianggap sebagai gratifikasi.  Pada waktu itu gitar tersebut kemudian akan dilelang namun perkembangan lebih lanjut sekarang dimuseumkan agar bisa dinikmati oleh siapa saja.

Kecuali gitar bass dari Metallica tadi, beberapa waktu yang lalu Jokowi juga menerima hadiah sebuah kacamata dari pembalap mantan juara dunia Moto GP, Jorge Lorenzo.  Kita ketahui juga bahwa Jokowi juga menyerahkan hadiah itu kepada KPK.

Selain Jokowi, politisi muda PDI-P yang lain, Ganjar Pranowo, juga melaporkan dugaan gratifikasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ganjar melaporkan sejumlah barang yang diterimanya kepada lembaga pimpinan Abraham Samad Cs ini.

Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi, Kamis, 30 Januari 2014. Menurutnya, dugaan gratifikasi itu dilaporkan langsung oleh staf kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Barang-barang yang diserahkan Ganjar yakni jaket Harley Davidson, radio kayu, dan piagam yang di dalamnya terdapat ornamen berupa emas 24 karat seberat 10 gram. Tak hanya itu, Ganjar juga melaporkan tiga buah parcel kosmetik yang diperuntukan untuk istri orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

Dengan demikian, KPK akan meneliti terlebih dahulu apakah pemberian itu termasuk gratifikasi atau tidak. KPK mempunyai waktu tiga puluh hari untuk melakukan proses telaah.

Sungguh menarik apa yang sudah dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Tengah ini. Barang-barang pemberian itu pastilah bukan barang yang murah dan tentu sangat bernilai, namun sebagai bentuk ketaatan kepada hukum, mereka rela menyerahkannya kepada KPK.

Tampaknya selama ini baru  Jokowi dan Ganjar, pejabat publik yang menyerahkan barang pemberian hadiah kepada KPK. Semestinya apa yang mereka lakukan ini diteladani oleh para pejabat publik yang lain. Jangan menunggu sampai diseret oleh KPK. Salut buat Jokowi dan Ganjar. Rakyat negeri ini membutuhkan teladan pemimpin yang jujur. Merdeka!

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Jumat, 31 Januari 2014
Suko Waspodo

0 comments:

Posting Komentar