Welcome...Selamat Datang...

Jumat, 24 Januari 2014

Mereka yang Dekat dengan Keluarga Cikeas

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin mendalami keterlibatan semua nama yang disebut dekat dengan keluarga Cikeas, seperti Non Saputri atau Bunda Putri, Widodo Wisnu Sayoko, Widodo Ratanachaitong, Sengman Tjahja, dan Sylvia Sholeha alias Bu Pur.

Lebih lanjut, wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan lembaganya telah memperoleh nama-nama itu berdasarkan pemeriksaan penyidik dan pengakuan di persidangan. KPK sudah memasukkan data-data mereka ke database.

Inilah data-data sementara tentang mereka:

1. Sylvia Sholeha alias Bu Pur

Istri Purnomo D. Raharjo, teman satu angkatan Yudhoyono di Akabri.

Dalam kasus Hambalang, membantu Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam menolak permintaan utusan Nazaruddin yang ingin ikut menggarap proyek Hambalang. Sylvia juga ikut mengurus anggaran tahun jamak Hambalang.

2. Widodo Wisnu Sayoko

Mengaku kepada penyidik KPK sebagai kemenakan Siti Habibah, ibunda SBY.

Bersama dengan Bu Pur, dalam kasus Hambalang, mengurus anggaran tahun jamak Hambalang di Kementerian keuangan.

3. Non Saputri alias Bunda Putri

Istri Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Hasanuddin Ibrahim.

Bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, yang tersangkut kasus suap penambahan kuota impor daging sapi, menyatakan Non Saputri dekat dengan SBY.

4. Sengman Tjahja

Pernah menghadiri wisuda putra sulung SBY, Agus Harimurti, di Nanyang Technological University, Singapura Oktober 2008, Yudhoyono menghadiri resepsi pernikahan anak Sengman di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.

Ridwan Hakim, putra Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, menyebut Sengman sebagai utusan Presiden SBY.

5. Widodo Ratanachaitong

Komisaris Utama Kernel Oil Pte Ltd, Singapura.

Tersangka kasus suap SKK Migas, Deviardi, menyebutkan bahwa Widodo mengaku dekat dengan Edhie Baskoro Yudhoyono.

Daftar orang-orang yang disebut dekat dengan keluarga Cikeas ini semakin mempertajam dugaan keterlibatan keluarga Cikeas dengan beberapa kasus korupsi dahsyat negeri ini. Semoga KPK semakin berani dan tegas mengambil langkah sehingga semakin jelas siapa saja yang terlibat dan segera ditindak dalam kasus korupsi ini.

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Kamis, 12 Desember 2013
Suko Waspodo

0 comments:

Posting Komentar