Welcome...Selamat Datang...

Padi organik petani hasil pendampingan kami

Padi Rojolele organik

Lokomotif tua di kota kecil Cepu, Blora

Lokomotif tua yang sekarang kadang-kadang digunakan untuk kereta wisata di lingkunagn perhutani Cepu-Blora.

SATE BUNTEL KHAS SOLO

Lezat dan bikin kita ketagihan.

Jajanan khas Jawa

Jajanan khas Jawa ini sekarang sering disajikan dalam acara formal maupun informal. Lengkap, rasanya bervariasi dan sehat.

Para peserta LDK di Tawangmangu

Latihan Dasar Kepemimpinan diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa Surakarta di Tawangmangu pada tahun 2011.

Di Tanah Lot Bali

Refreshing di Bali pada tahun 2010, bersama teman-teman dosen.

Rabu, 11 Juni 2014

Getir













bermula dari ungkapan hati
terangkai kata nan sarat arti
meski tak seindah karya penyair
namun ungkapan tulus mengalir

aku bukanlah burung murai
yang pandai nyanyi membuai
aku juga bukan burung kenari
yang mungil senantiasa menari

aku hanya mampu menguntai kata
berbagi keindahan pelipur kala lara
harapku tak membuat buruk sangka
kalau tak suka silahkan dibuang saja

aku bukanlah seorang pujangga cinta
yang pandai menata mozaik bijak kata
aku hanya penikmat keindahan
yang ingin berbagi kebahagiaan

kadang hadir gamang diri tuk berpuisi
manakala kejujuran dimaknai menyakiti
haruskah hari-hariku kembali kian sepi
terkurung kegetiran hati tiada bertepi

***
Solo, Jumat, 6 Juni 2014. 9:32 pm
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo

Isyarat Cinta










rindu dendam menggelitik kalbu jua
bayang paras mencubit pelupuk mata
pastikan rasa itu padan senantiasa

usah risau rasa yang hadir di antara kita
cinta tak mesti masuk logika

sungguh tak pernah menyangka
hati terbakar bara api kerinduan
membisikkan kata manis nan romantis

menggenggam asa kita meraih rasa
dalam belaian kasih yang kian nyata
memaknai kehidupan indah serasa
membakar api gairah swarga loka
menusuk tajam hati yang lara

gairah kita kian membuncah
berharap sua tuk satukan raga
getaran napas bisikan asmara
padu pandang isyaratkan cinta

diiringi tembang cinta merdu syahdu
dua hati kian merindu tuk berpadu

***
Solo-Magdeburg, Kamis, 5 Juni 2014
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo & Gitanyali Ratitia
Ilustrasi: abh-153

Kemarau Merindu Hujan


















laksana kemarau merindu hujan
dua hasrat telah dipertemukan
menyusuri lembah seribu bunga
mencumbu gejolak sentuhan asa

dirimu hadir dalam kesepianku
menanti sepercik api gairahmu
naluri purba kita dalam pelukan
pastikan birasa menyatu perlahan

kurasa gamangmu dalam dekapan
tak kuasa menolak gelora tertahan
belaian kita mengalir bak sejuk air
haruskah kita biarkan tersia berakhir

detik berlalu menyatu dalam rindu
engkau dan aku terlena erat syahdu
tak ingin melalui saat tanpa makna
kita nikmati indah puncak asmara

isakmu lirih di keindahan paduan kita
usah risaukan apa yang engkau rasa
syukuri karunia cinta kita tersatukan
dalam binar pesona tak terlupakan

***
Solo, Kamis, 5 Juni 2014. 7:51 pm
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
pepnews
ilustr: Art Pics on Fb

Selasa, 03 Juni 2014

Surat Terbuka Rakyat Indonesia untuk Ibu Iriana Jokowi


Kepada yth,

Ibu Iriana Joko Widodo

Dengan hormat,

Kami atas nama seluruh rakyat Indonesia merasa bersyukur memiliki calon ibu negara seperti ibu. Seorang istri calon presiden yang sederhana dan senantiasa setia mendampingi bapak Joko Widodo selama ini. Ibu telah menjadi ibu yang baik bagi rakyat di Solo serta DKI Jakarta dan kami berdoa agar ibu bisa menjadi ibu negara RI. Ibu bagi kami seluruh rakyat Indonesia.

Ibu Iriana yang baik, nama ibu sudah menunjukkan isyarat terhadap keinginan kami. Iriana bagi kami bermakna Irian-Aceh. Jadi kami yakin ibu akan menjadi ibu bagi kami, ibu rakyat Irian hingga Aceh. Dan itu merupakan suatu hal yang membanggakan.

Ibu Iriana yang tercinta, kami rindu memiliki ibu negara yang sederhana, baik hati dan memperhatikan kami. Kami yakin bahwa nanti manakala bapak Jokowi menjadi Presiden RI ibu pasti akan tetap menjadi ibu yang sederhana dan setia mendampingi beliau. Kami berharap dengan kesetiaan serta ketulusan ibu tersebut dapat membuat bapak Jokowi semakin sabar dan bijak sebagai pemimpin kami.

Ibu Iriana yang terkasih, kami berharap dengan ibu menjadi ibu negara nasib para wanita, terlebih para TKW di luar negeri akan lebih diperhatikan . Kami berharap semakin sedikit minat para wanita Indonesia untuk menjadi TKW. Kami berharap semakin banyak peluang pekerjaan bagi para wanita di negeri sendiri sehingga semakin membuat negeri ini bermartabat karena para wanitanya tidak dilecehkan dan bahkan disiksa.

Selain itu juga kami berharap para wanita lebih diperhatikan martabatnya sebagai ibu rumah tangga maupun dalam karir mereka. Peningkatan dalam masalah kesejahteraaa keluarga agar bisa terus ditingkatkan. Singkatnya kami berharap kesetaraan gender  bisa terujut secara nyata.

Bagi para anak-anak, kami bermimpi memiliki generasi penerus yang berkualitas. Oleh sebab itu kami berharap agar ibu terus mendorong gerakan Revolusi Mental yang bapak Jokowi canangkan. Kami yakin dengan gerakan tersebut di kemudian hari kita akan memiliki generasi penerus yang berbudi pekerti yang baik dan berkaualitas.

Demikianlah sebagian keinginan kami. Sebenarnya masih banyak mimpi dan keinginan kami namun karena keterbatasan kesempatan ini baru hal-hal tersebut yang bisa kami sampaikan. Tetapi kami yakin bahwa ibu bisa mengamati keadaan kami dan bahkan merasakan suka duka kami maka kami yakin ibu akan mampu membantu kami untuk memperbaiki nasib kami.

Selamat mendampingi bapak Jokowi dengan tulus dan setia, selamat menyiapkan diri sebagai ibu negara. Kami rindu sosok ibu negara yang memperhatikan nasib rakyat. Merdeka!

Salam damai penuh cinta.

Solo, Minggu, 1 Juni 2014

Hormat dan cinta kami,
Rakyat Indonesia

Surat tersebut ditulis oleh Suko Waspodo salah seorang aktifis Facebookers Community For Jokowi (FCFJ) untuk menyampaikan aspirasi rakyat kecil dan telah dibacakan oleh Wanda Hamidah pada acara Hari Lahir Pancasila dan Event Budaya Relawan Jokowi 1 Juni 2014 di Pasar Triwindu Ngarsopuro, Solo.

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Senin, 2 Juni 2014
Suko Waspodo
Ilustrasi: dok. FCFJ


Kamis, 29 Mei 2014

Penantian Mimpiku

















detik waktu berlalu kian terasa hampa
sejak engkau terkurung sibuk pesona
namun rindu ini masih senantiasa ada
meski tak lagi sering engkau menyapa

rasa kangen ini tidak pernah berubah
hanya dirimu yang bisa hapus gundah
dalam kekalutan hasrat membuncah
makna dirimu kian terasa wangi indah

wahai kekasih harapan kudus kalbu
masihkah engkau juga merindu aku
ibarat kumbang membutuhkan sari
asmaraku berharap hadir cinta sejati

musim telah berganti seiring waktu
aku rela pada penantian panjangku
sadari setiap pilihan mesti berkorban
tak selalu mudah meraih indah impian

mencintai memang tak harus memiliki
salahkah bila aku ingin wujudkan mimpi
mengarungi keindahan rona pelangi cinta
bergandeng tangan menikmati paduan kita

***
Solo, Rabu, 28 Mei 2014. 9:55 pm
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
pepnews
ilustr: designzzz

Jokowi dan Angka 7


Selalu saja menarik untuk mengulas tentang Joko Widodo (Jokowi) dari sudut pandang manapun. Kali ini kita akan melihat dari sudut pandang otak-atik angka yang terkait dengan pribadi Jokowi.

1. Tahun Kelahiran 61 ….. (6+1)=7.

2. Usia 52 ….. (5+2)=7.

3. Gubernur DKI Jakarta yang ke 16 ….. (1+6)=7.

4. Rumah dinasnya di Jl. Suropati no. 7.

5. Tahun Pilpres 2+0+1+4= 7.

6. Di lagu not tertinggi = 7.

7. Lapisan langit tertinggi berada di lapis ke 7.

8. Pasti akan menjadi Presiden RI ke 7.

9. Selayaknya kita harus se7.

10. ….. dan masih banyak lagi hal yang lain …..

Demikianlah otak-atik angka tentang Jokowi yang semuanya menuju ke angka 7. Kita semua tahu bahwa angka 7 diyakini dalam kepercayaan serta budaya bangsa manapun di dunia ini mempunyai makna yang baik. Silahkan anda mencari sendiri informasinya dengan browsing di internet tentang angka 7 ini, maka anda akan menemukan bahwa angka 7 selalu dimaknai positif. Semoga demikian pula dengan capres kita kali ini, Jokowi dengan angka 7 nya.

Salam damai penuh cinta.

***

Solo, Sabtu, 24 Mei 2014

Suko Waspodo

Puisimu untuk Aku



















harus bagaimana aku mengeja rasa ini
saat bayangmu lincah menari di kisi hati
membisikkan indah kisah kinasih kita
bagai sepasang merpati nan selalu setia

harus bagaimana aku membaca rasamu
kala hadirmu membelah waktu tak terduga
berharap tulus rasa tertuju hanya untukku
bagai sejoli berjanji patrikan getar asmara

tahukah engkau hatiku begitu luas menantimu
seluas angkasa semestakan bintang bercahaya
kucumbu hatimu tuk tumpahkan gejolak rindu
berpagut dua jiwa kita dalam indah tulus cinta

wahai kekasih maya pemantik api gairahku
jiwa ragaku terpaut aura keteduhan batinmu
abadikan desir nadi kita dalam satu gelora
nikmati anugerah-Nya sepanjang sisa usia

***
Solo, Sabtu, 24 Mei 2014. 2:15 pm
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
antologi puisi suko