Welcome...Selamat Datang...

Padi organik petani hasil pendampingan kami

Padi Rojolele organik

Lokomotif tua di kota kecil Cepu, Blora

Lokomotif tua yang sekarang kadang-kadang digunakan untuk kereta wisata di lingkunagn perhutani Cepu-Blora.

SATE BUNTEL KHAS SOLO

Lezat dan bikin kita ketagihan.

Jajanan khas Jawa

Jajanan khas Jawa ini sekarang sering disajikan dalam acara formal maupun informal. Lengkap, rasanya bervariasi dan sehat.

Para peserta LDK di Tawangmangu

Latihan Dasar Kepemimpinan diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa Surakarta di Tawangmangu pada tahun 2011.

Di Tanah Lot Bali

Refreshing di Bali pada tahun 2010, bersama teman-teman dosen.

Senin, 29 Juni 2015

Cemburu













kulihat mendung di parasmu
pesona ayumu tersaput sendu
jangan engkau ragukan cintaku
tak mungkin kuberpaling darimu

dia hanyalah teman biasa saja
sekadar ramah bertegur sapa
salah pahammu tak perlu ada
tiada ingin kurusak jalinan kita

andai perlakuanku berlebihan
hanyalah ungkapan setia kawan
namun jika engkau tak berkenan
aku akan mengubah semua kesan

sungguh aku mohon maaf padamu
telah membuat engkau cemburu
kuberjanji tuk menjaga sikapku
tak akan kuulang risaukan hatimu

***
Solo, Kamis, 25 Juni 2015. 10:09 am
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
ilustr: fineartamerica

Semalam Bercinta



















dingin angin pagi menyentuh atis
melayang kenangan bercinta manis
usai malam indah penuh gairah
dalam bingkai cinta tulus pasrah

tiada lagi ragu menjerat rasa
tertumpah dalam paduan mesra
kubelai elokmu lembut memesona
terlena kita dalam cumbuan asmara

cahaya mentari pagi biaskan rona
membelai wajah ranummu manja
binar bahagia tersirat di senyummu
tak ingin kebersamaan cepat berlalu

desah gundah kita harus berpisah
dan menunggu kembali saat indah
meski baru semalam kita bertemu
serasa ingin bersama setiap waktu

***
Solo, Kamis, 25 Juni 2015. 6:27 am
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
ilustr: aliexpress

Renjana













jingga merona di lembut pipimu
hadir pesona bersahaja ayumu
senyum tulus tersungging indah
ranum bibirmu merah merekah

kutatap asa di bening netramu
dua hati bersua memadu rindu
getar naluri alirkan kehangatan
kian aku kagumi engkau pujaan

saat kugenggam jemari lembut
terasa gelora cinta bersambut
inikah awal paduan asmara kita
dalam cumbuan sepenuh mesra

inginku tak sekadar jumpa sesaat
namun kebersamaan kita merekat
terajut renjana engkau dan aku
bahagia selalu di perjalanan waktu

***
Solo, Selasa, 23 Juni 2015, 12:09 pm
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
ilustr: pinterest.com

Manfaat Puasa bagi Kesehatan


Selama ini mungkin kita memandang manfaat puasa hanya dari aspek religi saja, yaitu untuk menahan diri dan memperolah pahala. Padahal sesungguhnya ada beberapa manfaat yang lain. Banyak penelitian yang menyatakan bahwa berpuasa mempunyai dampak positif bagi kesehatan tubuh. Berikut ini adalah  sederet manfaat mengejutkan dari puasa yang jarang sekali diketahui. Silahkan anda cermati.

Meningkatkan Kemampuan Otak

Sejumlah periset di Amerika menjelaskan bahwa puasa ternyata mampu meningkatkan kemampuan otak seseorang. Selain itu, puasa juga berpotensi besar menurunkan tingkat stres selama dan setelah Ramadhan.

Menurunkan Kadar Kolesterol Tubuh

Sekelompok ahli jantung di Uni Emirat Arab meyakini bahwa puasa sanggup menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Dengan menjalankannya secara rutin, risiko terserang penyakit jantung dan stroke pun akan semakin kecil.

Meningkatkan Imunitas

Ketika berpuasa, terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Dikatakan oleh para ahli kesehatan, kondisi tersebut dapat menjauhkan anda dari berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung.

Meningkatkan Performa Seksual

Sebuah jurnal kesehatan menyebutkan, pada tahap awal puasa akan terjadi penurunan hormon testosteron yang berakibat pada menurunnya nafsu seksual. Tetapi, perlu anda ketahui, hal tersebut hanya bersifat sementara. Karena, beberapa hari setelah puasa, hormon testosteron serta performa seksual akan meningkat pesat melebihi sebelumnya.

Mengeluarkan Racun dari Tubuh

Manfaat puasa yang terakhir adalah mampu mendetoksifikasi tubuh dari racun yang menumpuk. Dijelaskan oleh sejumlah periset, bahwa selama berpuasa tubuh akan memakan cadangan lemak untuk menciptakan energi. Hasilnya, racun berbahaya yang tersemat di tubuh pun akan terbakar.

Demikianlah sedikit informasi tentang manfaat puasa untuk kondisi tubuh berdasarkan hasil penelitian. Semoga bisa bermanfaat bagi anda terutama yang sedang menjalankan puasa. Selamat berpuasa.

Salam sehat penuh cinta.

***
Solo, Minggu, 21 Juni 2015
Suko Waspodo
Ilustrasi: kaskus

Minggu, 28 Juni 2015

Dalam Ensiklik Baru, Paus Mengkritik Aborsi dan Pengendalian Penduduk


Dalam ensikliknya yang baru tentang lingkungan, Paus Fransiskus mengecam serangan terhadap kehidupan manusia seperti aborsi, eksperimentasi embrio dan pengendalian penduduk, seraya menekankan penghormatan terhadap penciptaan dan martabat manusia.

Paus menjelaskan bahwa “rasa persekutuan  mendalam dengan  alam tidak bisa menjadi nyata apabila hati kita tidak memiliki kelembutan, kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama manusia”.

“Pada saat kita melihat obsesi dengan menyangkal setiap keunggulan pada manusia;  semangat lebih ditampilkan dalam melindungi spesies lain daripada membela martabat  manusia,” katanya.

Ensiklik Paus “Laudato Si,” diterbitkan pada Kamis kemarin, 18 Juni 2015.

Pada awal tahun 2014, Vatikan mengumumkan rencana Paus untuk menulis ensiklik dengan tema “ekologi manusia” – sebuah frase yang sebelumnya digunakan oleh Paus Emeritus Benediktus XVI.

Sementara itu Ensiklik 184 halaman itu termasuk topik-topik kontroversial termasuk perubahan iklim, ia menekankan juga  bahwa perawatan lingkungan yang efektif, terlebih dahulu harus bekerja membela kehidupan manusia.

Ini adalah “jelas tidak konsisten”  memerangi perdagangan satwa langka, namun tetap acuh tak acuh terhadap perdagangan manusia,  orang miskin dan keputusan  ”menghancurkan manusia lain yang dianggap tidak diinginkan,” kata Paus.

Paus Fransiskus  juga membahas topik yang sangat diperdebatkan tentang pengendalian penduduk, solusi yang diusulkan untuk mengatasi masalah  kemiskinan dan menjaga konsumsi  sumber daya alam.

“Alasan menyelesaikan masalah orang miskin dan memikirkan bagaimana dunia bisa berbeda, beberapa  hanya dapat mengusulkan pengurangan tingkat kelahiran,” tambah Bapa Suci.

Dia mengecam fakta bahwa negara-negara berkembang sering menerima tekanan dari organisasi internasional yang memberi bantuan ekonomi “bergantung pada kebijakan mereka termasuk ‘kesehatan reproduksi’”.

Menyalahkan pertumbuhan penduduk dengan masalah kemiskinan, tapi “konsumerisme ekstrim  merupakan salah satu cara menolak untuk menghadapi masalah”.

Paus juga menolak diskontinuitas beberapa gerakan ekologi ‘dalam menyerukan pembatasan untuk ditempatkan pada penelitian ilmiah lingkungan, sementara pada saat yang sama gagal  menerapkan prinsip-prinsip yang sama untuk kehidupan manusia.

Sebagai contoh, ia mencatat bahwa dalam ilmu pengetahuan, ada “kecenderungan  membenarkan melanggar semua batas saat eksperimen dilakukan tentang  kehidupan embrio manusia”.

“Kita lupa bahwa nilai  manusia melampaui gelar pembangunan,” katanya, seraya menambahkan bahwa  teknologi mengabaikan prinsip-prinsip etika.

Setelah manusia berusaha kekuasaan mutlak, dasar-dasar hidup kita “mulai runtuh,” kata Bapa Suci, sehingga manusia bukan bekerja sama dengan Tuhan, tapi menempatkan dirinya di tempat  Tuhan.

Dalam ensiklik itu, Paus Fransiskus juga berbicara tentang pentingnya menerima dan merawat tubuh seseorang, karena melalui tubuh manusia berhubungan dengan lingkungan dan makhluk hidup lainnya.

Kehidupan keluarga adalah wadah bagi anak-anak pertama belajar bagaimana “menunjukkan cinta dan hormat terhadap kehidupan; kita diajarkan penggunaan hal-hal yang baik, ketertiban dan kebersihan, menghormati ekosistem lokal dan memelihara semua makhluk, “serta bagaimana berterima kasih atas apa yang mereka telah berikan”, jelasnya.

Salam damai penuh cinta.

Sumber Berita dan Foto: Catholic News Agency

***
Solo, Sabtu, 20 Juni 2015
Suko Waspodo

Paus Fransiskus: Pemanasan Global Mengancam Bumi


Paus Fransiskus mengingatkan bahwa pemanasan global tengah mengancam planet ini dan beliau menyatakan keharusan moral untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil, kata sumber-sumber Vatikan beberapa hari yang lalu.

Ensiklik mengenai lingkungan hidup secara resmi dirilis pada Kamis (hari ini), pemimpin 1,2 miliar umat Katolik dunia itu mengatakan perubahan iklim terutama adalah buatan manusia.

Masukan Bapa Suci datang pada saat yang kritis dalam perdebatan global, apa yang bisa dilakukan untuk membalikkan perubahan iklim dan dampaknya.

Intervensi Paus, dilihat sebagai sebuah potensi pengubah permainan oleh kelompok-kelompok Hijau, datang enam bulan sebelum para pemimpin internasional berkumpul di Paris untuk membuat kesepakatan global tentang langkah-langkah mengurangi emisi karbon.

Paus Fransiskus menjelaskan pandangannya dalam bentuk ensiklik, prinsip-prinsip dasar yang dirancang membimbing ajaran Katolik tentang topik yang dikeluarkan sebagai surat dari Paus kepada para uskup di seluruh dunia.

Ensiklik,yang berjudul “Laudato Si“, akan mereferensi pandangan tentang perubahan iklim yang sangat berpengaruh di Amerika Serikat dengan mengakui bahwa kasus alam seperti aktivitas gunung berapi telah memberi kontribusi pada fenomena meningkatnya suhu.

Namun itu akan meninggalkan keraguan bahwa Paus yakin bahwa penyebab terutama adalah manusia,  mengurangi bahan bakar fosil, dan mengembangkan sumber energi alternatif, demikian kutipan dari draf bocor yang diterbitkan secara online oleh mingguan Italia L ‘Espresso.

Dampak yang Besar

“Kekuatan alam yang besar tidak berada di bawah kendali kita, penyebab manusia,” kata seorang sumber yang dekat dengan teks akhir ensiklik.

“Ada bukti ilmiah yang kuat bahwa faktor manusia sudah memiliki banyak dampak dan menyebabkan kerusakan besar tidak hanya untuk alam itu sendiri tetapi juga untuk kehidupan orang-orang di seluruh dunia, khususnya masyarakat miskin.”

Pemikiran Paus Fransiskus tentang masalah ini sejalan dengan pandangan yang diuraikan dalam laporan PBB 2013 yang menyimpulkan bahwa ada kemungkinan 95 persen pemanasan global adalah hasil dari perbuatan manusia.

Dengan mengungkapkan masalah ini Paus  terlihat memiliki potensi mempengaruhi jutaan orang yang belum berpikir serius tentang topik itu, menekan hampir 200 pemerintah yang akan hadir di Paris pada Desember tahun ini.

“Ensiklik itu akan memiliki dampak besar,” kata Christiana Figueres, kepala Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC).

“Paus Fransiskus secara pribadi berkomitmen terhadap masalah ini tidak seperti Paus lain sebelumnya dan dia sangat vokal, sangat meminta perhatian tentang isu ini dan ensikliknya akan menyoroti  masalah itu.”

Dokumen itu akan memoles reputasi Paus Fransiskus sebagai Paus radikal sosial, namun isinya tidak mengejutkan.

Paus memberi pandangannya tentang masalah ini bulan lalu ketika ia memperingatkan “Hari Bumi” bahwa mereka akan bertanggung jawab pada Tuhan jika kerusakan lingkungan menimbulkan  kelaparan global.

Ada tuduhan  bahwa ia adalah “Paus Marxis”, namun Paus Fransiskus mengatakan pada hari Selasa bahwa mengangkat isu kemiskinan tidak membuat anda seorang komunis.

“Jadi sering seseorang mendengar orang-orang mengatakan ‘oh imam ini, uskup ini berbicara terlalu banyak tentang kemiskinan. Mereka bukan komunis sedikit?” Sebaliknya, kemiskinan di tengah Injil. Jika kita bawa keluar, tak seorang pun akan memahami pesan Yesus,” katanya dalam Misa pagi di kediamannya.

Salam damai penuh cinta.

Sumber Berita dan Foto: L ‘Espresso

***
Solo, Kamis, 18 Juni 2015
Suko Waspodo

Senantiasa Berserah



















kusambut bahagia indah hari
sehangat cahaya mentari
senantiasa kunikmati laku hidup
dengan gairah tak ingin redup

kemarau pastilah panas menyengat
namun tak ingin hasratku tercekat
meski sepoi angin terasa kering
mencintai-Mu ku tak akan berpaling

bising mesin kota terus mendera
tak putus kuraih cita sepenuh asa
racun asap terhisap tak terhindarkan
perlindungan-Mu selalu kubutuhkan

walau nafas kadang berat terengah
harapku tercapai dengan berserah
tak ingin hidup sekedar bermimpi
kumaknai karunia-Mu setulus hati

***
Solo, Kamis, 18 Juni 2015. 12:01 pm
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
ilustr: notonthehighstreet.com