Welcome...Selamat Datang...

Padi organik petani hasil pendampingan kami

Padi Rojolele organik

Lokomotif tua di kota kecil Cepu, Blora

Lokomotif tua yang sekarang kadang-kadang digunakan untuk kereta wisata di lingkunagn perhutani Cepu-Blora.

SATE BUNTEL KHAS SOLO

Lezat dan bikin kita ketagihan.

Jajanan khas Jawa

Jajanan khas Jawa ini sekarang sering disajikan dalam acara formal maupun informal. Lengkap, rasanya bervariasi dan sehat.

Para peserta LDK di Tawangmangu

Latihan Dasar Kepemimpinan diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa Surakarta di Tawangmangu pada tahun 2011.

Di Tanah Lot Bali

Refreshing di Bali pada tahun 2010, bersama teman-teman dosen.

Sabtu, 29 Maret 2014

Lukisan Cinta Kita













menghitung hari berjalan seperti awan
kunanti engkau hadir dalam lamunan
temani aku nikmati fantasi keindahan
mereguk anggur merah kebersamaan

kucumbu engkau dalam keheningan
meraih hasrat padu meski hanya angan
desir hangat merambat dalam dekapan
menghebat jamah gairah kesendirian

banyak kata kupilh untuk menguntai syair
hantar kangenku yang tak henti mengalir
ungkapan indah  berkesan perlahan terukir
lewat komunikasi hati yang tanpa akhir

kuwarnai hatimu dalam kanvas putih cinta kita
kau warnai hatiku dalam kanvas putih cinta kita
aku ingin engkau nikmati kebersamaan kita
engkau ingin aku nikmati kebersamaan kita

keindahan menyatu dalam peraduan nyata
ditingkah pantulan hasrat kita satukan asa
tulus hati kita berpadu dalam lukisan cinta
hiasi hari-hari kita menjadi kian berwarna

***
Solo, Senin, 3 Maret 2014
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
antologi puisi suko

Senin, 17 Maret 2014

Mengamati Elektabilitas Jokowi


Gubernur DKI Joko Widodo akhirnya resmi menjadi capres PDIP. Joko Widodo atau lebih beken dengan nama panggilan Jokowi bukanlah ketua umum parpol atau pengusaha kaya, tetapi anak ajaib yang didukung masyarakat karena citra merakyat. Seperti apa jejak perjalanan elektabilitas Jokowi dari masa ke masa? Mari kita amati dengan mencermati paparan berikut ini.

Tidak begitu lama setelah dilantik jadi DKI-1 pada 15 Oktober 2012 silam, nama Jokowi terus menghiasi berbagai survei capres. Bahkan nama Jokowi langsung muncul sebagai capres yang patut diperhitungkan. Padahal saat itu belum ada yang mencapreskan dia namun sudah membuat panas-dingin mereka yang sudah nyata-nyata mencapreskan diri.

Survei pertama yang mencantumkan nama Jokowi sebagai capres muncul di awal tahun 2013. Lembaga survei Pusat Data Bersatu (PDB) pimpinan Didik J Rachbini yang merilis survei tersebut pada 6 Februari 2013. Hasil survei PDB saat itu menunjukkan Jokowi unggul di urutan pertama dengan 21,2% mengalahkan Prabowo (18,4%) dan Megawati (13,0%).

Selanjutnya survei kedua dirilis oleh Lembaga Survei Jakarta (LSJ) pada 19 Februari 2013. Survei yang berlangsung di 33 provinsi dengan 1.225 sampel itu memiliki margin error 2,8%. Hasilnya, Jokowi unggul lagi dengan 18,1 persen di urutan pertama, disusul Prabowo Subianto 10,9 persen dan Wiranto dengan 9,8 persen.

Survei ketiga di tahun 2013 dirilis pada 17 Mei 2013 oleh Median Survei Nasional (Median). Hasilnya, kembali nama Gubernur DKI Joko Widodo duduk di nomor urut 1 dengan 92%, disusul Jusuf Kalla (91,8%) dan Megawati Soekarnoputri (91,3%).

Nama Jokowi lagi-lagi bersinar dalam survei keempat di tahun 2013 yang dirilis oleh Pol-Tracking Institute pada 5 Mei 2013. Dalam survei ini 14 nama tokoh diuji melalui focus group discussion dengan melibatkan para ahli dari akademisi, pakar daerah, politisi, LSM, tokoh media, pengamat politik termasuk tokoh masyarakat. Dari 14 nama yang disurvei, Jokowi menang telak dengan skor 82,54 persen, disusul Tri Rismaharani 76,33 persen dan Fadel Muhammad 70,38 persen.

Survei kelima digelar LIPI dan dirilis 27 Juni 2013. Dari hasil survei ini menunjukkan Jokowi makin jauh meninggalkan Prabowo dengan 22,6%, disusul Prabowo Subianto dengan raihan 14,2% dan Aburizal Bakrie 9,4%.

Indonesia Research Centre (IRC) menjadi surveyor keenam di tahun 2013 yang memenangkan pria 52 tahun itu. Survei itu dirilis pada 28 Juni 2013. Survei ini menempatkan Jokowi di nomor urut 1 dengan 24,8%, disusul Prabowo Subianto 14,8% dan Aburizal Bakrie 7,95 %.

IRC mengulang surveinya pada 16 Juli 2013. Survei ketujuh di tahun 2013 ini dilakukan dilakukan terhadap pemilik telepon di 11 kota besar di Indonesia pada 8-11 Juli 2013. Hasilnya publik memilih Jokowi sebagai presiden dengan 32%. Setelah itu Prabowo (8,2%) dan Wiranto (6,8 persen).

Survei kedelapan di tahun 2013 digelar oleh PDB Rabu, 17 Juli 2013. Ini merupakan survei kedua yang digelar PDB di tahun 2013 dengan metode yang sama. Hasilnya, Joko Widodo makin tak tertandingi dengan 25,97%, meninggalkan Prabowo Subianto (19,83%) dan Megawati Soekarnoputri (13,08%).

Memasuki tahun 2014 elektabilitas Jokowi semakin tak terkalahkan. Survei capres terakhir yang digelar oleh Indo Barometer semakin mengukuhkan posisi Jokowi sebagai capres terkuat saat ini.

"Simulasi 13 nama capres, Joko Widodo yang paling tinggi dipilih 34,8%, disusul Prabowo Subianto (17,4%), dan Aburizal Bakrie (12,5%). Sedangkan Megawati dan Wiranto dipilih masing-masing sebesar (6,8%). Calon lain kurang dari 2 persen," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, dalam paparan survei di Kantor Indo Barometer di Jl Tebet Barat Dalam, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Maret 2014.

Tren elektabilitas Jokowi memang semakin bagus, namun dengan raihan di bawah 50% Jokowi belum mampu memenangkan Pilpres satu putaran. Akankah 'anak ajaib' dari Solo ini meraih kursi RI-1? Rakyat yang menentukan. Merdeka!

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Senin, 17 Maret 2014
Suko Waspodo
Sumber Gambar: politik.kompasiana.com

Jumat, 28 Februari 2014

Resahku Tanpamu












malam dingin sunyi menggelayuti
berharap engkau di sisi menemani
rintik hujan merdu berdendang
iringi suara hatiku nan bimbang

adakah kau rasa kerinduanku
memeluk sepi aku tanpa dirimu
jika belalang dapat berbicara
kan kutitipkan salamku padanya

resahku adakah resahmu jua
kehampaan kian meraja di jiwa
namun waktu tak dapat kembali
engkau dan aku tak lagi di sini

akankah tiada lagi harapan
tuk satukan lagi asa tertawan
jika angin bisa hembuskan pasir
biarkan waktu beri jawab mengalir

bayangmu senantiasa ada di hatiku
menemani setiap langkah hidupku

***
Solo-Tangerang, Sabtu, 22 Februari 2014.
‘salam hangat paduan cinta’
Suko Waspodo & Dian Yulia
ilustrasi: ArtPics On Fb

Engkau Terindah bagiku

















di dirimu kutemukan seutuhnya anugerah
sederhana namun membuatku terpesona
tutur katamu cerminan pribadimu indah
kelembutan sikapmu pancarkan tulus aura

ayu parasmu menghangatkan hasratku
mencairkan gairah yang lama membeku
bening cinta senantiasa jernih mengalir
dua rasa berpadu dalam asmara terukir

ijinkan aku mencintaimu meski tak mudah
tapi kuyakin perasaanku padamu tak salah
tak peduli apapun yang mesti kuhadapi
karena aku tak bisa membohongi  hati ini

hadirmu membuat hidupku lebih berwarna
senyum dan sapamu membuatku bahagia
walau jarak nyata memisahkan raga kita
tapi kuberharap suatu saat kita pasti jumpa

kuingin rasa ini semakin nyata di antara kita
saling mengisi ruang kosong dalam hati
memberi arti hari-hari indah kita penuh cinta
dengan memahami dan senantiasa berbagi

selamanya aku mencintaimu dengan setulus hati
aku katakan ini agar engkau senantiasa mengerti
ada getar rindu untukmu dalam setiap hela nafasku 
engkaulah cinta paling indah dalam hidupku

kunikmati sungguh makna dirimu dalam hidupku
kini aku bahagia dalam dekap hangat kasih sayangmu
kesejatian cinta dan kasih sayangku hanya untukmu
semoga cinta kita abadi selalu sampai usia berlalu

sejak engkau mengisi kekosongan ruang hatiku
puisi-puisi sepiku yang sendu kini telah berlalu
kau taburkan berjuta kata mesra yang tiada habisnya
terima kasih telah mencintaiku dengan sempurna

***
Solo, Sabtu, 22 Februari 2014. 06:07 am
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
pepnews

 

Kamis, 27 Februari 2014

Masih Sebatas Impian


Kamar ini, ya, hanya kamar ini yang selalu setia menemaniku.

Entah tatkala aku sedih, atau ketika ku tersenyum di depan meja rias yang buram tak bening lagi menatapku. Tape recorder bass minimalis pun setia mengalunkan dentingan piano Yanni dalam hari-hariku. Selalu itu, instrumentalia yang menyelusup di liang gendangan tak jemu. Mengalunkan simfoni, harmoninya masuk di telingaku.

Siang atau setengah siang, sepuluh lebih sepuluh, detik waktu berjalan di putaran jam dinding di ujung kamarku.

“Kenapa dia tak pernah lelah ya?“
Tanya bodohku dalam hati. Dia selalu tepat dalam menempatkan jarum-jarum detiknya.

Tak-tik-tak-tik-tak-tik

Tak pernah berhenti, dan tak pernah ingkar janji.

“Bagai merpati saja”
Pikirku.

Apa dia punya ilmu gendam ya, atau sejenis hipnotis. Perlahan tapi pasti kuikuti langkah mantapnya, ke atas ke arah angka tiga, empat, sembilan.. dan.. ah.. biarkan saja dia berjalan sesuai keingiannya.

Biarkan dia menunaikan tugasnya.

……………

“Ooh”
Aku tercekat.

Lembut belaian jemari itu mendarat di pipiku. Membelai rambutku yang sedikit tersibak di bahu.

Tatap mata itu lekat disampingku. Mengalahkan perhatianku pada jarum berdetak-detik sepintas lalu.

Seperti sang pangeran yang mengajak sang putri berdansa. Menurut saja aku digamitnya. Lengan kuat itu lembut dipinggangku. Jemarinya menyibak rambutku. Mengelus pipiku sepenuh cintanya, setulus hatinya.

Senyum itu, ohhh...

Lesung pipitnya yang kecil tak mampu ia sembunyikan diantara senyumnya.

Rapi giginya menyembul dari balik bibir merah keabu-abuannya.

Tak ada sejengkal hidungku di hadapnya.

Andai jam dinding itu tak menatapku, pasti aaahhh.....

“Tak ada angin tak ada hujan, inboxpun engkau sudah tak pernah lagi. Dan engkau di sampingku sekarang. Ada apa?”

Dan dia hanya tersenyum.

Semakin dekat, semakin menyesak aku di dadanya... mata kami beradu...

Perlahan kupejamkan mata ini, semakin lembut jemarinya di pipiku.

Detak-detak waktu mengantarkan naluriku...

Kusambut, lenganku ingin memeluknya,
tak sampai.

Perlahan aku buka mataku.

Aku cari dia. Di sampingku, tidak ada.

Aku sapukan pandanganku, dia tidak ada.

Aku terduduk. Sekali lagi aku melirik ke jam dinding itu. Masih sama jarumnya mengitari angka-angka pasti yang menempel padanya.

Jarum itu menunjuk dua belas nol satu.

Aku termangu.

“Mimpikah aku? Tapi dia nyata di sampingku”.

Aku usap pipiku, masih sama. Tak ada jejak  yang ia tinggalkan untukku.

Ian... ya iansaja@yahoo.com hadir di sisiku. Peng-inbox One Man’s Dream di emailku setahun yang lalu.

Aku yakin, itu dia.

.................

Aku meraih tabletku …

“OMG!”

“ iansaja@yahoo.com”
                                         
11.03 WIB
                                        setiap kali kumenatap potretmu
                                        semilir berdesir kangen  hadir
                                        setiap kali kumaknai senyummu
                                        hasrat kuat hangat mengalir

                                        indah rikmamu tergerai santun
                                        menyentuh pipi indahmu ranum
                                        jernih netramu syahdu menuntun
                                        maknai hatimu dibalik senyum

                                        terdendang lirih senandung pedih
                                        untaian syairmu bernada sendu
                                        tegar tampakmu menyimpan sedih
                                        terpaan jalan hidup menguji kelu

                                        tergetar ungkap masa lalumu
                                        kagumku terukir dalam  putih
                                        bergetar terucap janji berpadu
                                        tulus memelukmu dalam kasih

Dadaku berdegup kencang.

“Ada rasa kangen yang semakin menghebat semenjak perjumpaan sapa kita lewat YM kita saat itu. Hadir keinginan kuat untuk menemuimu. Namun aku selalu termangu dalam kerendahdirianku. Hanya One Man’s Dream Yanni. Sebuah tindakan nekat untuk mencoba meraih hatimu. Namun setelah itu pun aku kembali tergugu dalam ragu. Tak ada keberanian untuk mengungkapkan kegundahanku. Bahkan hampir setahun aku abaikan semua email darimu maupun sapaan YM mu. Aku terkungkung dalam rasa minderku”

...............

Hhhh....

Berat helaan nafas ini tersengal. Menahan bening di sudut mataku.

Ungkapkan kekagumannya padaku, pendidikanku dan karirku di chatting YM masih tersimpan di daftar inboxku.

“Aku hanya pria seniman yang mencoba meraih mimpi untuk menjadi penulis syair lagu. Namun belum pernah mencetak lagu hit bagi penyanyinya”.

Entah sudah berapa larik baris yang aku baca...

“Namun siang ini aku mencoba  memberanikan diri untuk mengungkapkan kejujuran perasaanku padamu lewat puisi. Semoga engkau memahami maksud hatiku. Maafkan aku, aku tak mampu lagi menahan rasa kangenku dan inginku untuk berjumpa denganmu. Kuharap engkau berkenan membalas emailku ini. Aku yang merindukanmu.”

Terkatup bibir tak mampu aku ucapkan lirih saja.

Rintik hujan mengiringi luruhnya titik air bening di sudut mataku.

“Ian...
Perjumpaan yang tak kunjung ada tak menyurutkan kangen rinduku padamu”

***
Solo_Magelang, Senin, 17 Februari 2014
Suko Waspodo & Umi Azzurasantika
ilustrasi: ArtPics On Fb





Selasa, 25 Februari 2014

Nafas Tirai Cinta


















ada bayang anggunmu saat kita saling sapa
tersirat dari santun runtut tatanan kata
apakah ini akhir dari rentang pencarian
sejak hati hilang dari genggaman

saling ungkap diri dekatkan hati
membuka tirai ruang kalbu sepi
manakala lara mulai beringsut
ketika itu kata kita bergelut

setiap detik dan detak adalah kerinduan
warnai kanvas cinta kita indah lukisan
bagai seleret warna selendang pelangi
dalam keagungan cinta tak bertepi

saling menggenggam kita menjaga asa
menata syair birasa dalam paduan raga
lekat jiwa dengan jiwa hati dengan hati
tenggelam di kedalaman tatap mata janji

saling menyentuh kita lumatkan hasrat
alirkan nikmat naluri yang lama tercekat
sentuhanmu sentuhanku sentuhan kita
gumulkan sejuta asmara kecamuk rasa

sadari jalan kehidupan tidaklah mudah
namun paduan hati tak akan menyerah
bersimpuh dalam janji dan ikatan suci
bersama leburkan dua jadi satu hati

***
Solo_Jakarta, Senin, 17 Februari 2014. 1:50 pm
‘salam hangat paduan cinta’
Suko Waspodo & Aurora Borealisa
pepnews
ilustrasi: ArtPics On Fb

Jumat, 21 Februari 2014

Mencintaimu lewat Jejaring Sapa



















tersengat naluri kagum saat pertama sua
pada untai santun kata lewat jejaring sapa
terjalin benang-benang asmara merenda
dihiasi pernak-pernik indah mutiara kata

ada kerinduan yang kian menyengat kalbu
setiap kali kita jumpa di bening maya biru
kuterpesona pada kuning langsat parasmu
di kelembutan sungging manis senyummu

kumaknai kerlip bintang di kerjap netramu
laksana kejora pemandu arah tulus cintaku
mendekatkan niat hati  kita untuk berpadu
meski terpisah oleh jarak ruang dan waktu

nyata tak dekat hati kita tak pernah jauh
berpeluk angan kita kuatkan niat sungguh
mencumbu senyummu kurasakan teduh
desah padu kita terengah kian berpeluh

kadang bias-bias cemburu hadir menggoda
sadari banyak kumbang kagumi ayu adinda
namun yakin jalinan kita tak akan ternoda
karena telah tertanam rasa saling percaya

***
Solo_Hongkong, Senin, 10 Februari 2014. 10:33 pm
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo & Ernawati
pepnews
ilustrasi: ArtPics On Fb