Welcome...Selamat Datang...

Padi organik petani hasil pendampingan kami

Padi Rojolele organik

Lokomotif tua di kota kecil Cepu, Blora

Lokomotif tua yang sekarang kadang-kadang digunakan untuk kereta wisata di lingkunagn perhutani Cepu-Blora.

SATE BUNTEL KHAS SOLO

Lezat dan bikin kita ketagihan.

Jajanan khas Jawa

Jajanan khas Jawa ini sekarang sering disajikan dalam acara formal maupun informal. Lengkap, rasanya bervariasi dan sehat.

Para peserta LDK di Tawangmangu

Latihan Dasar Kepemimpinan diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa Surakarta di Tawangmangu pada tahun 2011.

Di Tanah Lot Bali

Refreshing di Bali pada tahun 2010, bersama teman-teman dosen.

Jumat, 18 Juli 2014

Yang Perlu Kita Pahami tentang Pilpres 2014

Para Kandidat

Joko Widodo alias Jokowi adalah seorang pengusaha yang pernah menjadi walikota Solo selama satu setengah periode serta kemudian menjadi gubernur Jakarta dan calon wakilnya Jusuf Kalla, mantan wakil presiden, berkompetisi melawan mantan jenderal angkatan darat Prabowo Subianto dan mantan menteri perekonomian Hatta Radjasa.

Jokowi, mewakili Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), digambarkan sebagai seorang yang rendah hati dan berasal dari rakyat. Dia dikenal dengan sistem pemerintahannya yang efektif dan berusaha menggambarkan dirinya sebagai kandidat dari luar poros kekuasaan lama.

Prabowo, yang memimpin Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), mencitrakan dirinya sebagai pemimpin yang tegas. Namun dia juga harus menghadapi dugaan pelanggaran hak asasi manusia saat dia menjabat sebagai Pangkostrad di masa pemerintahan Suharto di akhir 1990-an.

Yang Dipertaruhkan

Kampanye kedua kandidat presiden ini menggunakan retorika nasionalis terhadap ekonomi, korupsi dan isu-isu domestik lain seperti infrastruktur, pendidikan dan jaminan sosial.

Jokowi berjanji akan mendongkrak produktivitas Indonesia dengan mendukung bisnis kecil dan mikro serta meningkatkan sistem keuangan.

Prabowo berkampanye dengan mengedepankan program kendali ekonomi domestik yang lebih kuat dan membatasi peran investor asing di sektor minyak dan gas. Dia juga berjanji untuk mengurangi "kebocoran" aset Indonesia yang berdasarkan perkiraan timnya, mencapai USS84,5 miliar per tahun.

Namun kurangnya rincian kebijakan dari kedua kandidat mengenai penciptaan lapangan kerja atau meningkatkan pertumbuhan ekonomi telah membuat banyak pemilih khawatir. Karena realitanya tingkat pengangguran di negeri ini masih sangat tinggi.

Pandangan Mereka tentang Kebijakan Luar Negeri

Prabowo menekankan pentingnya kekuatan militer dan mengatakan bahwa wibawa internasional berdasarkan pada kekuatan militernya.

Jokowi ingin memperkuat hubungan antara Indonesia dengan negara-negara lain melalui diplomasi dan mengatakan bahwa keterlibatan militer adalah jalan terakhir untuk menyelesaikan sengketa.

Tidak satu pun dari para kandidat yang punya kejelasan mengenai sasaran kebijakan luar negeri Indonesia di Asia Tenggara dan tidak ada yang memiliki sikap pasti atas ketegangan di Laut Cina Selatan.

Siapa yang Akan Menang?

Jajak pendapat mengindikasikan bahwa hasil pemungutan suara kemungkinan tidak akan berbeda jauh. Jokowi memimpin selama masa kampanye dan pada satu titik unggul tigapuluh poin. Namun sejumlah survei terakhir menunjukkan elektabilitasnya menurun hingga kurang dari lima poin saja.

Para pengamat politik mengatakan pemilih mengambang memiliki dampak signifikan terhadap hasil suara. Sekitar seperlima pemilih berada dalam kategori ini menurut survei pada akhir Juni.

Bagaimana Pemilihan Berlangsung?

Seratus sembilan puluh juta rakyat Indonesia memiliki hak pilih. Mereka akan memilh presiden dalam satu putaran. Siapa pun kandidat yang memperoleh suara terbanyak akan menang dan memimpin selama lima tahun.

Hasil resmi akan diumumkan pada 21-22 Juli. Presiden yang baru akan dilantik pada 20 Oktober dan harus membentuk kabinet dalam dua pekan.

Demikianlah sekedar tulisan kecil untuk sedikit menggambarkan tentang pilpres 2014 ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua untuk terlibat menentukan masa depan bangsa dan negara.

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Selasa, 8 Juli 2014
Suko Waspodo

Senin, 07 Juli 2014

Jokowi dan Eksistensi NKRI

Fenomena Jokowi memang sungguh luar biasa. Pola kepemimpinannya yang jujur, sederhana serta merakyat menjungkirbalikkan mental pejabat negeri ini yang cenderung pongah, serakah dan korup. Keberhasilannya sebagai walikota Solo serta kemudian sebagai  gubernur DKI Jakarta membuat dia semakin dicintai dan dikagumi rakyat negeri ini. Tampilnya dia sebagai capres pada pemilu presiden kali ini membuat suasana demokrasi  menjadi semakin menggairahkan.

Lalu apa hubungannya dengan eksistensi NKRI? Kita semua tahu bahwa sejak jaman orde baru, yang begitu represif membungkam suara rakyat, hingga era reformasi, yang tak jelas arahnya, tingkat golput semakin tinggi dari pemilu ke pemilu. Sangat memprihatinkan dan tentu saja ini menjadi pertanda bahwa rakyat semakin tidak mempercayai pemerintahan yang ada.  Hal ini berarti sangat membahayakan eksistensi NKRI. Selanjutnya dengan tampilnya Jokowi sebagai capres membawa gejala tingkat golput akan turun. Hal itu bisa kita cermati dari suara-suara mereka yang menyatakan tidak akan golput dan memilih Jokowi karena mereka yakin bahwa Jokowi akan membawa pembaharuan bagi negeri ini.

Kegairahan masyarakat terhadap pilpres kali ini begitu luar biasa, terutama para pendukung Jokowi.  Mereka dengan suka rela membentuk kelompok relawan pemenangan Jokowi dan membiayai sendiri semua aktifitas mereka. Bahkan yang lebih menarik lagi adalah masyarakat rela memberikan bantuan finansial melalui rekening yang dibuka oleh pasangan capres no 2 ini. Tentu hal ini tak terduga bisa terjadi. Tapi itulah faktanya, selama ini biasanya capres atau caleg mengeluarkan biaya untuk menarik simpati rakyat namun untuk Jokowi rakyat justru rela mengeluarkan biaya untuk kemenangan jokowi. Sungguh menakjubkan!

Hal ini juga terlihat pada bagaimana kecewanya para pemilih di luar negeri, sebagian besar pendukung Jokowi, saat terjadi kekurangan kertas suara. Mereka melakukan protes keras terhadap penyelenggara pemungutan suara di sana. Aroma kecurangan pilpres di luar negeri mulai tercium. Bawaslu seharunya bertindak cepat dan tegas terhadap masalah ini.

Keterlibatan aktif masyarakat pemilih dan terutama para mantan golput menunjukkan betapa dahsyatnya pengaruh Jokowi bagi rakyat negeri ini. Rakyat sangat berharap melalui pilpres kali ini mereka memperoleh seorang presiden yang benar-benar memahami mereka. Kita yakin NKRI yang di ujung keterpurukan ini akan terselamatkan apabila Joko Widodo bersama Jusuf Kalla memenangi pilpres kali ini.

Mari kita gunakan hak pilih kita pada pilpres kali ini untuk kemenangan capres-cawapres no. 2. Kemenangan Jokowi adalah kemenangan rakyat demi tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia. LAWAN POLITIK UANG !!!

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Senin, 7 Juli 2014
Suko Waspodo

Pemilihan Umum Presiden dan Perjuangan bagi Kebaikan Bersama

Pada tanggal 9 Juli 2014 yang akan datang kita akan melaksanakan peristiwa penting, pemilihan presiden dan wakil presiden. Inilah momen yang penting bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Dalam pilpres inilah kita menentukan kepada siapa penataan bangsa dan negara ini 5 tahun ke depan kita serahkan.

Oleh sebab itu dalam tulisan kecil ini saya akan mencoba berbagi tentang bagaimana kita mesti berperan serta dalam pilpres yang akan datang ini. Kita tentu sepakat bahwa dengan keterlibatan kita maka kita akan ikut menentukan nasib bangsa dan negara kita.

Keterlibatan dalam Pemilu Merupakan Bagian Perjuangan Iman

Kita beriman kepada Tuhan. Dia berada di antara kita dan terlibat memperjuangkan kondisi dunia bagi kebaikan bersama, apapun suku, ras, agama dan golongan.

Situasi dan kondisi Indonesia dengan segala masalahnya saat ini adalah ‘tanah-air penjelmaan’ kita. Di tanah-air penjelmaan inilah kita dipanggil untuk memperjuangkan kebaikan bersama. Kita mengungkapkan iman dengan doa, sedangkan kita mewujudkan iman melalui aksi nyata memperbaiki kondisi kehidupan bersama di Indonesia.

Memilih presiden dan wakilnya yang tepat adalah bagian integral dari aksi nyata kita memperbaiki kondisi kehidupan bersama di Indonesia. Memilih secara tepat menjadi bagian sangat penting perjuangan iman.

Prinsip-prinsip untuk Memandu Pilihan Kita

Kita harus memilih berdasarkan prinsip kebaikan bersama, yaitu keseluruhan kondisi sosial yang memberdayakan dan memungkinkan semua warga, baik sebagai kelompok maupun pribadi, mencapai kepenuhan hidup yang optimal dan secara optimal. Maka, kita mesti memilih calon presiden dan wakilnya yang paling mendekati cita-cita perwujudan kebaikan bersama itu.

Apabila ‘kebaikan bersama’ sulit dipahami, kita dapat memahaminya melalui kebalikannya, yakni ‘keburukan bersama’. ‘Keburukan bersama’ adalah suatu kondisi masyarakat yang ditandai dengan keluasan korupsi, kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia, penyingkiran kaum miskin dan kaum minoritas, perusakan lingkungan, terror, intoleransi agama, perampokan sumber alam, militerisme dan kediktatoran, dan sebagainya.

Karena itu, kita seharusnya tidak memilih calon presiden dan wakilnya yang berpotensi menciptakan ‘keburukan bersama’ itu. Mana di antara 2 calon presiden yang layak kita pilih? Tentukan pilhan berdasarkan pertimbangan demi ‘kebaikan bersama’.

Siapa yang Harus Kita Pilih dalam Pilpres 9 juli 2014?

Sungguh merupakan tindakan yang bodoh apabila kita mencoblos berdasar penampilan, sebab penampilan hanyalah kesan sesaat. Sama bodohnya juga jika kita memilih karena diberi uang. Demikian juga kita tidak seharusnya mencoblos hanya karena percaya janji kampanye, sebab janji-janji kampanye akan lenyap setelah kampanye usai. Visi dan misi para calon presiden dan wakilnya juga bukan jaminan yang meyakinkan untuk memilih, sebab dengan mudah visi dan misi itu berubah setelah pemilu.

Cara yang paling bijak untuk menentukan pilihan adalah berdasarkan bukti kebiasaan kepemimpinan. Kebiasaan kepemimpinan adalah kebiasaan perilaku memimpin. Mana di antara 2 calon yang selama ini telah terbukti mempunyai kebiasaan memimpin dengan perhatian pada kesejahteraan rakyat kecil? Cukuplah kebiasaan kepemimpinan itu terbukti pada lingkup kota. Sebab, dia yang setia dalam hal kecil juga akan setia dalam perkara besar. Dia yang telah teruji dan terbukti setia pada lingkup kepemimpinan kota juga lebih mungkin setia dalam urusan sebesar negara.

Bukti kebiasaan kepemimpinan itulah kunci kita dalam memilih. Kebiasaan perilaku manusia tidak mudah berubah! Dia yang dulu punya kebiasaan otoriter, melanggar hak asasi, korup dan menipu juga akan memerintah dengan otoriter, melanggar hak asasi, korup dan sebagainya.

Sebaliknya, dia yang telah terbukti mempunyai kebiasaan memimpin dengan dedikasi kepada rakyat, demokratis dan tidak korup juga akan memimpin Indonesia dengan kebiasaan yg sama. Ingat, dia yang telah setia memimpin dengan kebiasaan luhur atas sebuah kota juga akan setia memimpin sebuah negara. Sosok pemimpin itulah yang harus kita pilih dalam pilpres 9 Juli 2014.

Demikian sharing tulisan sederhana ini hanya merupakan bentuk kepedulian  terhadap masa depan bangsa dan negara kita ini. Semoga dapat menjadi referensi dalam menentukan pilihan anda.

Mari kita gunakan hak pilih kita dalam pilpres 9 Juli 2014. Jangan menghancurkan masa depan bangsa dan negara ini hanya demi kepentingan sesaat. LAWAN POLITIK UANG !!!

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Minggu, 6 Juli 2014
Suko Waspodo

Para Artis Pendukung Jokowi

Inilah sebagian para artis yang sudah menyatakan dukungan dan menentukan pilihannya pada pasangan capres-cawapres no. 2: Joko Widodo – Jusuf Kalla:

Sherina, Slank, Anggun, Ari Lasso, Erwin Gutawa, Gita Gutawa, Afgan, Once, Adie MS, Glen Fredly, Tompi, Sandi Sandoro, Titiek Puspa, Indi Barends, Jay Subyakto, Krisdayanti, Yuni Shara, Ian Antono, Ahmad Albar, Oppie Andaresta, Rif, KLa Project, Ello, Roy Martin, Gading Martin, Vino G, Marsya Timothi, Inul Daratista, Kristina, Cak lontong, Slamet Rahardjo, Desta, Indra Bekti, Indra Birowo, Setyawan Jody, Wanda Hamida, Cinta Laura, Nina Tamam, Joe Taslim, Tika Panggabean, , Nico Siahaan, Happy Salma, Erros Djarot, Butet Kertarajasa, Dira Sugandi, Andre Hehanusa, Kikan, Bams, Giring, Koil, Jogja Hip Hop, Melly Manuhutu, Widyawati, Vieratale, Ade Govinda, 3 Composers, Sys NS, Darius, Five Minutes, Acha Septriasa, , Tata Tangga, Soul ID, Tika T2, Siti Badriah, Zaskia Gotik, Kerispatih, Kangen, Delon, Fitri Cartlina, Edo Kondologit, Yovie Widianto, Deny Chandra, Barry Likumahuwa, Kill the DJ, Joey Saint Loco, Mike Idol, Ronny Waluya, Roy Jeconiah, Nia Dinata, Lala Timothy, Navicula, Yukie Pas Band, Mira Lesmana, Bonita, Eddy Brokoli, Feby Febiola, Sandrina Malakiano, Rieke Diah Pitaloka, Banyu Biru, Jhody Bejo, Ayu Azhari, Maria Eva, Hello, Andine, Omesh, Dochi Pee Wee Gaskin, John Paul Ivan, Che Cupumanik, Yacko Stereocase, Billy Beat Box, Duo Unyu-unyu, Merpati, Rumor, Zivilia, Mona Ratuliu, Vanessa Angel, Morgan Oey, Anji, Upi Rock, Riri Riza, Ringgo Agus, Chiko Jericho, Olga Lydia, Priscila Nasution, Cathy Sharon, Marcell Siahaan, Intan Ayu, Sophia Latjuba, Melanie Subono, Dewi Lestari, Sarah Sechan, Oka Antara, Sarwana, Coklat dan masih banyak lagi. Belum termasuk juga para artis daerah.

Demikianlah sedikit tulisan sederhana untuk sekedar berbagi informasi tentang pendukung Jokowi dari kalangan artis. Mereka adalah para artis yang sadar bahwa Jokowi akan mendukung kreatifitas mereka.

Semoga informasi ini dapat semakin memantapkan pilihan kita pada pasangan Jokowi-JK pada pilpres 9 Juli nanti. LAWAN POLITIK UANG, MENANGKAN JOKOWI SEBAGAI PRESIDEN PILIHAN RAKYAT.

Salam dua jari penuh cinta.

***
Solo, Sabtu, 5 Juli 2014
Suko Waspodo

Para Kompasianer Pendukung Jokowi

Menarik sekali mengikuti tulisan kawan-kawan kompasianer terkait pilpres 2014, terlebih tulisan tentang Jokowi.  Tak ada seharipun kompasiana tanpa tulisan tentang Jokowi, paling tidak saya mengamati sejak tulisan saya yang pertama tentang “Jokowi Man of the Year 2012” yang termuat di Kompasiana pada tanggal 31 Desember 2012 dan kemudian disertakan dalam buku “Jokowi (Bukan) untuk Presiden” terbitan Kompas-Gramedia bersama Elex Media Komputindo. Lebih dari 40 tuisan saya tentang Jokowi sudah dimuat di Kompasiana sampai hari ini. Demikian pula banyak sekali kompasianer lain yang juga menulis tentang Jokowi, tokoh fenomenal yang dicintai rakyat ini.

Pada kesempatan ini saya ingin menyebutkan siapa saja kompasianer yang saya ketahui mendukung Jokowi. Mereka, antara lain adalah: Jusuf Kalla, Gunawan, Gatot Swandito, Pakde Kartono, Ellen Marinka, Pak De Sakimun, Michael Sendow, Jack Soetopo, Sutomo Paguci, Gitanyali, Eren Beckam, Daniel Ht, Anhuz, Sang Pujangga, Bain Saptaman, Dinda Pertiwi, Jimmy Haryanto, Niken Satyawati, Septin, Budi Hermana, Hery Supriyanto, Annisa, Shendy Adam, Herry B. Sancoko, Anita Godjali, Ken Hirai, Palti Hutabarat, Heri Purnomo, Erri Subakti, Dewi Pagi, Berhane, Indria Salim, Roe Ardianto, Stefanus Toni,  Arimbi Bimoseno, Ifani dan masih banyak lagi.

Itulah sebagian kawan-kawan kompasianer yang saya ketahui mendukung  capres no. 2 Joko Widodo alias Jokowi, baik dalam tulisan mereka maupun dalam komentar-komentar mereka. Semoga mereka juga tetap memberikan pilihannya kepada Jokowi pada pilpres tanggal 9 Juli 2014 nanti.

Maaf, bagi kawan-kawan kompasianer yang juga mendukung Jokowi yang belum saya sebutkan di atas, maklum begitu banyak kompasianer yang mendukung Jokowi.  Apabila berkenan, bagi kawan-kawan kompasianer pendukung Jokowi  yang sudah saya sebutkan maupun yang belum, silahkan berkomentar dan memberikan tautan tulisannya baik yang ada di kompasiana maupun media lain. Sebelumnya saya sampaikan terima kasih atas atensi kawan-kawan terhadap ajakan saya ini. Karena merupakan kebanggaan tersendiri dapat mengetahui begitu banyak kompasianer yang mendukung Jokowi.

Demikianlah tulisan sederhana ini semoga bisa menjadi media silaturahmi di antara kita pendukung capres-cawapres no. 2, Joko Widodo-Jusuf Kalla.  Mari kita rapatkan barisan menata Indonesia Hebat.

Salam dua jari penuh cinta.

***
Solo, Selasa, 1 Juli 2014
Suko Waspodo

Tak Ingin Kamu

kami tak ingin kamu …
masa lalumu hitam penuh tindak kekejaman
kebengisanmu tercermin dalam penculikan

kami tak ingin kamu …
tingkah serta tutur katamu penuh kepalsuan
tak punya kepribadian yang patut dibanggakan

kami tak ingin kamu …
selalu memamerkan kekayaan dan sok dermawan
sesungguhnya perilakumu sarat culas penindasan

kami tak ingin kamu …
berambisi dengan cara melecehkan kebenaran
menebar fitnah serapah segala cara kamu halalkan

kami tak ingin kamu …
karena kami butuh pribadi yang penuh ketulusan
pemimpin rakyat yang mengutamakan kejujuran

***
Solo, Selasa, 1 Juli 2014. 7:44 am
‘salam dua jari penuh cinta’
Suko Waspodo

Jawaban untuk Pidato Bapak Prabowo Subianto yang Pura-pura Tidak Tahu

Bapak Prabowo Subianto yang  terhormat, perkenankanlah dalam tulisan saya kali ini saya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bapak sampaikan dalam pidato bapak. Meskipun saya yakin sebenarnya bapak sendiri sudah tahu jawabannya.

1.  Mengapa ekonomi kita salah kelola dan bocor dimana-mana ?
      * Hatta Rajasa [PAN] Menko Perekonomian 2009-2014 = 5 tahun GAGAL.
         Sekarang menadi cawapres pasangan Prabowo-Hatta

2.  Siapa yang membuat hasil tambang kita habis dibawa ke luar negeri ?
      * Calon Menteri Utama Aburizal Bakrie [GOLKAR] = PELAKUNYA.
         Menjadi Pengekspor batu bara terbesar di Indonesia lewat PT. Arutmin Indonesia.
         Sekarang menjadi koalisi Prabowo-Hatta.

3.  Mengapa infrastruktur, jalan, pelabuhan rusak parah ?
      * Hatta Rajasa [PAN ]Mentri Perhubungan 2004-2007 = 3 tahun GAGAL.
         Sekarang menjadi cawapres pasangan Prabowo-Hatta.

4.  Mengapa 100 juta rakyat penghasilannya dibawah 20.000/hari
      * Agung Laksono [GOLKAR], Menkokesra 2009-2014 = 5 tahun GAGAL.
         Sekarang di Koalisi Prabowo-Hatta.

5.  Mengapa beras, buah, daging sampai sayur harus impor?
      * Suswono [PKS] Mentri Pertanian 2009-2014 = 5 tahun GAGAL.
         Sekarang di Koalisi Prabowo-Hatta.

6.   Mengapa Kekayaan laut kita bisa hilang dicuri ?
       * Sharif Cicip Menteri Kelautan [GOLKAR] 2011-2014 = 3 tahun GAGAL.
          Sekarang Tim Sukses Prabowo-Hatta.

7.   Mengapa UKM kita kesulitan bersaing dan kesulitan mendapat modal ?
       * Syarief Hasan [Partai Demokrat] Menteri UKM 2009-2014 = 5 tahun Gagal.

8.   Mengapa setiap 10 menit hutan seluas 6 lapangan bola rusak ?
       * MS KABAN [Bulan Bintang] Menteri Kehutanan 2004-2009 = 5 tahun GAGAL.
       * Zulkifli Hasan [PAN] Menteri Kehutanan 2009-2014 = 5 tahun GAGAL.
          Sekarang Tim Sukses Prabowo-Hatta.

9.   Mengapa 13 Juta rakyat RI belum punya rumah ?
       * Djan Faridz [PPP] Mentri Perumahan Rakyat 2011-2014 = 3 tahun GAGAL.
          Sekarang Tim Sukses Prabowo-Hatta.

10. Mengapa sampai 100 triliun kekayaan laut kita hilang per tahun ?
       * Sharif Cicip Sutarjo [GOLKAR] Menteri Kelautan 2011-2014 = 5 tahun GAGAL  
          Sekarang Tim Sukses Prabowo-Hatta.

11. Mengapa industri dalam negeri kalah bersaing dengan produk China ?
       * MS Hidayat [GOLKAR] Menteri Perindustrian 2009-2014 = 5 tahun GAGAL.
          Sekarang Tim Sukses Prabowo-Hatta.

12. Mengapa penyelenggaraan ibadah haji semrawut dan mahal ?
       * Surya Darma Ali [PPP] Menteri Agama 2009-2014 = 5 tahun GAGAL.
          Sekarang di Koalisi Prabowo-Hatta.

13. Mengapa pelayanan masyarakat susah dan berbelit belit ?
       * Azwar Abubakar [PAN] Menteri Aparatur Negara 2011-2014 = 5 tahun GAGAL.
          Sekarang Tim Sukses Prabowo-Hatta.

14. Mengapa jumlah anak terlantar mencapai 5,4 juta jiwa ?
       * Salim Segaf [PKS] Menteri Sosial 2009-2014 = 5 tahun GAGAL.
          Sekarang Tim Sukses Prabowo-Hatta.

15. Mengapa ormas sering melakukan tindak kekerasan?
       * FPI, ormas paling anarkis menurut polisi (Tempo, Feb 17, 2012).
          Sekarang ada Di Koalisi Prabowo-Hatta.

Itulah jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan bapak yang selalu bapak ajukan dalam setiap kesempatan pidato kampanye bapak. Meskipun, sekali lagi saya sampaikan, bahwa sebenarnya bapak sudah tahu jawabannya.

Sekarang perkenankan saya bertanya kepada bapak Prabowo Subianto atau para pendukungnya.

Apakah kegagalan dari pejabat-pejabat yang ada di jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas  perlu dilanjutkan ?

Kalau tidak, mengapa bapak mencemooh hasil kerja teman-teman bapak sendiri?

Retorika bapak hanya untuk memancing emosi. Bukan untuk mencerdaskan rakyat.

Maaf pak …..
Saya memilih "TIDAK MELANJUTKAN KEGAGALAN MEREKA"..
Saya ingin kebaruan... Ingin pemimpin yang "SUDAH TERBUKTI BEKERJA".

Salam dua jari penuh cinta.

***
Solo, Kamis, 26 Juni 2014
Suko Waspodo