Welcome...Selamat Datang...

Padi organik petani hasil pendampingan kami

Padi Rojolele organik

Lokomotif tua di kota kecil Cepu, Blora

Lokomotif tua yang sekarang kadang-kadang digunakan untuk kereta wisata di lingkunagn perhutani Cepu-Blora.

SATE BUNTEL KHAS SOLO

Lezat dan bikin kita ketagihan.

Jajanan khas Jawa

Jajanan khas Jawa ini sekarang sering disajikan dalam acara formal maupun informal. Lengkap, rasanya bervariasi dan sehat.

Para peserta LDK di Tawangmangu

Latihan Dasar Kepemimpinan diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa Surakarta di Tawangmangu pada tahun 2011.

Di Tanah Lot Bali

Refreshing di Bali pada tahun 2010, bersama teman-teman dosen.

Sabtu, 31 Januari 2015

Engkau Segalanya



















my everything is you
my heart and soul
I thought I had dug my grave
but you pulled me out of that hole

when I am lost in the dark
you are my shinning light
you chase away the darkness
that haunts my dreams at night

you are my strength
that carries me to another tomorrow
you are my hope
that replaced my everlasting sorrow

you are my healer
that healed all my scars
you are my hero
sent from the brightest of stars

when I thought there was nothing more
and my life was at an end
you came into my life
and my heart you did mend

you are my joy
that filled my empty heart
you made my life whole
when it was torn apart

when I found you
I was free from all torment
you are my angel
that was heaven sent

you mean so much to me
you are the only one I adore
you are my everything
I could ask for nothing more

***
Solo, Sabtu, 24 Januari 2015. 12:11 am
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
ilustr: pinterest

Jumat, 30 Januari 2015

Ramuan untuk Mengatasi ED


Setiap belahan dunia pasti memiliki tradisi berbeda. Salah satu penyebabnya mungkin memang karena perbedaan demografis, iklim dan budaya. Dan yakinlah sebenarnya sebuah perbedaan itu memang hadir untuk memperkaya dan bukan menjadi sebuah kendala. Seperti halnya perbedaan yang satu ini. Setiap pria dari latar belakang apa pun, tetap saja seorang pria selalu ingin menunjukan dirinya sebagai lelaki sejati. Salah satunya melalui perihal seks.

Untuk mendapatkan kepuasan seks bersama pasangannya masalah ejakulasi tak bisa dikesampingkan begitu saja. Semua pria selalu berlomba untuk memaksimalkan ejakulasi mereka demi kepuasaan seks bersama pasangan. Meski begitu, nasib kurang beruntung juga banyak menimpa pria ketika berbicara masalah ejakulasi. Mudah ‘menyerah’ dianggap sebagai sebuah kelemahan bagi kaum adam. Sehingga ejakulasi dini (ED) pun dianggap menjadi musuh besar mereka.

Dalam upaya mengatasi masalah menjengkelkan bagi pria tersebut, beberapa negara di belahan dunia pun menyiapkan formula khusus untuk mengobatinya. Berikut adalah ramuan dari beberapa negara yang diyakini mampu menyembuhkan ejakulasi dini.

India

Negara ini memang boleh dikatakan mempunyai tradisi luar biasa akan seksualitas. Salah satu buktinya adalah kitab Kama Sutra yang di dalamnya banyak berisi tentang bagaimana perilaku seksual manusia. Tidak hanya itu, negeri yang juga terkenal dengan industri film ini juga ternyata memiliki ramuan khusus berkaitan dengan ejakulasi dini, atau dikenal dengan Ayurvedic. Ramuan khusus ejakulasi dini ini terbuat dari berbagai campuran rempah-rempah seperti; kunyit, jahe, kapulaga, susu sapi dan air rendaman almond. Mereka berkeyakinan almond memiliki fungsi dalam membantu meningkatkan gairah seks, sementara kunyit berperan memberikan stamina mumpuni.

Mesir

Dalam tradisi Mesir, Blackstone atau Hajar Saadah telah dikenal selama ratusan tahun untuk mengobati ejakulasi dini. Blackstone sendiri sebenarnya bukan batu nyata; itu adalah bagian getah dari sejenis pohon yang tumbuh di daratan Mesir dan India, lalu dibentuk dan dipadatkan. Basahilah Blackstone menggunakan 10 tetes air dan oleskanlah pada bagian di mana anda merasa paling sensitif. Biarkan sekitar 30 menit sebelum bercinta. Perawatan ini tidak memberikan hasil yang permanen; anda harus mengulangi proses setiap kali anda ingin berhubungan seks. Sekitar 0,5 gram Blackstone dapat digunakan sekitar 50 kali.

Arab Saudi

Arab Saudi terkenal dengan reputasi seksualnya yang luar biasa. Cerita itu telah sedemikian dikenal. Tentang bagaimana budaya seks Arab kuno dengan gadis-gadisnya. Salah satu rahasia untuk memiliki hubungan seksual jangka panjang di Saudi adalah dengan mengkonsumsi kurma hitam. Rendam dua kurma dalam secangkir susu panas selama dua jam. Makan kurma tersebut dan minum susu sebelum waktu tidur. Ulangi metode ini selama 40 malam dan anda akan merasakan perbedaan ketika anda mendapatkan lebih banyak kekuatan seksual dan stamina.

Cina

Berbicara herbal tradisional, Cina adalah salah satu negara yang menawarkan sejumlah besar pengobatan alternatif untuk masalah seksual. Ramuan Cina yang direkomendasikan dan terkenal seperti; panax ginseng atau ren shen dalam bahasa mandarin. Tanaman ini telah terbukti selama berabad-abad untuk meningkatkan dorongan seksual, daya tahan dan kinerja. Kombinasi ginseng dengan ginkgo biloba (juga dikenal sebagai yin guo), sarsaparilla (smilax medica), dan segel salomo (polygonum multiflorum atau dia shou hu dalam bahasa Cina). Beberapa herbal tadi akan semakin efektif bila dikonsumsi tidak hanya oleh pria saja tetapi juga oleh wanita pasangannya.

Malaysia

Untuk memperbaiki ejakulasi dini, negara serumpun Malaysia memiliki tongkat ali (eurycoma longifolia). Tanaman ini sebenarnya berasal dari Malaysia dan negara-negara lain di Asia Tenggara seperti Indonesia (dikenal sebagai pasak bumi), Vietnam (dikenal sebagai ca bay binh), dan Laos (dikenal sebagai tho nan). Juga dijuluki sebagai ‘Asia Viagra’, ekstrak tanaman cemara ini diketahui dapat meningkatkan kejantanan serta kecakapan seksual pria saat bercinta.

Nah, itulah beberapa ramuan serta pengobatan tradisional masalah seks di beberapa negara yang mungkin perlu anda ketahui. Semoga bermanfaat untuk meningkatkan keharmonisan hubungan seksual anda dengan pasangan.

Salam hangat penuh cinta.

***
Solo, Kamis, 22 Januari 2015
Suko Waspodo
Ilustrasi: jamukuat

Kamis, 29 Januari 2015

Mencumbu Ayumu


Rabu, 28 Januari 2015

Seksualitas ‘Serat Centhini’


Membicarakan soal seks dan seksualitas, mungkin kita lebih mengenal Kamasutra dari India daripada Serat Centhini, karya sastra Jawa kuno yang dirilis di awal abad ke-19. Padahal ‘manual’ versi lokal ini dipercaya jauh lebih lengkap dan ‘menantang’.

Seks dan seksualitas, dalam pengertian sempit maupun luas, merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Ia bagian dari naluri instingtif yang paling dasar. Tak heran kalau banyak upaya dilakukan untuk mempelajari, menganalisis, menyusun manual (panduan), atau mengungkapkannya lewat karya sastra maupun karya tulis lainnya sejak dahulu kala.

Nun jauh dari India, di tanah Jawa pada awal abad ke-19 muncul pula sebuah karya sastra yang terkenal hingga kini, yaitu Serat Centhini (nama resminya Suluk Tembangraras). Serat ini digubah pada sekitar tahun 1815 oleh tiga orang pujangga istana Kraton Surakarta, yaitu Yasadipura, Ranggasutrasna, dan R. Ng. Sastradipura (Haji Ahmad Ilhar) atas perintah K.G.P.A.A. Amengkunegara II atau Sinuhun Paku Buwana V.

Serat Centhini yang terdiri atas 722 tembang (lagu Jawa) itu antara lain memang bicara soal seks dan seksualitas. Justru karena itulah serat ini menjadi termasyhur, bahkan di kalangan para pakar dunia.

Seorang kontributor sebuah surat kabar Prancis, Elizabeth D. Inandiak, misalnya, telah menerjemahkannya ke dalam bahasa Prancis dengan judul Les Chants de l'ile a dormir debout le Livre de Centhini (2002).

Blak-blakan

Meski kebudayaan Jawa di masa kejayaan keraton bersifat represif-feodalistik, dalam bidang seksual ternyata sangat jauh dari apa yang kita bayangkan.

Masalah seksualitas muncul dalam ekspresi seni, terutama sastra dan tari. Dalam Serat Centhini, misalnya, masalah seksual ternyata menjadi tema sentral yang diungkap secara verbal dan terbuka, tanpa tedeng aling-aling. Ini sangat berlawanan dengan etika sosial Jawa yang bersifat puritan dan ortodoks.

Masalah seksual dalam serat itu diungkapkan dalam berbagai versi dan kasus. Misalnya, menyangkut masalah pengertian, sifat, kedudukan dan fungsinya, etika dan tata cara bermain seks, gaya persetubuhan, dan lain-lain. Bahkan seks juga dibicarakan dalam kaitannya dengan penikmatan hidup atau pelampiasan hasrat hedonisme (sebuah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kenikmatan adalah kebaikan tertinggi atau satu-satunya kebaikan dalam kehidupan).

Dalam Centhini II (Pupuh Asmaradana) diuraikan dengan gamblang soal ‘ulah asmara’ yang berhubungan dengan lokasi genital yang sensitif dalam kaitannya dengan permainan seks. Misalnya, cara membuka atau mempercepat orgasme bagi perempuan, serta mencegah agar lelaki tidak cepat ejakulasi.

Lalu dalam Centhini IV (Pupuh Balabak) diuraikan secara blak-blakan bagaimana pratingkahing cumbana (gaya persetubuhan) serta sifat-sifat perempuan dan bagaimana cara membangkitkan nafsu asmaranya.

Terungkap juga ternyata perempuan tidak selamanya bersikap lugu, pasif dalam masalah seks sebagaimana stereotipe pandangan Jawa yang selama ini kita terima. Mereka juga memiliki kebebasan yang sama dalam mengungkapkan pengalaman seksualnya. Padahal mereka selalu digambarkan pasrah, nrima kepada lelaki.

Hal itu tampak dalam Centhini V (Dhandhanggula). Di ruang belakang di rumah pengantin perempuan pada malam menjelang hari H perkawinan antara Syekh Amongraga dan Nike Tembangraras, para perempuan tua-muda sedang duduk-duduk sambil ngobrol. Ada yang membicarakan pengalamannya dinikahi lelaki berkali-kali, pengalaman malam pertama, serta masalah-masalah seksual lainnya yang membuat mereka tertawa cekikikan.

Salah satu percakapan itu misalnya seperti ini, "Nyai Tengah menjawab sambil bertanya, benar dugaanku, Ni Daya, dia memang sangat kesulitan, napasnya tersengal. Saya batuk saja, eh lepas mak bul mudah sekali lepasnya. Tak pernah kukuh di tempatnya. Susahnya sangat terasa, karena meski besar seakan mati." Disambut dengan tawa cekikikan.

Tipe Perempuan

Ada pendapat yang mengatakan bahwa hubungan seksual dalam masyarakat Jawa hanya diizinkan dalam rangka perkawinan. Masyarakat Jawa tidak mengenal masalah seksual sebagai wahana pelampiasan nafsu hedonistik, penikmatan terhadap hidup. Namun, pada kenyataannya tidaklah demikian. Adanya sistem budaya katuranggan jelas merupakan penyangkalan terhadap hal itu.

Dalam sejumlah karya sastra Jawa maupun karya tulis lainnya, seperti primbon, soal katuranggan banyak diungkapkan, termasuk dalam Serat Centhini. Dalam kaitannya dengan perempuan, katuranggan dapat diartikan sebagai watak, sifat, atau tanda-tanda berdasarkan penampakan lahiriahnya.

Dalam budaya katuranggan, terdapat beberapa ciri perempuan yang menjadi idealitas lelaki untuk dijadikan istri. Tipe-tipe perempuan demikian, di antaranya disebut guntur madu, merica pecah, tasik madu, sri tumurun, puspa megar, surya surup, menjangan ketawan, amurwa tarung, atau mutyara.

Sebagai gambaran, perempuan bertipe surya sumurup itu perempuan yang memiliki dua lapis bibir yang berwarna merah jambu. Sorot matanya kebiru-biruan. Ada sinom (rambut yang tumbuh di dahi) yang menggumpal. Kedua alisnya nanggal sepisan (laksana bulan sabit). Perempuan seperti ini menjadi idaman kaum lelaki karena memiliki kesetiaan tak diragukan lagi. Lebih dari itu, ia tipe perempuan yang serasi dalam bermain asmara, sehingga dapat mencapai derajat marlupa (orgasme) bersama-sama.

Ekspresi budaya katuranggan ini juga terungkap, misalnya dalam Kitab Primbon Lumanakim Adammakna. Disebutkan bahwa ciri perempuan yang menggairahkan secara seksual antara lain, bertubuh kecil, wajahnya merah bersemu biru manis, rambut hitam panjang, sinom menggumpal. Atau, bertubuh kecil, pandangan dan wajahnya nguwung (agak melengkung), kulit kuning bersemu hijau, sinom menggumpal. Atau, bertubuh tinggi langsing, badan mbambang (padat berisi), roman mukanya galak, dan rambutnya panjang. Masih banyak lagi ciri perempuan menggairahkan lainnya.

Tentu saja tidak semua tipe perempuan cocok dengan tipe ideal seperti itu. Masih ada tipe-tipe lain yang merupakan tipe campuran dari sebagian atau keseluruhan wacana keseluruhan tiap-tiap tipenya.

Memang rumit dan kompleks, karena seks, tidak bisa dinilai hanya dari segi penampilan lahiriahnya semata.

Tata Krama dan Jamu

Ritualisasi seksual juga diungkapkan dalam Serat Centhini, termasuk soal tata krama dalam melakukan hubungan seksual antar suami-istri.

Dalam berhubungan, misalnya, harus empan papan. Maksudnya, mengetahui situasi, tempat, dan keadaan, tidak tergesa-gesa, dan juga merupakan keinginan bersama.

Selain mendasarkan diri pada tata krama menurut budaya Jawa, tata krama ini juga mendasarkan diri pada hadis Nabi Muhammad SAW. Misalnya, sebelum melakukan hubungan seksual, seyogianya mandi terlebih dahulu. Setelah itu berdandan dan memakai wewangian. Sebelum mulai, berdoa lebih dulu dengan mengucapkan syahadat.

Masyarakat Jawa juga mengenal kalender seksual. Hal ini berkaitan dengan masalah rasa perempuan, yang berhubungan dengan organ genital seksualnya. Satu asumsi bahwa setiap hari organ genital seksual yang sensitif pada perempuan selalu berpindah tempat, sesuai dengan tinggi rendahnya bulan - ini berdasar pada kalender Jawa. Dengan mendasarkan pada kalender seksual, pasangan dapat mencapai puncak kepuasan secara bersama-sama.

Selain diungkap mengenai tata cara, etika, dan ritualisasi, dalam Serat Centhini II (Pupuh Asamaradana) diulas pula bentuk-bentuk serta pose hubungan seksual yang seharusnya dilakukan. Semua itu dimaksudkan agar pasangan dapat mencapai kepuasan bersama-sama. Hubungan seksual tidak hanya sekadar pemuasan nafsu lelaki maupun perempuan, tetapi juga sebagai bentuk ungkapan perasaan cinta kasih, proses prokreasi, dan seks sekaligus sebagai wahana ibadah.

Dalam Serat Centhini IV (Pupuh Balabak) dijelaskan dengan gamblang posisi berhubungan seksual sebagaimana ajaran Jawa. Dalam melakukan penetrasi, misalnya, harus tetap pula melihat tipe perempuan pasangannya. Maka kemudian ada gaya kadya galak sawer (patukannya laksana ular galak); lir ngaras gandane sekar (seperti meraba baunya bunga); lir bremana ngisep sekar (laksana kumbang mengisap madu); lir lumaksana pinggire jurang (ibarat berada di tepi jurang); baita layar anjog rumambaka (seperti kapal layar turun ke tengah laut) dan sebagainya.

Dalam masyarakat Jawa lalu dikenal pula berbagai resep jalu usada (pengobatan seksual) agar lelaki jadi perkasa. Misalnya, untuk mencegah agar air mani tidak encer sehingga dapat memperoleh keturunan, seperti dijumpai dalam Serat Centhini VII (Pupuh Dhandhanggula).

Tulisan sederhana ini tidak bermaksud menilai bahwa budaya Jawa vulgar, melainkan hanya berbagi pengetahuan tentang kekayaan tradisi kita. Tradisi dan budaya Jawa yang lengkap, termasuk dalam masalah seks.

Salam hangat penuh cinta.

***
Solo, Rabu, 21 Januari 2015
Suko Waspodo
Ilustrasi: kompasiana.com

Selasa, 27 Januari 2015

Impian Resah


Senin, 26 Januari 2015

Tetap Mesra hingga Lanjut Usia


Mesra ketika masa pacaran tentu  hal yang  biasa. Karena, saat itu gairah masih menggebu-gebu. Bukan hanya itu saja, masalah yang menghadang juga terbilang masih dalam kadar yang mudah diselesaikan.

Tetapi, bagaimana ketika kita memasuki usia senja alias sudah berkepala lima alias 50an tahun? Masalah kemesraan terkadang menjadi cerita saja.

Tatkala kita menonton film Notebook yang dibintangi Ryan Gosling dan Rachel Mc Adams tahun 2004, yang mengisahkan sebuah cinta sejati yang membawa mereka pada kisah cinta sehidup semati, setiap pasangan suami istri tentu ingin mengalami hal tersebut. Hal itu tentu apabila pasangan kita benar-benar mencintai.

Lalu sejak kapan kita perlu membina kisah cinta sehidup semati yang penuh kemesraan tersebut? Tentu saja jawabannya adalah kita tidak harus memulainya saat kulit sudah menunjukkan keriput dan guratan penuaan. Bahkan, sejak pernikahan masih dapat dihitung dengan jumlah jari dalam satu tangan, ingatlah beberapa hal di bawah ini, dan tumbuhkanlah sebagai kebiasaan. Masalahnya, kemesraan menjadi sebuah bumbu masakan yang perlu ditaburkan setiap saat agar aroma hidup berpasangan semerbak seperti bau rempah-rempah yang mengundang gairah bersantap.

Pahami dan lakukan hal-hal sederhana berikut ini untuk membina kemesraan antara anda dengan pasangan hidup anda.

Cerita Hal-hal yang Terkesan ‘Tidak Penting’

Banyak hal sederhana yang terkadang anda berpikir bahwa ini terlalu tidak penting untuk disampaikan sebagai bahan cerita ke pasangan anda. Misalnya, cerita tentang anda melihat iklan baru di pinggir jalan yang belum pernah anda lihat. Jika anda dan pasangan sama-sama bekerja dan saat bertemu anda sudah sama-sama lelah, biasanya anda hanya membahas yang penting saja masalah anak, administrasi, rumah, pekerjaan dan hal prioritas lain.

Namun, jangan pernah menganggap remeh tentang topik pembicaraan yang bukan prioritas ini, karena membuat variasi pembicaraan lebih ada dinamika dan bisa menjadi intermezzo. Bisa jadi, dari hal yang kurang penting ini memunculkan ide-ide untuk dimanfaatkan dalam meningkatkan kesejahteraan dan keharmonisan keluarga.

Tertawa Bersama

Cobalan mencari hal-hal untuk bisa membuat anda dan pasangan tertawa sebebas mungkin. Bercandalah, karena hal ini membuat landasan cinta sejati anda semakin berbumbu. Ketika anda dan pasangan terbiasa tertawa bersama, anda akan terus merindukan hal ini dan tidak bosan untuk mencari lagi candaan lain sehingga hubungan anda selalu menyenangkan. Pada akhirnya, keterkaitannya  bahwa sebuah pernikahan merupakan hal yang menyenangkan adalah penting adanya. Anda bisa bercanda saat belanja, saat mengasuh anak, saat menonton TV, atau bahkan saat anda sedih, berlatihlah untuk tetap menghadapi dengan senyuman. Saat menghadapi masalah serius pun, anda akan bisa memandang dari perspektif yang lain karena anda berdua yakin bahwa proses yang anda akan jalani punya satu tujuan yaitu kebahagiaan. Ingatlah bahwa dengan tertawa, anda juga bisa awet muda.

Ingat Pertama Kali

Saat bosan dan kejenuhan melanda, atau saat melihat bahwa pasangan kita tidak tampil seperti yang dulu, tetap ingatlah selalu saat pertama anda bertemu. Ingatlah pertama kali anda tertarik dan menyatakan dalam hati “I am falling in love". Ingatlah saat pertama kali anda berkencan, saat pertama kali anda berdekatan, ingatlah getar-getar perasaan anda saat itu, dan yang terutama ingatlah saat anda berusaha sungguh-sungguh dalam mempertahankan hubungan anda dengan pasangan. Dengan mengingat pertama kali berjumpa dulu, saat anda marah pun, anda bisa marah dengan penuh cinta. Bingung ya, bagaimana sih marah penuh cinta? Intinya adalah saat marah anda tetap menjaga perasaan pasangan seperti saat anda menjaga perasaannya pertama kali dulu.Yaitu, tidak mengucapkan kata-kata kasar, atau tidak mengungkapkan kemarahan di depan anak-anak anda.

Jadwalkan Kegiatan Pacaran Tetap Ada dalam Agenda

Usia tentu boleh bertambah, anak bertambah demikian juga usia pernikahan anda. Namun demikian tetap biarkan kegiatan pacaran dipasang dalam agenda, meski frekuensinya perlu diatur bilaa anda masih punya anak-anak balita. Misalnya, dulu saat pacaran sering traveling, tetaplah lakukan hal tersebut meski dengan pendekatan yang berbeda. Traveling yang dekat saja sehingga masih bisa mengawasi anak-anak anda. Atau jika anda biasa menonton konser musik rock, tetap jadwalkan saja, meski sekarang tidak bisa jingkrak- jingkrak seperti dulu. Nikmati aktivitas bersama dari hal yang sederhana seperti memasak bersama, menonton film, melakukan hobi bersama, dan sebagainya. Yang penting, pastikan anda tidak melupakan kegiatan pacaran ini, minimal sebulan atau dua bulan sekali anda habiskan waktu khusus berduaan di luar rumah sehingga anda tetap bisa menyirami ladang cinta anda berdua. Tentunya saat anda meninggalkan rumah, pastikan anak-anak anda dalam keadaan baik dan ada dalam pantauan yang tepat, supaya tenang saat jalan-jalan berdua.

Perhatian

Bagi seorang wanita, perhatian adalah hal mutlak sebagai ukuran bahwa pasangannya adalah sosok mesra. Mulai dari hal yang sederhana, mengomentari dandanan, gaya rambut, rasa masakan, sampai ke kondisi yang memang butuh perhatian besar seperti ketika dalam keadaan sakit, sedih, dan situasi bermasalah yang dihadapi. Sama halnya dengan laki-laki, merekapun tetap menjadikan perhatian pasangan adalah sebagai ukuran dari sebuah ungkapan mesra wanita. Bedanya, laki-laki ingin kebutuhan dasarnya menjadi titik perhatian, seperti lewat makanan, masakan, memijit lembut ketika merasa lelah atau menyiapkan pakaian kerja. Variasi dari ungkapan perhatian ini bisa bermacam-macam. Misalnya, memberikan surprise gift meski tidak sedang ulang tahun, kiriman kue ke kantor hanya untuk mengatakan “I love you”, surat cinta via e-mail sebagai ungkapan perhatiannya pada rambut baru pasangan, atau perhatian lain yang diungkapkan berbeda-beda.

Sentuhan Cinta

Yang dimaksud dalam hal ini adalah mengungkapkan cinta dalam berbagai bentuk sentuhan. Syukurlah apabila bisa berlanjut dengan seks, tetapi jika tidak memungkinkan karena istri masih habis melahirkan atau mungkin sedang sakit, berikan sentuhan cinta yang membuat suasana rumah penuh senyuman. Jika kondisi suami-istri sehat, seks rutin bisa menumbuhkan keterikatan antara suami-istri yang optimal.

Ciptakan Momen

Terlepas dari hal-hal mendasar, kesempatan berunjuk mesra adalah hal utama yang perlu anda sadari dan harus anda temukan. Jadikan kemesraan menjadi ajang action bagi anda dan pasangan untuk berekspresi dalam sebuah kesempatan. Ketika berjalan bersama, ketika berdua di dapur, saat makan bersama di restoran, menemani anak-anak bermain, ketika melakukan perjalanan bersama, ketika sakit, dan masih banyak momen yang bisa dijadikan ajang anda untuk unjuk kemesraan, meskipun anda tidak sempat pergi keluar rumah karena berbagai kondisi. Jadi, temukan sendiri momen yang anda rasa sesuai untuk menghadirkan kemesraan dengan mengekspresikan rasa cinta, ketulusan dan perhatian anda.

Masih ada banyak cara untuk dapat bermesraan dengan pasangan anda, tergantung dari karakteristik anda berdua. Setiap pasangan suami-istri tentu mempunyai cara unik sendiri yang dapat menambah kemesraan. Yang penting harus diingat, kemesraan antara suami-istri mempunyai dampak positif terhadap keharmonisan rumah tangga, yang pada akhirnya akan memberi pembelajaran yang baik bagi anak-anak anda. Anak-anak yang melihat orangtuanya harmonis, akan belajar menghargai orang lain, hidup dengan lebih bijak dan belajar menata emosi.

Selamat membina kemesraan sampai tua.  Yakinlah, bahwa hidup ini akan menjadi semakin indah, berwarna dan bermakna.

Salam hangat penuh cinta.

***
Solo, Sabtu, 3 Januari 2015
Suko Waspodo
Ilustrasi: lintas.me

Minggu, 25 Januari 2015

Sirna Asaku Padamu













kini aku menyadari
harapku padamu semakin sirna
memporandakan sisi  jiwaku
gejolak hasrat sepenuh resah
mengapa ini harus terjadi

kutatap cermin diri
kudapat jawab atas semua tanya

hapus saja asaku
bila raga telah lelah tuk mencari
meski kehampaan yang akan ada

pudar kian menghilang
bayang dan anganku tentang dirimu
menyisakan luka batin yang menganga

lara kian mendera
tak tahu entah kapan usainya

***
Solo, Sabtu, 10 Januari 2015. 3:27 pm
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
ilustr: fineartamerica