Welcome...Selamat Datang...

Padi organik petani hasil pendampingan kami

Padi Rojolele organik

Lokomotif tua di kota kecil Cepu, Blora

Lokomotif tua yang sekarang kadang-kadang digunakan untuk kereta wisata di lingkunagn perhutani Cepu-Blora.

SATE BUNTEL KHAS SOLO

Lezat dan bikin kita ketagihan.

Jajanan khas Jawa

Jajanan khas Jawa ini sekarang sering disajikan dalam acara formal maupun informal. Lengkap, rasanya bervariasi dan sehat.

Para peserta LDK di Tawangmangu

Latihan Dasar Kepemimpinan diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa Surakarta di Tawangmangu pada tahun 2011.

Di Tanah Lot Bali

Refreshing di Bali pada tahun 2010, bersama teman-teman dosen.

Sabtu, 16 Mei 2015

Mitos dan Fakta tentang Uban


Munculnya uban pasti membuat siapa pun, terutama wanita, resah. Sebelum menghalalkan segala cara untuk membuat rambut hitam kembali, pahamilah mitos dan fakta tentang rambut putih ini.

Sebagian besar orang menganggap uban identik dengan usia tua. Namun coba lihat sekitar kita, banyak orang yang masih muda tetapi sudah ubanan. Umumnya kemunculan si rambut putih membuat kesal, khawatir, dan membuat kurang percaya diri. Sebelum melakukan langkah-langkah untuk mencegah atau menghilangkan uban, ada baiknya kita mengetahui fakta-fakta dan mitos seputar uban. Belum tentu mitos tentang tumbuhnya uban yang sering anda dengar itu benar.

Mencabut Sehelai Uban Memicu Tumbuhnya Uban Lebih Banyak

Mitos ini tidak benar sama sekali. Uban tumbuh folikel demi folikel. Bila mencabut sehelai uban, rambut tersebut akan digantikan dengan uban baru dari folikel yang sama. Menurut ahli dermatologi, proses tumbuhnya uban tidak dapat dihentikan dan tidak menyebabkan proses tumbuhnya bertambah cepat.

Rambut Dapat Kembali ke Warna Asal Walau Telah Beruban

Ketika folikel rambut mulai memproduksi rambut putih, jarang yang kemudian menghasilkan rambut seperti semula kembali. Walau demikian ada beberapa pengecualian. Rambut dapat beruban sementara bila mengalami gangguan kelenjar endokrin, kekurangan gizi, menderita cedera atau penyakit pada sistem saraf, atau mengalami gangguan sistem kekebalan (penyakit autoimun). Walau demikian, rambut yang sama (uban) tidak akan kembali ke warna aslinya.

Uban Usia Dini Dapat Dicegah

Tak seorang pun mampu memprediksi munculnya uban, begitu pula ahli medis. Setiap manusia punya waktu berbeda kapan tepatnya ia akan beruban. Rata-rata manusia mulai beruban ketika berusia 40 tahun atau lebih. Cepat atau lambatnya pertumbuhan uban juga bisa dipicu penyakit kelainan genetik yang disebabkan berbagai faktor. Uban tidak bisa dicegah, tetapi bisa diperlambat dengan menggunakan tonikum, moisturizing serum, dan ekstra nutrisi secara intensif pada akar dan batang rambut.

Pewarnaan dan Pelurusan Menyebabkan Rambut Beruban

Zat peroksida, baik dari senyawa hidrogen atau alkalin yang biasa terdapat dalam produk pewarna rambut, hanya akan menyerang permukaan, lapisan kutikula, bagian luar (korteks), dan bagian dalam (medula) rambut. Walau berpengaruh terhadap elastisitas rambut, peroksida tidak mengganggu kerja produksi melanin. Artinya, pigmen rambut tetap akan bekerja memproduksi zat warna rambut seperti biasa, sampai saatnya ia melemah dan berhenti dengan sendirinya. Begitu juga dengan produk rambut lainnya. Sistem kerjanya tidak berhubungan dengan siklus pertumbuhan uban.

Makanan Olahan, Cepat Saji dan yang Diawetkan Berisiko Mempercepat Tumbuhnya Uban

Penyebab timbulnya uban secara prematur memang belum tuntas diselidiki. Namun makanan olahan yang mengandung bahan pengawet atau yang dibiakkan dari hasil rekayasa teknologi hormonal bisa mengganggu metabolism. Hal inilah yang akan mempengaruhi sirkulasi oksigen dan nutrisi ke jaringan kulit kepala. Padahal oksigen dan nutrisi berfungsi menyokong kerja melanin di sel-sel rambut.

Setiap Orang Berisiko Terkena Uban Lebih Cepat

Hingga saat ini belum ada penelitian yang bisa memastikan penyebab munculnya uban prematur. Namun bila kelenjar rambut terganggu dan folikel rambut berhenti memproduksi melanin alias tidak menghasilkan pigmen, bisa dipastikan rambut akan memutih dengan sendirinya. Diagnosa medis sementara yang mungkin bisa dijadikan pedoman adalah fakta bahwa uban tidak akan tumbuh tanpa sebab. Kelainan genetikl, kekurangan gizi, berkurangnya sel yang memproduksi pigmen melanin, faktor bawaan, atau pernah mengalami penyakit tertentu bisa menjadi penyebab utama tumbuhnya uban lebih cepat.

Makin Sering Ditutupi, Uban Semakin Banyak

Sebaiknya semir uban 2 bulan sekali. Setelah 60 hari akar rambut yang baru biasanya akan mulai terlihat mata. Jika mengganggu penampilan, lakukan pewarnaan secara berkala. Periode ini juga berguna untuk memberi jeda pada permukaan kulit supaya kondisi akar rambut kembali normal. Menutup uban dengan topi hanya berfungsi untuk menangkal efek buruk sinar matahari. Uban tidak akan menjadi lebih buruk atau bertambah banyak. Namun warna rambut perlahan-lahan akan memudar.

Penanaman Rambut Bisa Mencegah Uban

Penelitian terakhir menunjukkan bahwa, hair multiplication atau penanaman rambut bukan solusi untuk mengatasi uban. Namun, bila jumlah rambut sehat yang ditanam lebih banyak, otomatis sel rambut baru ini bisa menutupi dan menyamarkan uban. Proses ini bekerja dengan mengembangbiakkan sel folikel rambut yang sehat (dan tidak beruban) di laboratorium khusus dan sampai sekarang masih terus dikembangkan. Meski terbilang revolusioner, teknik ini masih perlu penyempurnaan dan kemungkinan baru layak digunakan beberapa tahun yang akan datang.

Peristiwa Mengejutkan Dapat Menimbulkan Uban

Ada yang menganggap jika seseorang mendengar atau mengalami peristiwa mengejutkan, ini akan memicu dan mempercepat tumbuhnya uban. Ini tidak mungkin terjadi. Rambut yang yang sudah ada tidak akan berubah menjadi uban. Uban hanya tumbuh ketika rambut yang berwarna rontok, lalu digantikan dengan rambut putih dari folikel atau kantung rambut yang sama.

Nah, itulah beberapa mitos dan fakta tentang uban. Semoga menambah pengetahuan anda tentang bagaimana merawat rambut serta menyikapi tumbuhnya uban.

Salam hangat penuh cinta.

***
Solo, Jumat, 15 Mei 2015
Suko Waspodo

Pembasmi Kuman Ramah Lingkungan

Rumah yang bersih serta bebas kuman adalah impian semua orang. Kita bisa melakukan bebagai aktivitas tanpa harus takut pada bakteri maupun virus. Untuk itu, buatlah sendiri pembasmi kuman untuk di rumah anda.

Di toko banyak macam pembersih atau disinfektan yang dijual untuk berbagai keperluan rumah, namun berhati-hatilah. Tidak semuanya memiliki kandungan yang aman untuk kesehatan. Banyak disinfektan yang justru membuat penggunanya mengalami alergi dan sakit kepala.

Buatlah sendiri disinfektan ramah lingkungan. Karena tidak berbahaya, anda dapat menggunakannya pada berbagai peralatan dan ruangan di rumah. Bahan-bahannya juga mudah diperoleh dan murah. Berikut ini adalah dua di antaranya.

Cuka dan Hidrogen Peroksida

Para peneliti di Amerika Serikat menemukan bahwa cuka bila digunakan bersama hidrogen peroksida (bentuk lain senyawa oksigen), sangatlah mujarab membasmi bakteri Salmonella, Shigella dan E. Coli. Bakteri Salmonella adalah penyebab keracunan makanan, radang lambung, dan tifus. Sementara itu, bakteri Shigella menyebabkan penyakit disentri, dan E. Coli membahayakan kesehatan usus.

Bersihkanlah rumah anda dengan dua cairan ini. Kedua cairan ini mudah didapat dan murah. Cuka dapat anda peroleh di berbagai toko. Pilihlah cuka apel agar hasilnya lebih baik. Untuk hidrogen peroksida, anda bisa mendapatkannya di apotek-apotek. Hidrogen peroksida yang dijual biasanya berkadar tiga persen dan berukuran 50 cc, harganya tak sampai Rp 5.000.

Cara Menggunakan:

Tempatkan cuka dan hidrogen peroksida dalam 2 botol semprot (spray) yang terpisah. Jangan pernah mencampur keduanya dalam satu wadah yang sama karena akan mengubah kandungannya. Anda tinggal meyemprotkan kedua cairan ini secara bergantian pada benda atau ruangan yang ingin dibersihkan. Kemudian gosok dengan kain bersih atau spons.

Minyak Eukaliptus

Mungkin anda sudah tahu bahwa minyak ini biasa digunakan untuk bahan pembuat minyak angin. Namun belum banyak yang tahu bahwa minyak eukaliptus sering dipakai sebagai bahan pembersih berbagai barang.. Minyak ini bisa diperoleh di apotek atau toko obat.

Cara Menggunakan:

Campur 47,3 ml minyak eukaliptus dengan 1 liter air. Masukkan larutan ini dalam botol semprot. Jangan lupa untuk mengocok botol setiap kali akan dipakai agar kandunagn-kandungannya tercampur dengan baik.

Demikianlah cara memanfaatkan dua pembersih atau pembasmi kuman yang bisa anda buat sendiri. Mudah, aman dan tetap ramah lingkungan. Selamat mencoba.

Salam sehat penuh cinta.

***
Solo, Kamis, 14 Mei 2015
Suko Waspodo
Ilustrasi: medicastore

Kamis, 14 Mei 2015

Teriris Kesepian













dalam balutan sepi pagi
kumaknai sunyi tanpa arti
menyambut hangat mentari
tanpa hadirmu mesra di sisi

bayang indah kala itu
ranummu menghapus sendu
hasratmu sewangi nawastu
kupeluk engkau penuh rindu

namun asmara sesaat semata
kau campakkan diri merana
meratapi hari tanpa warna
berujung penyesalan nyata

andai cinta tanpa berdalih
tak akan diri dirundung pedih
haruskah aku terus merintih
waktu berlalu sendu tertatih

mungkinkah masih ada harapan
dirimu kembali dalam pelukan
serasa semua hanya khayalan
kian teriris dalam kesepian

***
Solo, Kamis, 14 Mei 2015. 07:37 am
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
ilustr: 1ms.net

Hanya Untukmu













kelopak nurani tebarkan wangi
sentuh kupu cinta penuh lembut
mekarkan ketulusan dua hati
seiring alunan gitar tembangkan rindu
sibakkan ceria asmara kita

***
Solo, 14 Februari 1988
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo
ilustr: pixabay.com

Beberapa Masalah Seks Pemicu Pertengkaran


Saat telah menikah dan hidup bersama, pertengkaran di antara pasangan merupakan bagian dari bumbu rumah tangga. Pertengkaran tersebut biasanya dipicu karena masalah sehari-hari seperti urusan membereskan rumah, anak sampai masalah keuangan.

Namun pertengkaran suami-istri juga bisa bukan karena masalah yang disebutkan di atas. Ketika pernikahan sudah berjalan beberapa lama, seks dapat ikut menjadi pemicu pertengkaran. Apa saja masalah seks yang sering menyebabkan pasangan bertengkar?

Penolakan

Kehidupan sehari-hari biasanya menyita tenaga anda dan suami. Sehingga di malam hari yang tersisa adalah rasa lelah dan keinginan untuk beristirahat. Tetapi bisa jadi keinginan anda untuk tidur itu tidak selalu sejalan dengan pemikiran pasangan yang justru tertarik untuk bercinta.

Apabila keinginan tidak sejalan ini bertemu, yang umumnya terjadi adalah anda menolak bercinta. Penolakan tersebut bisa membuat pasangan kesal, apalagi jika anda melakukannya tanpa memberinya penjelasan terlebih dulu. Sebaiknya jelaskan pada pasangan kondisi anda yang sebenarnya dan kenapa menolak bercinta saat itu agar tidak ada kesalahpahaman.

Sibuk Sendiri

Kehadiran gadget dan televisi di kamar tidur bisa menyebabkan mood bercinta hilang. Pasangan yang awalnya ingin sekali melakukan hubungan intim jadi turun gairahnya ketika anda tidak menunjukkan kertertarikan yang sama. Apalagi saat melihat penyebab ketidaktertarikan tersebut karena anda sibuk sendiri dengan gadget atau asyik menonton televisi.

Kekesalan pasangan ini bisa memicu pertengkaran. Di satu sisi dia ingin bercinta, di sisi lain anda merasa sedang asyik menonton acara televisi favorit atau melihat berbagai foto di Instagram. Kalau situasi ini pernah anda alami, coba pikirkan bagaimana jika anda yang ada di posisi pasangan? Apakah anda merasa baik-baik saja jika perhatian anda dikalahkan oleh televisi atau gadget?

Ketidakpuasan

Sudah bukan rahasia lagi kalau wanita sulit untuk bisa orgasme saat bercinta. Satu saja hal tidak nyaman dirasakan, keinginan untuk orgasme dapat hilang seketika. Saat salah satu pasangan tidak juga mendapatkan orgasmenya setiap bercinta, ini bisa jadi pemicu pertengkaran. Apalagi jika pasangannya menderita masalah ejakulasi dini atau sulit ereksi. Kedua hal tersebut bisa menjadi penyebab wanita tak bisa mendapatkan orgasmenya.

Supaya masalah tersebut tidak terus menjadi penyebab pertengkaran, berbicaralah dari hati ke hati dengan pasangan. Jika memang pasangan sering ejakulasi dini atau sulit ereksi, ajak dia untuk berkonsultasi ke terapis seks atau ginekolog yang anda percaya.

Eksperimen

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menambahkan bumbu dalam kehidupan seks. Salah satunya adalah dengan melakukan eksperimen mulai dari mencoba foreplay, posisi atau tempat bercinta baru. Eksperimen ini selama disepakati dan membuat nyaman tentu tidak akan menjadi masalah.

Mencoba hal-hal baru bisa menjadi penyebab pertengkaran ketika salah satu pihak merasa tidak nyaman. Misalnya saja saat mencoba posisi bercinta baru yang ternyata membuat sakit. Mood bercinta bisa hilang dan berubah menjadi kekesalan ketika hal itu terjadi. Sebaiknya bicarakan dulu dengan pasangan sebelum melakukan eksperimen agar salah satu pihak tidak ada yang merasa dikecewakan.

Itulah beberapa hal yang perlu anda perhatikan dan pahami dalam masalah seks agar tidak terjadi kesalahpahaman yang bisa merusak keharmonisan anda dengan pasangan. Semoga bermanfaat bagi anda.

Salam hangat penuh cinta.

***
Solo, Selasa, 14 April 2015
Suko Waspodo
Ilustrasi: got-blogger

Pemadam Kebakaran Lidah


Saat ini banyak sekali produk makanan kecil atau camilan yang mengutamakan rasa pedas sebagai unggulannya, dan semakin banyak pula orang-orang yang ingin memuasi selera pedasnya dan sekaligus mengukur kemampuan mereka dalam kepedasan. Camilan dikemas dalam level kepedasan yang berbeda, mulai yang agak pedas sampai pedas sekali.

Kecuali itu tidak sedikit pula resto atau warung yang menyajikan unggulan kepedasan sambal atau masakannya. Dan yang mengherankan semuanya laris manis diserbu konsumennya yang penikmat rasa pedas.

Tentu tidak ada yang salah bagi kita untuk menikmati hobby pedas kita, namun tentu kita juga harus tahu bagaimana caranya untuk mempercepat redanya rasa pedas tersebut. Makanan pedas sering membuat lidah kita seperti terasa terbakar. Solusi untuk meredakan kepedasan atau ‘mendinginkan’ lidah yang ‘terbakar’ ini bukanlah dengan meminum air sebanyak-banyaknya, melainkan dengan empat ‘obat’ berikut ini.

Segelas Susu

Susu dapat menjadi penangkal rasa pedas. Minuman ini mulai populer untuk menangkal rasa pedas sekitar 8.000 tahun lalu ketika orang-orang Amerika Selatan dan Tengah mencoba menambahkan cabai pedas pada makanan mereka.

Menurut American Chemical Society, kasein atau protein dalam susu dapat membantu melepaskan senyawa capsaicin atau kapsaisin pada reseptor saraf.  Capsaicin merupakan zat kimia pada tanaman cabai yang menimbulkan rasa pedas.

Inilah mengapa masyarakat yang sering menggunakan banyak rempah-rempah dalam makanan mereka memasukkan susu dalam resep mereka. Semua ini untuk mengimbangi efek capsaicin.

Gula Pasir

Gula benar-benar dapat menetralisir panas dari makanan pedas karena mampu menyerap minyak pedas dan akan memberikan rasa yang berbeda. Konsumsi gula pasir dan madu akan mengurangi panas dari makanan pedas.

Susu Cokelat

Kita membutuhkan alasan lain untuk makan lebih banyak cokelat? Satu bar cokelat dapat berguna ketika rasa terbakar kepedasan pada lidah muncul.

Kandungan lemak tinggi dalam cokelat akan membantu menghilangkan beberapa capsaicin dari mulut karena dapat larut dalam lemak.

Menurut penelitian, dibandingkan cokelat, susu cokelat lebih memberikan manfaat untuk mengatasi rasa terbakar pada lidah karena memilki lebih banyak kandungan lemak dan kasein.
Sepotong Roti

Sepotong roti dapat membantu mengatasi rasa terbakar pada lidah karena dapat menyerap capsaicin.

Nah, jika kita ingin mengkonsumsi makanan pedas pastikan untuk memiliki satu atau beberapa ‘obat pendingin’ atau ‘pemadam kebakaran’ lidah tersebut. Selamat mencoba.

Salam hangat penuh cinta.

***
Solo, Sabtu, 11 April 2015
Suko Waspodo
Ilustrasi: nyunyu

Jokowi, Pasca Kongres IV PDI-P


Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan  peserta Kongres IV PDI-Perjuangan di Sanur, Bali telah membuat komitmen bersama terkait peran PDI-P sebagai partai pengusung dalam menjalankan koordinasi saat terkait program-program yang digulirkan oleh pemerintah.

Presiden dan seluruh pimpinan DPD PDI-P bersepakat untuk meningkatkan pola koordinasi antara pemerintah dengan partai pendukung.

Pola hubungan dan komunikasi PDI-P dengan pemerintah memang menjadi salah satu agenda yang  dimatangkan dalam Kongres IV dan akhirnya disepakati. Sebab, selama sekitar enam bulan berjalannya pemerintahan Presiden Jokowi, PDI-P merasa masih menemui sumbatan saat akan bersinergi dengan pemerintah terkait program-program yang digulirkan.

Seharusnya masalah komunikasi yang tidak baik antara PDI-P dengan pemerintah tidak perlu terjadi. Megawati sebagai Ketua Umum sejak awal secara sadar sudah mengajukan kader PDI-P (Jokowi) dan bukan dia sendiri. Pilihan itu mengandung konsekwensi bahwa PDI-P, tentu juga Megawati sebagai Ketua Umum, untuk “all out” mendukung Jokowi. Tidak hanya saat pemilu presiden yang lalu tetapi juga saat sekarang Jokowi sebagai presiden.

Kongres IV PDI-P akhirnya memilih kembali Megawati sebagai Ketua umum,  ini seharusnya menjadi momentum yang baik untuk menata kembali barisan partai untuk menjadi partai pendukung pemerintah yang baik. Perlu koordinasi dan komunikasi yang semakin baik sehingga partai bisa menjadi corong bagi rakyat tentang program-program pemerintah.

Menurut survei kelemahan pemerintahan Jokowi saat ini terletak pada kurangnya komunikasi pemerintah kepada rakyat. Rakyat kurang mengetahui program-program pemerintah yang pro rakyat. Yang diketahui oleh masyarakat hanya sebatas BPJS, Kartu Indonesia Pintar dan sejenisnya. Padahal  masih banyak program-program yang lain yang pro rakyat.

Di lain pihak manakala diterapkan kebijakan harga minyak yang mengikuti harga pasar minyak dunia, terjadi kegoncangan di dalam ekonomi dan terutama harga sembako yang terus naik. Rakyat gelisah dan tidak mendapat penjelasan dikemanakan anggaran yang selama ini untuk subsidi BBM.  Dalam contoh satu kasus ini saja sebenarnya PDI-P harus menggerakkan kadernya untuk membantu pemerintah dalam penjelasan kepada rakyat.

Sosialisasi program pemerintah kepada rakyat harus mendapat perhatian. Para kader PDI-P yang di pemerintahan maupun sebagai wakil rakyat serta yang berada di grass-root harus bahu membahu menyukseskan program pemerintah yang pro rakyat.  Jokowi sebagai presiden yang merupakan kader PDI-P harus dibantu.

Megawati dengan barisan kadernya harus bersatu dengan pemerintahan Jokowi, kalau mereka memang ingin memperjuangkan nasib rakyat. Jangan biarkan presiden Jokowi sebagai pressiden pilihan rakyat di-bully oleh para lawan politiknya sehingga programnya yang pro rakyat menjadi amburadul. Untuk mewujudkan Indonesia hebat yang pro rakyat perlu kerjasama yang tulus tanpa mementingkan kepentingan pribadi. Mari kita sambut hasil Kongres IV PDI-P dengan penuh harap untuk mendukung pemerintah demi kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Sabtu, 11 April 2015
Suko Waspodo
Ilustrasi: kompas.com