Welcome...Selamat Datang...

Padi organik petani hasil pendampingan kami

Padi Rojolele organik

Lokomotif tua di kota kecil Cepu, Blora

Lokomotif tua yang sekarang kadang-kadang digunakan untuk kereta wisata di lingkunagn perhutani Cepu-Blora.

SATE BUNTEL KHAS SOLO

Lezat dan bikin kita ketagihan.

Jajanan khas Jawa

Jajanan khas Jawa ini sekarang sering disajikan dalam acara formal maupun informal. Lengkap, rasanya bervariasi dan sehat.

Para peserta LDK di Tawangmangu

Latihan Dasar Kepemimpinan diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa Surakarta di Tawangmangu pada tahun 2011.

Di Tanah Lot Bali

Refreshing di Bali pada tahun 2010, bersama teman-teman dosen.

Jumat, 25 Juli 2014

Menjilat Ludah Sendiri?

Menjilat ludah sendiri dalam arti nyata tentu sangat menjijikkan, dalam arti kiasan juga tak kalah menjijikkannya. Itulah yang terjadi dengan perilaku Ahmad Dhani, Amien Rais dan Debby Rhoma.

Terkait dengan pilpres yang lalu Ahmad Dhani, Amien Rais dan Debby Roma membuat pernyataan nazar yang kontroversial. Ahmad Dhani  lewat kicauan di Twitter-nya bernazar akan potong ‘burung’ (kemaluan) nya apabila Jokowi memenangi pilpres. Demikian juga  dengan pernyataan Profesor Amin Rais.  Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dan tokoh Muhammadiyah itu, menuai kecaman banyak orang terkait dengan dukungannya kepada Prabowo Subianto. Padahal dahulu, Amien dikabarkan pernah mendesak agar Prabowo diseret ke Mahkamah Militer karena dinilai mengetahui dan bertanggung jawab atas penculikan para aktivis. Namun Amien mengatakan tak pernah membuat pernyataan seperti itu. Amien pun menantang agar penudingnya memperlihatkan kliping koran, rekaman radio, atau televisi, yang memuat pernyataannya yang menyudutkan Prabowo. Kalau terbukti ada, ia akan jalan kaki bolak-balik Jakarta-Yogyakarta.  Dan ternyata ada bukti kliping pemberitaan Koran Republika tentang pernyataan Amien Rais waktu itu.

Sementara itu putri raja dangdut Rhoma Irama, Debby Rhoma, pernah menulis di Facebook-nya akan pindah ke luar negeri jika Jokowi menjadi presiden. “Jika Joko Widodo nyapres  dan  jika tidak ada Rhoma Irama dalam bursa capres 2014 saya bertekad untuk pindah dari Jakarta,  dan  jika Joko Widodo terpilih menjadi Presiden 2014 maka saya bertekad untuk pndah negara.  Sebagai warga Jakarta berharap mempunyai Gubernur yang istiqomah, yang komit dengan janjinya memimpin Jakarta setidaknya 1 periode, bukan setengah atau seperempat periode… .” tulisnya pada 13 Mei 2014. Setelah hasil rekapitulasi suara di Komisi Pemilihan Umum di provinsi menunjukkan Jokowi lebih unggul, sejumlah netizens menagih janji Debby.

Banyak kalangan kemudian menanyakan tentang pemenuhan janji Ahmad Dhani  terkait Jokowi telah memenangi pilpres. Inilah reaksi Ahmad Dhani. Dhani menjelaskan, bahwa capture kicauan yang tersebar luas ke berbagai media sosial tersebut adalah palsu dan bukan dirinya yang melakukan hal tersebut serta telah dimanipulasi. Dan lebih lanjut bahkan Dhani meminta semua media yang telah memberitakan tentang potong ‘burung’ agar membuat pernyaan minta maaf di media masing-masing. Kompasiana telah melakukannya Kamis, 24 Juli 2014.

Namun yang menarik dan aneh adalah mengapa Dhani baru menyatakan bahwa kicauan itu palsu setelah terbukti Jokowi menang dan banyak kalangan menagih nazarnya. Mengapa tidak menyanggahnya saat kicauan itu beredar lama sebelum kemenangan Jokowi. Entahlah siapa yang benar, tetapi yang pasti Kompasiana sudah membuat pernyataan maaf. Biarlah Tuhan yang tahu tentang kebenarannya.

Sedangkan Debby mengingkari janjinya dengan menjelaskan mengenai statusnya yang akan pindah warga negara lantaran kesal terhadap Jokowi tak menuntaskan tanggung jawabnya di Ibukota. Padahal, sebut Debby, ia mengagumi sejumlah program pelayanan publik yang dianggapnya banyak kemajuan pada era kepemimpinan Jokowi. “Saat orang lagi senang-senangnya, tahu-tahu Jokowi meninggalkan kita semua di Jakarta untuk jadi capres. Sebagai warga Jakarta, saya sangat kesal. Jadi, saya tuangkan dalam tulisan itu,” ujar Debby. Debby mengaku tak sungguh-sungguh hendak pindah kewarganegaraan. Menurut dia, tulisannya di Facebook hanyalah wujud emosi sesaat. Dia pun tak menyangka tulisannya itu akan menjadi buah bibir banyak orang dan diberitakan di beberapa media online.”Pindah ke luar kota saja sama ayah saya enggak boleh karena saya punya anak kan,” katanya.

Mengenai Profesor Amien Rais, sampai saat ini belum ada pernyataannya terkait janjinya jalan kaki bolak-balik Jakarta-Yogyakarta. Kita yakin bahwa Amien Rais pasti tidak akan memenuhi  janjinya. Jangankan jalan kaki Jakarta-Yogyakarta, jalan kaki dari rumahnya  ke tempat kerjanya di kampus UGM saja belum tentu kuat. Kita semua tahu beliau sudah sepuh.

Inilah kenyataan menarik tentang begitu mudahnya orang membuat pernyataan janji dan kemudian mengingkarinya. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi begitu canggih dan semuanya jadi sangat terbuka namun menjilat ludah sendiri  justru sering dilakukan. Menjijikkan.

Salam damai penuh cinta

***
Solo, Jumat, 25 Juli 2014
Suko Waspodo

Kabinet Usulan Rakyat

Joko Widodo-Jusuf Kalla telah memenangi laga pilpres 2014. Kemenangan pasangan ini sebagian besar didukung oleh ribuan komunitas relawan. Para relawan bukan hanya ambil bagian dalam kampanye dan pendanaan. Namun, mereka juga terlibat aktif mengawasi proses penghitungan suara.

Kemungkinan perkembangan politik Indonesia mutakhir bukan hanya diwarnai oleh kehadiran sosok Jokowi, namun juga munculnya partisipasi relawan yang luar biasa. Kini, para relawan terus mengawal perjalanan politik pasangan pilihan mereka ini dengan berbagai cara.

Jokowi Center dan Radio Jokowi memutuskan untuk ikut mengawal proses penjaringan nama-nama calon menteri yang dianggap layak oleh rakyat. Pemilihan menteri memang hak prerogatif Presiden. Namun bukan berarti rakyat tidak bisa berpartisipasi.

Di dalam memilih daftar nama calon-calon menteri ini, kami melakukan diskusi intensif dengan berbagai kalangan: aktivis, intelektual, wartawan dan juga para politikus. Nama-nama ini kami hadirkan, dan anda kami persilahkan untuk memilihnya sebagai bagian dari keterlibatan politik.

1. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan
  •     Jenderal TNI Budiman
  •     Jenderal TNI Dr. Moeldoko
  •     Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso
  •     Yang lain:
2. Menteri Koordinator Perekonomian
  •     Chairul Tanjung
  •     Prof. Dr.(H.C.) Dahlan Iskan
  •     Gita Irawan Wirjawan
  •     Yang lain:
3. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat
  •     Drs. H. A. Muhaimin Iskandar, M.Si
  •     Dr. Ir. Kuntoro Mangkusubroto, MSIE., MSCE.
  •     Prof. Dr. Alwi Shihab
  •     Yang lain:
4. Menteri Dalam Negeri
  •     Dr. Abraham Samad, S.H., M.H
  •     Dr (HC). Agustin Teras Narang, SH
  •     Prof. Dr. Pratikno, M.Soc. Sc
  •     Yang lain:
5. Menteri Luar Negeri
  •     Don K. Marut, MA, M.Phil.
  •     Drs. Makmur Keliat, Ph.D
  •     Dr. Raden Mohammad Marty Muliana Natalegawa, M.Phil, B.Sc
  •     Yang lain:
6. Menteri Pertahanan
  •     Andi Widjajanto, S.Sos., M.Sc
  •     Mayor Jenderal (Purn) TB Hasanuddin
  •     Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu
  •     Yang lain:
7. Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM)
  •     Dr. Artidjo Alkostar, SH., LLM
  •     Prof. Dr. Saldi Isra, S.H., MPA
  •     Dr. Zainal Arifin Mochtar, SH., LLM
  •     Yang lain:
8. Menteri Keuangan
  •     Prof. Dr. Hendrawan Supratikno
  •     DR. Ir. Raden Pardede, Ph.D
  •     Agus Martowardojo
  •     Yang lain:
9. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
  •     Dr. Ir. Arif Budimanta, MSc
  •     Ir. Luluk Sumiarso
  •     Dr. Ir. Tumiran, M.Eng.
  •     Yang lain:
10. Menteri Perindustrian
  •     Anton Joenoes Supit
  •     Dr. Poempida Hidayatulloh, B.Eng (Hon), PhD, DIC
  •     Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA
  •     Yang lain:
11. Menteri Perdagangan
  •     Dr. Mari Elka Pangestu, Ph.D
  •     Soetrisno Bachir
  •     Dr. Sri Adiningsih
  •     Yang lain:
12. Menteri Pertanian
  •     Arif Wibowo
  •     Prof. Dr. Bustanul Arifin
  •     Dr. Ir. Iman Sugema, M.Sc.
  •     Yang lain:
13. Menteri Kehutanan
  •     Prof. Dr Ir. Frans Wanggai
  •     Dr. Mohamad Prakosa
  •     Dr. Satyawan Pudyatmoko, M.Sc
  •     Yang lain:
14. Menteri Perhubungan
  •     Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim
  •     Prof. Dr. Tech. Ir. Danang Parikesit M. Sc.
  •     Ignasius Jonan
  •     Yang lain:
15. Menteri Kelautan dan Perikanan
  •     Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc
  •     Dr. Kadarusman, P.hD
  •     Prof. Dr.Ir. Rokhmin Dahuri, MS.
  •     Yang lain:
16. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
  •     Rieke Dyah Pitaloka
  •     Dr. Rizal Sukma
  •     Wahyu Susilo
  •     Yang lain:
17. Menteri Pekerjaan Umum
  •     Dr. Bayu Krisnamurthi, M.Si
  •     Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA
  •     Tri Mumpuni Wiyatno
  •     Yang lain:
18. Menteri Kesehatan
  •     Prof. DR. Fasli Jalal
  •     dr. Ribka Tjiptaning
  •     Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D.
  •     Yang lain:
19. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
  •     Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan
  •     Dr. Hilmar Farid
  •     Yudi Latif, MA, PhD.
  •     Yang lain:
20. Menteri Sosial
  •     Dadang Juliantara
  •     Eva Kusuma Sundari
  •     Ir. Hasto Kristiyanto, MM
  •     Yang lain:
21. Menteri Agama
  •     Prof. Dr. Azyumardi Azra, M
  •     Drs. H. Lukman Hakim Saifudin
  •     Siti Maulida
  •     Yang lain:
22. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
  •     Garin Nugroho
  •     Jeffrie Geovanie
  •     Mira Lesmana
  •     Yang lain:
23. Menteri Komunikasi dan Informatika
  •     Drs. Ferry Mursyidan Baldan
  •     Nezar Patria, MA
  •     Ir. Onno W Purbo. M.Eng, PhD.
  •     Yang lain:
24. Menteri Sekretaris Negara
  •     Maruarar Sirait, S.IP
  •     Ir. H. Pramono Anung Wibowo MM
  •     Dr. H. Yuddy Chrisnandi, ME
  •     Yang lain:
25. Menteri Riset dan Teknologi
  •     Dr. I Gede Wenten
  •     Dr.Eng. Romi Satria Wahono, B.Eng.,M.Eng
  •     Prof. Yohannes Surya, Ph.D.
  •     Yang lain:
26. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM)
  •     Abdul Kadir Karding, S.Pi, M.Si
  •     Dra. Khofifah Indar Parawansa
  •     Nusron Wahid, SS.
  •     Yang lain:
27. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak
  •     Lies Marcoes Natsir, MA
  •     Nani Zulminarni, MA
  •     Puan Maharani
  •     Yang lain:
28. Menteri Lingkungan Hidup
  •     Chalid Muhammad
  •     Charlie Heatubun, Ph.D
  •     Drs. Ir. Dodo Sambodo, MS
  •     Yang lain:
29. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
  •     Dr. Eko Prasojo
  •     Ir. Tri Rismaharini, M.T
  •     Agung Adi Prasetyo
  •     Yang lain:
30. Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal
  •     Drs. Akbar Faizal, M.Si
  •     Drs. Andrinof Achir Chaniago, M.Si
  •     Indra Jaya Piliang, SS, M.Si
  •     Yang lain:
31. Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional
  •     Aviliani, SE, M.Si.
  •     Faisal Basri.,SE.,MA
  •     Dr. Revrisond Baswir
  •     Yang lain:
32. Menteri Perumahan Rakyat
  •     Prof. Rhenald Khasali, Ph.D.
  •     Prof. Ir. Suprihanto Notodarmojo, Ph.D.
  •     Mochamad Ridwan Kamil, ST, MUD.
  •     Yang lain:
33. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
  •     Dr. Hendri Saparini
  •     Dr. Kurtubi
  •     Emirsyah Satar
  •     Yang lain:
34. Menteri Pemuda dan Olahraga
  •     Adhie MS
  •     Anies Rasyid Baswedan Ph.D.
  •     Herry Zudianto, SE.Akt, MM
  •     Yang lain:
Selamat memilih, tetap tersenyum dan tetap mendukung Jokowi-Jusuf Kalla untuk Indonesia yang lebih hebat, mandiri, dan bermartabat.

Salam damai penuh cinta.

***

Solo, Kamis, 24 Juli 2014
Suko Waspodo

Jokowi, Bung Karno dan Musik Rock

Kemenangan Jokowi sebagai presiden Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi kaum muda, lebih-lebih para penggemar musik rock di negeri ini. Masyarakat, khususnya kaum muda, mengetahui bahwa Jokowi merupakan seorang penggemar musik cadas yang akut. Media dan musisi metal dunia ikut memberikan selamat dan dukungannya terhadap Joko Widodo yang dinyatakan menang dalam hasil perhitungan suara pemilihan presiden (pilpres) 2014.

Dalam hal selera musik inilah yang membedakan Jokowi dengan Bung Karno. Sejarah kebudayaan negeri ini mencatat ketika jaman Orde Lama, tentu saja presidennya masih Bung Karno, waktu itu musik barat dilarang, karena dianggap musik Nekolim (Neo Kolonialisme dan Imperialisme). Apalagi musik rock! Bung Karno menamakannya musik ‘Ngak-ngik-ngok!’. Kalau ketahuan mendengarkannya, ancamannya penjara. Band Koes Bersaudara, yang selanjutnya bermetamorfosa menjadi Koes Plus, pernah masuk penjara selama beberapa bulan, karena memainkan musik yang tergolong 3N (ngak-ngik-ngok) itu. Padahal lirik lagu-lagu Koes Bersaudara hampir semuanya berbahasa Indonesia, hanya iramanya memang nge-rock seperti lagu-lagunya Bill Halley, dan beberapa lagunya Everly Brothers yang sedang ngetop saat itu.

Di jaman Orde Baru hingga saat ini musik di Indonesia berkembang bebas. Semua jenis musik, termasuk musik rock dengan leluasa berkembang dan boleh digemari oleh siapa pun. Jokowi akan menjadi presiden pertama di negeri ini yang sangat menggemari aliran musik cadas ini. Hal ini bisa kita lihat dari kegemarannya menonton pentas musik jenis ini. Saat menjadi walikota Solo pada tahun 2011dia menyempatkan diri menonton pentas musik rock di Alun-alun Solo. Waktu itu salah satu grup band rock yang tampil adalah Lamb of God. Jokowi menonton layaknya penonton biasa, berbaur dengan para rock mania.Tahun lalu saat Guns N Roses serta Metallica tampil di Jakarta, dia juga menyaksikan penampilan mereka yang juga merupakan band-band yang dia gemari. Bahkan ada peristiwa menarik, Jokowi mendapat hadiah sebuah gitar bass dari Robert Trujillo, bassist band Metallica.  Namun gitar bass tersebut kemudian oleh Jokowi diserahkan kepada KPK agar tidak dituduh menerima gratifikasi.

Mengenai ‘marhaenisme’, keberpihakan kepada rakyat kecil, Jokowi memang sama dengan Bung Karno namun dalam hal selera musik mereka berseberangan. Bung Karno sangat anti musik rock sedangkan Jokowi sangat mendukung dan bahkan menikmatinya.

Karena kegemarannya terhadap musik rock inilah yang antara lain membuat dia didukung oleh para musisi negeri ini dan secara lebih luas oleh kaum muda. Konser musik dua jari di Gelora Bung Karno Jakarta pada hari penutup masa kampanye pilpres yang lalu, yang dimeriahkan oleh grup band Slank dan para artis terkemuka Indonesia dihadiri oleh puluhan ribu orang.  Berdasarkan survei, konser inilah yang berhasil mendongkrak drastis elektabilitas Jokowi pada pilpres yang lalu.

Musik rock memang pada umumnya identik dengan kaum muda yang enerjik. Kecintaan Jokowi pada musik rock membuat dia dicintai oleh kaum muda yang pada ujungnya menjadi bagian yang penting dalam kemenangan Jokowi menjadi presiden Indonesia. Kedekatannya dengan kaum muda akan menjadi suatu hal yang dahsyat dalam arah negeri ini di masa depan. Kepemimpinan yang didukung oleh kaum muda akan menjadi landasan kuat dalam meraih Indonesia hebat.

Selamat berjuang presiden yang dicintai kaum muda. Tunjukkan kepada kaum muda negeri ini teladan kejujuran, kesederhanaan dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

Salam tiga jari. Metal!

***
Solo, Kamis, 24 Juli 2014
Suko Waspodo

Teman Sekolahku Menjadi Presiden



















Joko Widodo ...
teringat kembali kala itu
masa kita bersama menuntut ilmu
di SMA negeri enam Solo selalu bertemu

sahabatku …
engkau pribadi yang bersahaja
meski prestasi sekolahmu luar biasa
tidak ada kesan untuk menjadi jumawa

saudaraku …
perilakumu yang sangat santun
kadang membuat engkau terlihat culun
namun kuyakin suara hatimu yang menuntun

Jokowi muda …
pasti  di benakmu tak pernah terlintas
bercita-cita menjadi pemimpin yang teratas
di negara yang kala itu rakyatnya tak mampu bebas

Jokowi presidenku …
jaman memang terbukti pasti berubah
engkau sekarang menjadi pelaku nyata sejarah
di tanganmu negeri ini pasti akan menemukan arah

wahai pemimpin rakyat …
jangan engkau kecewakan dukungan kami
tetaplah berpihak kepada rakyat pemilik pertiwi
bersama menata negeri menjadi bangsa yang mandiri

***
Solo, Rabu, 23 Juli 2014
‘salam hangat penuh cinta’

Say ‘No’ to PKS

Menjelang penetapan pemenang pilpres, reaksi Prabowo sudah semakin mereda dan terlhat dapat menerima kekalahan, namun yang menarik adalah reaksi kebingungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS kebingungan tidak memperoleh posisi dalam pemerintahan presiden Joko Widodo.

Reaksi norak sekaligus tidak punya malu bisa kita lihat pada pernyataan Tifatul Sembiring,  anggota majelis syuro PKS, yang mengatakan bahwa PKS terbuka untuk bergabung dengan PDI-P mendukung pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.  Meski kita tahu bahwa memang di politik tidak ada pertemanan abadi tapi kepentingan abadi  namun pernyataan Tifatul  tetap menunjukkan sikap tidak punya malu.

Selama ini dalam kiprah politiknya PKS selalu tidak bersahabat dengan PDI-P, terlebih kepada Jokowi. Hal ini bisa kita lihat dalam pilkada DKI Jakarta yang lalu dan juga dalam kampanye pilpres yang telah lewat. Lebih banyak perilaku negatifnya daripada positifnya. PKS adalah contoh nyata partai paling busuk di Indonesia.

Melihat perkembangan ini sudah selayaknya PDI-P dan terlebih Jokowi untuk hati-hati dengan manuver politik busuk PKS. Jangan korbankan kepercayaan rakyat kepada PDI-P dan Jokowi dengan melacurkan diri bersama PKS. Walaupun kita semua tahu bahwa tidak ada satu pun partai di negeri ini yang bersih tetapi rekam jejak PKS sungguh paling buruk dan menjijikkan. PDI-P dan Jokowi harus benar-benar menyingkirkan PKS dari pemerintahan kalau tidak ingin dikotori mereka.

PKS yang anti pluralitas dan NKRI tidak perlu dipelihara lagi. Silahkan cermati petisi yang mulai muncul untuk tidak memberi kesempatan hidup bagi PKS.  Jangan korbankan kepercayaan rakyat. Selamat datang pemerintahan baru yang berpihak kepada kepentingan rakyat. Say ‘No’ to PKS.

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Selasa, 22 Juli 2014

Prabowo Kekanak-kanakan

Real Count KPU sudah mendekati selesai dan kita tinggal menunggu penetapan hasil pilpres pada tanggal 22 Juli 2014. Tanda-tanda kemenangan pada pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sudah mulai nampak, bahkan sejak penayangan hasil Quick Count.

Namun proses demokrasi yang relatif lancar dan tertib ini harus tercemari oleh pernyataan dari kubu Prabowo-Hatta yang meminta penundaan waktu penetapan hasil pilpres karena menurut mereka banyak terjadi kecurangan dalam pelaksanaan pemungutan suara dan saat penghitungannya. Hal ini tentu saja menimbulkan persoalan bagi banyak pihak. Prabowo terkesan tidak siap untuk kalah dan cenderung membuat keruh suasana. Dia merasa seolah diperlakukan tidak adil, padahal justru kubunya yang bermain tidak fair.

Prabowo memang terlihat tidak dewasa menerima kekalahan dan bahkan cenderung kekanak-kanakan.  Sesungguhnya sifat kekanak-kanakan itu sudah terlihat sejak mulai kampanye, dengan kampanye hitamnya. Berlanjut dengan penggunaan lembaga survei abal-abal yang mencederai  kaidah keilmuan dengan menampilkan hasil Quick Count yang membohongi. Kemudian saat ini, yang sungguh memalukan dan sekaligus mencemaskan adalah ketidakpercayaan dia terhadap KPU yang berujung meminta penundaan waktu penetapan hasil pilpres.

Penundaan waktu penetapan hasil pilpres hanya akan menimbulkan keresahan pada masyarakat. Pemungutan suara ulang sudah dipenuhi di beberapa tempat sudah mencerminkan itikat baik KPU. Apabila kemudian KPU masih juga akan memenuhi permintaan dari kubu Prabowo-Hatta untuk menunda penetapan pilpres maka berarti  pemerintah, dalam hal ini melalui KPU, telah berpihak kepada Prabowo-Hatta dan mengabaikan rakyat yang sudah mendukung proses demokrasi. Kita berharap KPU tidak menanggapi permintaan kubu Prabowo-Hatta.

Kita harus mengambil hikmah dari situasi ini. Kita tidak ingin negeri ini dipimpin oleh seorang yang kekanak-kanakan dan memaksakan kehendak seperti Prabowo. Kita patut bersyukur bahwa tidak lama lagi kita akan memiliki seorang pemimpin baru yang dewasa, rendah hati, jujur dan merakyat -  Joko Widodo.

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Minggu, 20 Juli 2014
Suko Waspodo

Ingin Kuhapus Masa Kelabu



















sedang apakah engkau disana kekasihku
di sini aku termangu sendu menahan rindu
memandang tatap matamu di potretmu
membuat aku tak ragu akan tulus cintamu

ingin aku berlari menembus ruang dan waktu
agar aku bisa tautkan asmaraku dan asmaramu
menyingkirkan dinding penghalang tuk padu
agar tak ada lagi pemisah bagi cinta kita satu

kan kupersembahkan ketulusan hasratku
untuk mekarkan kembang cinta yang baru
walau engkau masih sulit lepas bebanmu
akan kisah lalu yang masih membelenggu

haruskah engkau terus meratapi lembar lalu
sedang aku berharap tuk membahagiakanmu
masa lalu kini masih terus menjadi milikmu
meski indah rasa telah kita tata menyatu

ijinkan aku tuk menghapus masa kelabu
menata mahligai indah kehidupan baru
pinta kita senantiasa Tuhan kan beri restu
sebiduk kita arungi bahagia cinta abadi selalu

***
Solo_Kudus, Sabtu, 22 Februari 2014
‘salam hangat penuh cinta’
Suko Waspodo & Dinda Pertiwi