Welcome...Selamat Datang...

Padi organik petani hasil pendampingan kami

Padi Rojolele organik

Lokomotif tua di kota kecil Cepu, Blora

Lokomotif tua yang sekarang kadang-kadang digunakan untuk kereta wisata di lingkunagn perhutani Cepu-Blora.

SATE BUNTEL KHAS SOLO

Lezat dan bikin kita ketagihan.

Jajanan khas Jawa

Jajanan khas Jawa ini sekarang sering disajikan dalam acara formal maupun informal. Lengkap, rasanya bervariasi dan sehat.

Para peserta LDK di Tawangmangu

Latihan Dasar Kepemimpinan diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa Surakarta di Tawangmangu pada tahun 2011.

Di Tanah Lot Bali

Refreshing di Bali pada tahun 2010, bersama teman-teman dosen.

Kamis, 12 Juli 2018

Boikot












kamu berbeda
kami boikot
kalian tak sepaham dengan kelompok kami
kami boikot
kalian mempersulit teman kami
kami boikot
omongan kalian menyinggung kami
kami boikot
produkmu tidak halal bagi kami
kami boikot
ada hal-hal lain lagi
kami boikot

menurut pemboikot
boikot
cara mujarab memenangkan persoalan
cara mudah memaksakan kehendak
dengan semena-mena
tanpa kedewasaan
kekanak-kanakan

haruskah demikian
di jaman yang sudah tertata peraturan
hukum sudah diberlakukan
silahkan digunakan

sudah layak dan sepantasnya
kita utamakan kesantunan
sebagai manusia yang beradab

mestinya tak perlu beringas
serta memelihara hati panas
alangkah damai bila bersabar
dan bukan bertindak barbar

***
Solo, Rabu, 27 Desember 2017. 5:29 pm
'salam damai penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
kompasiana
pepnews
ilustr: tobasatu doc. 

Bahagia Itu Pilihan


Kita semua tahu bahwa pada umumnya tujuan hidup manusia adalah kebahagiaan. Namun sering kita memahaminya secara tidak tepat dan terus kita jalani, bahkan mungkin seumur hidup kita. Mengalami kebahagiaan dengan terus memburu kenikmatan adalah yang paling banyak dijalani. Selain itu ada juga yang merasa bahagia dengan terus menerus mengembangkan bakatnya. Kemudian banyak juga yang kita lakukan dengan berbuat banyak hal yang bermanfaat sebanyak mungkin untuk orang lain dan kemudian kita merasa bahagia.  Lalu bagaimanakah sebenarnya kebahagiaan itu?

Kenikmatan

Di era modern ini hampir semua orang ingin mencapai kebahagiaan dengan mengejar kenikmatan sebanyak mungkin, menghindari hal-hal yang tidak nikmat. Benarkah bahwa kebahagiaan melulu terpenuhi apabila kita terus memburu kenikmatan? Senyatanya sikap hidup seperti ini tidak sepenuhnya benar. Memang pada umumnya kita ingin mengalami kenikmatan, tetapi faktanya bahwa ternyata bukan melulu kenikmatan yang membahagiakan.

Kita sering memperhatikan dan bahkan mungkin mengalami sendiri bahwa ternyata banyak hal yang secara lahiriah tampak dan terasa tidak nikmat tapi membahagiakan. Banyak orang yang terus bekerja keras sampai usia tua, padahal bukan untuk mencari nafkah. Begitu sering kita lihat dan alami pendakian gunung yang sulit dan berbahaya dilakukan.  Berpuasa dan berpantang di hari-hari atau bulan tertentu kita lakukan. Sebagian contoh ini adalah perilaku dan sikap hidup yang tidak nikmat tapi banyak dari kita yang melakukannya. Sementara banyak contoh juga dimana kita mengalami kenikmatan dan bergelimang harta tetapi tidak bahagia. Misalnya, hidup dengan kekayaan hasil korupsi, bisnis tidak jujur, hidup berkecukupan tetapi keluarga pecah dan masih banyak contoh lain lagi.

Sesungguhnya manusia memang terdiri dari dua sisi, lahiriah dan batiniah atau rohaniah. Kebahagiaan adalah sisi batiniah manusia, sedangkan kenikmatan dan ketidaknikmatan adalah sisi lahiriah. Oleh sebab itu sungguh tidak tepat kalau kita berpendapat serta menentukan sikap bahwa kebahagiaan hanya bisa tercapai kalau mengalami kenikmatan sebanyak mungkin.

Pengembangan Diri

Kebahagiaan bukan melulu pada kenikmatan saja. Kita menyadari bahwa manusia tidak akan bahagia apabila ia hanya pasif saja menikmati segalanya, melainkan kalau ia aktif.  Oleh sebab itu tidak sedikit pula dari kita yang mengejar kebahagiaan dengan secara aktif merealisasikan bakat-bakat serta potensi yang ada.

Sikap hidup ini mengandaikan bahwa kebahagiaan ialah kalau kita mengembangkan diri sedemikian rupa hingga bakat yang kita punyai menjadi kenyataan. Kebahagiaan tercapai dalam mempergunakan atau mengaktifkan bakat-bakat dan kemampuan-kemampuan kita. Itulah sebabnya seseorang yang mau menjadi pemahat akan jauh lebih bahagia dengan patung sederhana hasil buatannya sendiri daripada apabila orang tuanya membelikannya patung bagus hasil pahatan seniman ternama.

Sikap hidup ini tidak sepenuhnya tepat.  Terus menerus mengutamakan pengembangan bakat akan berakibat pada sikap egois, tidak peduli dengan pendapat orang lain, yang penting talentanya bertumbuh. Manusia justru tidak akan berkembang apabila pengembangan diri dijadikan obsesinya. Orang yang selalu mencari dirinya sendiri tidak akan menemukan diri, sedangkan orang yang melupakan diri demi suatu tugas, demi orang lain, demi cita-citanya dialah yang akan menemukan diri.

Bermanfaat untuk Orang Lain

Sikap hidup untuk mencapai bahagia berikutnya yang juga sangat umum kita jalani adalah menghasilkan manfaat untuk orang lain. Sikap ini memang lebih lepas dari kepentingan diri, artinya berorientasi keluar.

Secara tegas sikap ini menyatakan diri bahwa manusia wajib berusaha untuk selalu menghasilkan kelebihan akibat-akibat baik yang sebesar-besarnya daripada akibat-akibat buruk disaat bertindak. Apa pun yang kita lakukan harus sebanyak mungkin bermanfaat dan membahagiakan orang lain maka dengan demikian kita bahagia.

Namun demikian meski sikap ini jauh lebih bagus dari dua sikap yang lain di atas tetapi bukan berarti tidak ada sisi kelemahannya. Sikap hidup ini memiliki kekurangan bukan pada apa yang kita lakukan tetapi justru pada apa yang tidak kita lakukan dan bahkan kita abaikan.

Mari kita cermati pada penataan kehidupan masyarakat atau pada penyelenggaraan negara. Banyak proyek pembangunan yang dilaksanakan demi kepentingan rakyat banyak tapi dalam merealisasikannya sering melanggar keadilan. Manfaat untuk banyak orang kita lakukan tapi kita tidak melakukan prinsip keadilan. Pengadaan jalan tol terealisasi tetapi ganti rugi tanah untuk mereka yang terkena proyek sangat rendah; waduk dan irigasi dibangun tetapi pemindahan tempat tinggal bagi mereka yang tergusur sangat tidak layak dan masih banyak contoh lain lagi.

Seharusnya sikap hidup untuk bermanfaat sebanyak mungkin bagi orang lain juga harus selalu dilaksanakan dengan tindakan yang adil. Tujuan hidup yang sebaik apa pun tidak boleh merugikan hak-hak orang lain.

Senantiasa Bersyukur

Terdapat beberapa kelemahan dari sikap-kap hidup untuk mencapai kebahagiaan. Sisi lemah itulah yang harus selalu kita cermati, refleksi dan dan koreksi. Kebahagiaan merupakan sisi batiniah, tidak boleh egois serta tidak boleh merugikan orang lain.

Kebahagiaan sesungguhnya adalah sebuah kesadaran puas dan gembira yang berdasar pada keadaan kita sendiri yang berarti kita senantiasa bersyukur.  Rasa bahagia tidak terikat pada pengalaman-pengalaman tertentu. Bahagia merupakan pilihan kita sendiri. Apa pun yang kita lakukan bisa membahagiakan atau tidak tergantung pilihan dari dalam batin kita masing-masing. 

Selamat berbahagia dan jangan pernah melupakannya.

***
Solo, Senin, 25 Desember 2017
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
lovethispic doc. 

Hidup Tak Sekadar Mengalir


Kita sering mendengar ungkapan sikap hidup 'saya mengalir saja'. Benarkah hidup atau aktifitas cukup mengalir saja? Sangat menarik untuk mencermatinya.

Arti kata mengalir menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bergerak maju (tentang air, barang cair, udara, dan sebagainya). Selama ini pemahaman kita kalau mendengar ungkapan sikap hidup 'mengalir' pasti yang dimaksud adalah layaknya air di sungai atau bahkan ada yang beranggapan seperti kita mengalir ikut arus sungai (menuju ke laut). Cukupkah kita  seperti itu dalam menyikapi hidup kita. Sesederhana itukah hidup kita?

Kita dan hidup kita tak bisa dibandingkan seperti air atau benda-benda yang terbawa arus. Air tidak pernah bisa bergerak mendaki sendiri tapi cenderung ke arah yang lebih rendah. Kita pasti pernah memperhatikan benda-benda apa yang biasanya mengambang mengalir di sungai. Pada umumnya adalah limbah atau sampah. Sampah bisa berupa daun-daunan, plastik, kotoran manusia (maaf), dan sebagainya.

Kalau kita punya sikap mengalir berarti kita mengibaratkan diri seperti air yang hanya cenderung mengikuti  arah ke yang lebih rendah tanpa kemungkinan lain atau kita seperti sampah yang ada di sungai. Separah itukah? Manusia bukan benda mati, apalagi limbah atau sampah. Manusia adalah makhluk yang bernilai yang melekat pada dirinya sebagai citra Allah. Manusia tidak seharusnya membiarkan diri seperti benda atau bahkan sampah yang terbawa arus. Tidak juga harus pasrah seperti sampah yang tersangkut di pinggiran sungai. Manusia tidak ditakdirkan melainkan harus senantiasa berkembang semakin baik. Senantiasa berjuang untuk semakin berkualitas dan bermanfaat sesuai jatidirinya.

Negara mempunyai cita-cita dan falsafah yang termuat di dalam pembukaan undang-undang. Setiap organisasi sekecil apa pun mempunyai visi dan misi untuk mencapai tujuan organisasi itu. Demikian pula maka sudah layak dan sepantasnya apabila manusia sebagai pribadi ciptaan Tuhan yang unik juga mempunyai visi dan misi alias cita-cita hidup. Kita tidak bisa sekedar mengalir ikut arus atau bahkan dipermainkan arus.

Meng-update diri setiap saat dengan terus belajar, bersikap kritis, tanggap terhadap situasi yang senantiasa berkembang , merupakan beberapa sikap nyata yang menunjukkan bahwa kita bukan hanya mengalir dalam menjalani kehidupan.  Hidup bukan hanya sekedar pasrah pada nasib.

Penghujung tahun ini merupakan saat yang tepat untuk mengevaluasi diri. Melihat kembali apa yang sudah kita kerjakan selama ini. Memeriksa kembali apakah sikap hidup kita sudah benar dan tepat. Apakah kita sudah hidup dengan menghasilkan manfaat sebanyak mungkin untuk orang lain? Apabila belum atau  masih ada kelemahan mari diperbaiki.  Masukilah tahun baru atau kelanjutan hidup dengan visi dan misi yang ter-update. Semoga senantiasa sukses dan tidak lupa bahagia.

***
Solo, Jumat, 22 Desember 2017
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
ilustrasi: theodysseyonline

Orang-orang Luar Jakarta Koq Sewot!


Menarik sekali mengikuti perkembangan Jakarta era gubernur Anis Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno saat ini. Banyak kebijakan-kebijakan baru yang sangat berbeda dari era gubernur Ahok. Perbedaan itu justru tampak sekali tidak berpihak pada kepentingan masyarakat Jakarta secara keseluruhan. Mulai dari cara menyikapi persoalan warga masyarakat kecil, kemacetan, banjir, pemukiman, PKL dan masalah reklamasi. Itu hanya sebagian contoh yang tampak menonjol. Cara penanganan yang tidak memberi solusi dan bahkan cenderung asal omong doang.

Tetapi dalam hal ini saya justru hanya ingin menanggapi tentang riuh-rendahnya tanggapan dan bahkan cemoohan dari orang-orang luar Jakarta. Tepatnya kita yang bukan penduduk Jakarta. Kita, karena saya juga beberapa kali ikut menanggapi meski sebatas di media sosial. 

Dalam hal ini saya merasa heran mengapa kita yang bukan penduduk Jakarta koq sewot dengan apa yang dilaksanakan oleh pemerintahan Anis-Sandi. Mengapa kita begitu gencar mengkritik cara kepemimpinannya? Mengapa kita jengkel dengan cara berkomunikasi mereka? Mengapa kita panas hati dengan cara bekerja mereka yang sering tidak ilmiah? Apa hak kita? Meski gemes.

Kita mestinya tidak perlu uring-uringan lewat media apa pun. Toh masyarakat Jakarta sendiri terkesan tenang-tenang saja dengan apa yang mereka alami dengan pemimpin daerah mereka yang baru ini. Mereka yang memilih Anis-Sandi dan mereka pula yang mengalami cara kepemimpinannya. Masyarakat Jakarta mungkin merasa lebih nyaman kalau mereka diperlakukan secara tidak adil. Merasa enjoy saja dibohongi oleh janji-janji kampanye. Semoga saja bukan karena mereka merasa tidak peduli.

Namun mungkin bagi orang-orang luar Jakarta merasa tidak rela bahwa ibukota negara ini jadi amburadul karena dipimpin orang-orang yang tidak menguasai dan memahami tugasnya. Namun apa boleh buat itulah yang dialami Jakarta kita tercinta. 

Oleh sebab itu dalam hal ini kita ambil hikmahnya saja. Untuk lebih berhati-hati dalam memilih kepala daerah kita masing-masing. Kita doakan saja bahwa masyarakat Jakarta bisa lebih kritis dalam menyikapi perkembangan yang terjadi.

Inilah sekedar ungkapan kecintaan saya untuk Jakarta kita.

Salam Damai.

***
Solo, Selasa, 12 Desember 2017
Suko Waspodo    
https://www.kompasiana.com/sukowaspodo_99/5a2fd38ff133441955633882/orang-orang-luar-jakarta-koq-sewot
dok: satujam

Rinai Rindu
















tempias hujan indah menerpa
basah alam kangen menggoda
membasuh kemarau nan gersang
sekian lama kehidupan sumbang

tirta senantiasa tak pernah ragu
pahami ciptaan yang menunggu
peluh terhapus bening syahdu
singkirkan endapan kelabu debu

bumi bermandi sejuk nirwana
persada tak lagi tersiksa dahaga
segar membelai hijau semesta
bahagia sambut hadir karunia

tak hendak punahkan kencana
menjaga hayat hindar bencana
rinduku pastilah rindumu jua
semaikan benih setulus cinta

***
Solo, Jumat, 27 Oktober 2017. 10:27 am
'salam damai penuh cinta'
Suko Waspodo  
antologi puisi suko
kompasiana
pepnews
ilustr: funnypictures

Hati Sebening Embun















manakala dua hati bertaut
saling mengerti kian bersambut
resapi keharumannya
bukan sekedar warnanya
tak juga hanya netra yang mengeja
namun batin jiwa yang bicara
di merahnya kepenatan teramat
asa pun masih mampu tercekat
menangkap birama putih sarat hasrat
sepasang naluri berpeluk erat


kesetiaan hati sebening embun
hadir bersama sirnanya halimun
menggantung pada helai-helai dedaunan
mengintip di balik rimbun rerumputan
mengiring hangatnya surya kemilau
ayu wangi kusuma nan jelita memukau
terbuai gairah kian memikat
hidup semestinya kan tersengat
kemudian rela menghilang
terserap lenyap tiada bayang
esok hari kan kembali hadir asri
tetap jernih paras nan murni
tak berasa tak berwarna
senantiasa sejuk memesona

***
Solo, Senin, 25 September 2017.  7:46 pm
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo & mmadw   
antologi puisi suko
kompasiana
pepnews

Asmaradana Kita



















engkau hadir
tatkala kemarau mendekap gundahku
engkau beri aku setetes rasa
membasahi gersang hati gulana
serasa mimpi di tidurku sekian lama sunyi

engkau bisikkan

kata mesra nyalakan asmaradana
bangkitkan gairah yang lama terdiam
membuai gejolak hasrat insani
dalam rengkuh tulus saling mengasihi

engkau ungkapkan

niat sungguh tuk merawat cinta
menjaga keakuan kuatkan rajutan hati
tak ingin keindahan terkoyak
kesombongan yang mungkin meraja

senantiasa menggenggam asa

kita arungi samudera kebersamaan
dengan biduk kasih sayang
tiada takut hadapi badai gelombang
ikatan nurani selalu terjaga abadi

***
Solo, Jumat, 15 September 2017. 9:10 am
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
kompasiana
pepnews
ilustr: reawakeninghearts