Welcome...Selamat Datang...

Padi organik petani hasil pendampingan kami

Padi Rojolele organik

Lokomotif tua di kota kecil Cepu, Blora

Lokomotif tua yang sekarang kadang-kadang digunakan untuk kereta wisata di lingkunagn perhutani Cepu-Blora.

SATE BUNTEL KHAS SOLO

Lezat dan bikin kita ketagihan.

Jajanan khas Jawa

Jajanan khas Jawa ini sekarang sering disajikan dalam acara formal maupun informal. Lengkap, rasanya bervariasi dan sehat.

Para peserta LDK di Tawangmangu

Latihan Dasar Kepemimpinan diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa Surakarta di Tawangmangu pada tahun 2011.

Di Tanah Lot Bali

Refreshing di Bali pada tahun 2010, bersama teman-teman dosen.

Jumat, 15 November 2013

Jokowi Sang Senapati


Rakyat negeri ini ibaratnya saat ini sedang menghadapi peperangan, perang terhadap korupsi dan tatanan kehidupan yang tidak benar. Kita membutuhkan seorang senapati alias panglima perang yang mampu bertempur dengan gagah berani  dan taktis tanpa mengenal takut. Dan itu sudah mulai ditunjukkan oleh pola kepemimpinan Jokowi. Layaknya seorang senapati, Jokowi adalah senapati yang tangguh. Hal itu sudah dia tunjukkan dalam tugasnya saat masih menjadi walikota Solo dan sekarang sebagai gubernur Jakarta.

Dalam perang menghadapi korupsi dia selalu terdepan menghadapi dan menghancurkannya, seperti ketika dia menjadi walikota Solo selama hampir dua periode dengan semboyannya Berseri Tanpa Korupsi. Terbukti sukses dan sekarang dia lanjutkan dalam tugasnya sebagai  gubernur Jakarta.

Menghadapi tatanan birokrasi yang buruk dan perilaku aparatnya yang bobrok, Joko Widodo tak segan-segan memutasi dan bahkan memecat aparat yang terbukti tidak tertib atau asal-asalan dalam melayani rakyat. Penataan aparat pelayan rakyat ditata di semua lini.

Keberpihakan terhadap rakyat dalam memerangi kemiskinan dia lakukan dengan program bantuan pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang tidak mampu. Hal ini sudah berhasil dilaksanakan di Solo dan terus berlanjut di Jakarta. Bahkan akan segera diikuti secara nasional dalam program Jaminan Kesehatan Nasional.

Di bidang ekonomi, terus dilakukan renovasi pasar-pasar tradisional serta penataan para pedagang kaki lima yang selama ini tidak tertib dan mengganggu ruang publik sehingga menimbulkan kemacetan. Masyarakat kecil menjadi lebih nyaman dan manusiawi dalam melakukan kegiatan bisnis maupun dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Yang paling populer dan paling ditunggu tentu proyek MRT dengan kereta monorailnya. Proyek ini sedang berlangsung dan akan segera bisa dinikmati masyarakat Jakarta sehingga kemacetan bisa dikurangi dan masyarakat bisa mempunyai sarana angkutan masal yang nyaman.

Peperangan dalam menghadapi kerusakan lingkungan hidup juga terus dilakukan oleh Jokowi dan aparatnya. Penataan lingkungan waduk dan pengembalian fungsi Waduk Pluit dan Riario adalah salah satu contohnya. Penghuni liar seputar waduk sudah direlokasi dengan tertib dan aman. Sekarang mereka sudah menempati pemukiman baru yang lebih baik dan manusiawi. Seputar waduk sedang terus ditata untuk menjadi ruang hijau dan taman yang akan menjadi sarana rekreasi yang sehat bagi warga sekaligus resapan air yang baik.

Keberpihakan terhadap rakyat kecil terus dilakukan oleh Jokowi dengan kegiatan blusukan-nya. Senantiasa menyatu dengan rakyat untuk mengetahui masalah mereka dan memecahkannya.

Singkat kata Jokowi adalah figur pemimpin dan senapati yang handal dalam perang menghadapi tatanan yang kacau balau dan tidak berpihak kepada rakyat kecil. Dia terbukti mumpuni dalam memperbaiki tatanan masyarakat kota Solo dan Jakarta. Maka tak heran kalau rakyat Indonesia secara keseluruhan berharap banyak kepada Jokowi dengan pola kepemimpinannya. Rakyat berharap Jokowi berkenan menjadi presiden negeri ini sehingga perbaikan tatanan dan kehidupan rakyat tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Solo dan Jakarta saja melainkan juga dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Indonesia membutuhkan senapati yang handal dan tangguh namun rendah hati seperti Jokowi. Semoga mimpi rakyat bisa menjadi nyata dan kehidupan mereka menjadi lebih baik.

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Jumat, 15 November 2013
Suko Waspodo
kompasiana
antologi puisi suko
ilustrasi: politik.kompasiana


Denda Bagi Pembuang Sampah Sembarangan

Jokowi kembali membuat gebrakan yang cerdas dan cinta lingkungan hidup. Peringatan keras disampaikan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kepada masyarakat yang membuang sampah di sungai di Jakarta. Bagi masyarakat yang tertangkap melanggarnya, akan dikenakan denda sebesar Rp 500.000.

"Ini saatnya mengedukasi masyarakat. Kita akan terapkan denda maksimal Rp 500.000 untuk masyarakat," demikian disampaikan Jokowi saat menggelar patroli sampah di Ciliwung, ruas Jembatan Besi, Jakarta Barat, Kamis, 14 November 2013.

Bahkan menurutnya tidak hanya untuk masyarakat, Pemprov Jakarta juga akan menerapkan denda dengan jumlah yang jauh lebih besar untuk perusahaan yang terbukti membuang limbahnya ke sungai-sungai di Jakarta, yakni denda sebesar Rp 50 juta.

Gebrakan ini sebaiknya juga diikuti oleh seluruh penyelengara pemerintahan di daerah di seluruh Indonesia. Seharusnya hal ini dijadikan suatu gerakan nasional. Bahkan semestinya sanksi atau denda tidak hanya dikenakan bagi pembuang sampah ke sungai tapi juga bagi semua pelaku pembuang sampah sembarangan dimana pun.

Sampah sudah menjadi masalah besar. Faktanya masyarakat kita belum mempunyai budaya perilaku hidup bersih dan cinta lingkungan, oleh sebab itu maka perlu dibuat peraturan pemerintah atau bahkan undang-undang dengan sanksi yang keras dan tegas. Kita bisa mencontoh negara tetangga kita, Singapura, yang berhasil dengan penataan kebersihan di negaranya.

Sanksi dengan denda akan memberi dua dampak. Pertama akan memberi efek jera bagi para pelakunya dan kedua bisa memberi pemasukan bagi negara untuk denda yang dikenakan. Sudah saatnya pemerintah lebih serius menyikapi masalah perilaku hidup bersih dan pembuangan sampah sembarangan ini. Salah satu tolok ukur peradaban  bangsa ini  bisa kita lihat dalam perilakunya terhadap lingkungan hidup.

Demikianlah tulisan sederhana ini sebagai ungkapan kecintaan terhadap lingkungan hidup dan kehidupan masyarakat yang lebih sehat dan bermakna. Semoga bangsa kita menjadi semakin sejahtera dan beradab.

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Kamis, 14 November 2013
Suko Waspodo

Tangan Kanan Berbagi, Tangan Kiri Mencuri

Inilah fenomena yang saat ini sering terjadi, seseorang, komunitas atau partai tertentu dalam aktifitasnya melakukan tindakan karitatif,  berbagi kebutuhan bagi rakyat tapi ternyata semuanya adalah hasil manipulasi dan korupsi. Itulah yang terjadi  di negeri ini hingga saat ini.

Pada era Orde Baru sungguh tak terbilang pejabat yang melakukan korupsi dan tidak diadili atau mengembalikan uang hasil korupsinya. Tetapi anehnya justru banyak yang mengelu-elukan mereka  manakala mereka menyembunyikan perilaku busuknya dengan mendirikan yayasan-yayasan sosial dan membagi-bagikan beasiswa. Cermati yayasan-yayasan yang dimiliki oleh mantan pejabat-pejabat Orde Baru yang  korup pada saat mereka masih menjabat.

Demikian pula di era Reformasi ini, korupsi semakin menggurita baik secara perorangan pejabat maupun secara berjamaah di lingkup partai dan bahkan di departemen agama yang seharusnya menjadi penjaga moral. Korupsi dilakukan secara massive tetapi ditutupi dengan gerakan-gerakan karitatif perorangan atau kolektif partai. Partai-partai tertentu berkedok agamis dan melakukan kegiatan yang katanya untuk kesejahteraan rakyat tetapi ternyata melakukan tindakan korupsi dan manipulasi. Contoh yang masih aktual adalah Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Terkait masalah ini menarik apa yang disampaikan oleh Paus Fransiskus tentang perilaku korupsi oleh umat Katolik. Pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma ini menyampaikan kutipan yang ada dalam Injil Lukas di Perjanjian Baru, “Yesus berkata  'Lebih baik jika batu gerinda dikalungkan ke leher mereka, lalu lemparkan mereka ke lautan',". Tegas sekali pernyataannya bahwa korupsi tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Paus asal Argentina itu mengingatkan bahwa umat Katolik yang mendonasikan uangnya untuk gereja tetapi di saat bersamaan mencuri uang negara, tetap dianggap berdosa dan harus dihukum.

Tanpa menyebut langsung korupsi yang menggerogoti Gereja Katolik, Paus, dalam khotbahnya itu, menggambarkan, jika dilihat dari penampilannya, para koruptor itu terlihat sangat baik. Namun, di dalamnya penuh kebusukan.

Paus juga mengkritik para orangtua yang mendapatkan penghasilan dari hasil korupsi. Paus menyebut mereka sudah kehilangan harga diri. "Orangtua yang mendapatkan penghasilan dari korupsi, sudah kehilangan harga diri dan memberi 'roti kotor' untuk anak-anak mereka," ujar Paus.

Paus bahkan menyamakan suap dan korupsi seperti obat-obatan terlarang yang membuat orang kecanduan melakukannya.

Pernyataan Paus ini tentu menarik jika dikaitkan dengan kondisi Indonesia saat ini. Korupsi sudah demikian akut  dan mewabah di negeri ini. Entah berapa ribu orang yang mesti dikalungi batu gerinda di lehernya dan kemudian dilempar ke laut.

Perilaku korupsi tidak bisa ditutupi dengan perilaku karitatif. Tangan kiri mencuri, tangan kanan berbagi. Tindakan karitatif harus dilakukan dari hasil perilaku halal. Tidak berlaku prinsip Robin Hood atau maling budiman. Membantu rakyat kecil dengan uang hasil rampokan. Koruptor harus dihukum seberat-beratnya. Negeri ini tidak akan beranjak maju kalau korupsi masih merajalela dan sanksi hukumnya begitu ringan. Rakyat harus kritis dan tidak terbuai dengan kegiatan karitatif para koruptor yang menutupi kebusukannya.

Akhirnya tulisan ini hanya sekedar ungkapan keprihatinan terhadap perilaku korup dan manipulative sebagian besar penyelenggara negeri ini serta harapan untuk kehidupan rakyat kecil yang semakin baik. Semoga bisa menjadi bahan refleksi kita bersama.

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Kamis, 14 November 2013
Suko Waspodo

Kamis, 14 November 2013

Jonas Rivanno Sebaiknya Mengaku Mualaf Saja

Front Pembela Islam (FPI) Depok akhirnya melaporkan Jonas Rivanno, suami aktris Asmirandah, ke Kepolisian Resor Kota Depok, Jawa Barat. Dalam hal ini Jonas dituduh berbohong lewat media massa karena mengaku belum masuk Islam.

"Kami sengaja melaporkan Jonas karena ia tak mengaku telah mengucapkan syahadat," demikian kata Ketua FPI Depok, Idrus Al Gadri, kepada wartawan di Kepolisian Resor Kota Depok, Kamis, 14 November 2013. FPI serta Majelis Ulama Islam Depok memiliki bukti apabila Jonas telah menjadi mualaf dan menikahi kekasihnya, Asmirandah, pada 17 Oktober lalu.

Menurut Idrus Jonas telah menipu semua umat Islam dan MUI sebagai lembaga negara. Terlebih lagi, Jonas telah menegaskan belum menjadi muslim dan menikahi Asmirandah di hadapan para wartawan. "Kami tersinggung. Jika Jonas tidak Islam, berarti ia berpura-pura Islam ketika datang ke Depok untuk menikahi Asmirandah," katanya.

Tatkala menikah, kata Idrus, Jonas mengenakan seluruh identitas agama Islam dalam data dirinya. Mereka bahkan mengakui telah memegang beberapa barang bukti pernikahan itu. Antara lain surat nikah, syahadatnya, surat pengantar nikah, asal-usul Jonas, dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Terkait masalah ini Jonas akan dijerat dengan Pasal 156 KUHP tentang menyebarkan kabar bohong sehingga membuat sekolompok orang tidak tenang. Tetapi, tidak tertutup kemungkinan pemain sinetron itu juga akan dijerat dengan pasal lain karena FPI belum selesai melaporkannya. "Kami masih membicarakannya, mengenai  pasal apa saja nanti yang bisa dipakai," ujar Idrus.

Selanjutnya Idrus meminta Polresta Depok cepat menanggapi laporan itu. Bagaimana pun, kata Idrus, Jonas harus siap bertanggung jawab atas pernyataannya yang menyatakan dia belum islam. "Dia juga harus minta maaf kepada umat Islam," ujarnya.

Kasus ini menjadi semakin menarik. Menurut saya pilihan keyakinan kepada Tuhan atau agama adalah hak asasi setiap orang dan itulah saya kira yang dipakai pedoman oleh Jonas Rivanno. Namun masalahnya menjadi runyam manakala dia membuat pernyataan yang oleh kalangan tertentu dianggap menipu dan meresahkan masyarakat serta melecehkan agama Islam. Di Indonesia memang ada pasal tentang penipuan itu dan lebih lanjut Jonas Rivanno akan bisa dijebloskan ke penjara oleh FPI atau MUI. 

Oleh sebab itu menurut saya lebih baik Jonas Rivanno mencabut kembali pernyataannya bahwa dia tidak menjadi mualaf. Agar lebih aman serta tidak dituntut pasal penipuan kemudian dijebloskan ke penjara, sebaiknya Jonas mengaku saja sebagai  mualaf. Namun apabila hal itu bertentangan dengan suara hatinya toh hanya sekedar pernyataan ke publik sedangkan relasi batinnya dengan Tuhannya tetap bisa dilakukan dengan keyakinan dia sebelumnya.

Dalam hal ini masalah agama di Indonesia kenyataanya memang hanya butuh pernyataan lahiriah saja. Mengenai cara beragama kita secara pribadi tidak ada hukum negara yang mengaturnya. Apakah kita mau menjalankan ibadat agama kita dengan cara apa pun semuanya adalah tanggung jawab pribadi kita dengan Tuhan. Jadi menurut saya Jonas silahkan membuat saja pernyataan kembali kepada publik bahwa dia telah menjadi mualaf serta meminta maaf kepada FPI dan MUI agar tidak mengalami kesulitan dengan masalah hukum. Mengenai relasi pribadinya dengan Tuhannya toh tetap bisa dia lakukan seperti agamanya semula. Mudah dan sederhana kan? Gitu aja koq repot.

Salam damai penuh cinta.
***
Solo, Kamis, 14 November 2013
Suko Waspodo

Jumat, 08 November 2013

Tatkala Ambang Senja


















di ambang senja  sapamu bak sayat sembilu
masih tertuju panah tajammu ke jantungku
mengucurkan darah ujud diriku tuk berserah
kan kubiarkan dirimu puaskan umbar amarah

kabut racun dusta telah butakan mata hati
hingga hanya dengki terus mengurung diri
pinta maafku tak jua menyingkap tirai gelap
kejujuran sikapmu kutunggu sepenuh harap

mestinya kau renungkan tulus penyesalanku
yang pernah mengecewakan kudus cintamu
kusadari diri tiada arti tanpa hadirmu di sisi
ingin kurenda kembali indahnya niatan nurani

sambut hangat uluran tanganku penuh kasih
genggam erat lagi asa kita hapuskan pedih
dengan biduk cinta suci kedamaian kita arungi
saling menjaga hati hingga kehidupan abadi

***
Solo, Kamis, 7 November 2013. 5:47 pm
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
pepnews
ilustrasi: ArtPics On Fb

Kamis, 07 November 2013

Terbujur Kaku


















berjuta harap telah kusandarkan pada sang waktu
menantimu hadir dalam ruang rindu relung hatiku
telah kubuka lebar tulusku tuk sambut arti dirimu
namun engkau berbalik saat sampai di pintu asaku

tergugu aku mencoba berteriak memanggil cintamu
tiada jawab darimu karena telah kau tutup hatimu
begitu cepat engkau berubah campakkan mimpiku
setelah berlaksa kata indah kau beri harap untukku

mengapa engkau tembangkan lagu cinta kita kala itu
hingga aku terpesona anggun syahdu sikap mesramu
terbuai dalam nirwanamu  sesaat memanjakan aku
lalu kini kau lemparkan aku bagai mainan usangmu

terhempas  rasaku pada kehampaan yang kian beku
membentur dinding perih luka lama kian membiru
sia-sia kukejar engkau dalam senggal nafas kian kelu
tak kau beri lagi aku waktu untuk meraih bahagiaku

kuratapi kekinianku yang terkapar di jurang sendu
hariku berlalu tanpa makna bernaung awan kelabu
tiada lagi arti diriku tuk lanjutkan kembara hidupku
sikapmu telah membekukan jiwaku terbujur kaku

***
Solo, Kamis, 7 November 2013. 06:22 am
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
pepnews
ilustrasi: melek.deviantart

Rabu, 06 November 2013

Lembut Bibirmu Rekatkan Cinta

















mengingatmu …
jantungku berdegup kencang
ada desir hangat yang mengembang
bisikan mesra di relung jiwa terngiang

merindukanmu …
jutaan kata menari-nari
memohon untuk dijadikan puisi
rangkaian kata yang menghibur diri

menjumpaimu …
tak perlu banyak berkata-kata
biarkan gemuruh dada berbicara
hingga getar tubuh ungkapkan makna

menatapmu …
kutangkap kesejukan tulus sendu
keluguan sikap ungkap pribadimu
senyum lembutmu damaikan hatiku

memelukmu …
kurasakan hangat sentuhan raga
memadukan hasrat kita bergelora
tak ingin melepas meski sesaat saja

menciummu …
basah lembut bibirmu rekatkan cinta
melumatkan kehendak padu tanpa kata
meraih bersama indah puncak asmara kita

***
Solo, Selasa, 5 November 2013. 8:30 pm
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
pepnews
ilustrasi: services.flikie