Welcome...Selamat Datang...

Padi organik petani hasil pendampingan kami

Padi Rojolele organik

Lokomotif tua di kota kecil Cepu, Blora

Lokomotif tua yang sekarang kadang-kadang digunakan untuk kereta wisata di lingkunagn perhutani Cepu-Blora.

SATE BUNTEL KHAS SOLO

Lezat dan bikin kita ketagihan.

Jajanan khas Jawa

Jajanan khas Jawa ini sekarang sering disajikan dalam acara formal maupun informal. Lengkap, rasanya bervariasi dan sehat.

Para peserta LDK di Tawangmangu

Latihan Dasar Kepemimpinan diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa Surakarta di Tawangmangu pada tahun 2011.

Di Tanah Lot Bali

Refreshing di Bali pada tahun 2010, bersama teman-teman dosen.

Rabu, 01 Agustus 2018

Memaknai "Kampret"


Pada tahun politik ini ada satu binatang yang begitu populer dalam pembicaraan dan tulisan di media sosial. Kampret. Yuuuups, kampret adalah sejenis kelelawar kecil pemakan serangga. Karena begitu populernya bisa dipastikan hampir tak ada hari tanpa kata 'kampret' di media sosial khususnya. Maka pada kesempatan ini ada baiknya kita membahas tentang binatang ini dan mengapa sering diungkapkan di media maupun dalam percakapan sehari-hari, terutama yang menyangkut perilaku politik busuk.

Kampret merupakan binatang yang sangat khas perilakunya. Kampret berbeda dengan burung, jika burung bertelur, kampret melahirkan; burung tidak menyusui, kampret menyusui; burung terbang siang, kampret terbang malam; burung hinggap di pohon, kampret bergelantungan. Apa yang bisa kita tarik maknanya dari fakta tentang kampret ini?

Kita seharusnya tidak berperilaku seperti kampret.  Binatang ini bukan burung tetapi hanya seolah-olah burung. Binatang ini bukan serigala tetapi hanya memiliki wajah seperti serigala. Kampret seolah-olah matanya tajam padahal sesungguhnya dia buta, takut pada cahaya, dan selalu melihat dunia dengan pikiran terbalik karena selalu bergelantungan.  Jadi, jangan sampai kita menjadi manusia yang 'seolah-olah' serta jangan melihat kenyataan hidup dengan 'pikiran terbalik'.

Nah, semoga tulisan pendek ini bisa menjelaskan mengapa kata 'kampret' begitu populer akhir-akhir ini. Semoga anda tidak berperilaku dan disebut sebagai 'kampret' dan lebih parah lagi jangan sampai ikut dalam gerombolan para 'kampret'. Merdeka!!!

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Sabtu, 12 Mei 2018
Suko Waspodo
ilustrasi: natureworldnews.com 

Penggenggam Bara



















seolah kalian pemegang kunci surga
seakan kalian penentu penghuni neraka
ayat-ayat suci kalian teriakkan
perilaku keji kalian tegakkan

seolah kalian yang paling benar
sehingga kalian bertindak barbar
ambisi telah menghapus nurani
terungkap dalam kuasa anarki

pasti Allah bukan melulu milik kalian
justru kalian diperbudak oleh setan
kalian penggenggam bara
kalian penebar malapetaka
kalian pengibar angkara murka
kalian bakar sesama manusia
kalian umbar laku durjana

kini puaskan nafsu dajal kalian
saatnya akan tiba semesta hukuman
kejahatan tak akan mampu bertahan
kebenaran senantiasa menata kehidupan

***
Solo, Sabtu, 12 Mei 2018. 10:28 am
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
kompasiana
pepnews
ilustr: myfreephotoshop.com

Tentang Meresensi Karya


Resensi secara umum dipahami sebagai ulasan atau penilaian terhadap sebuah karya. Dalam hal ini karya tersebut bisa bermacam-macam, mungkin buku, mungkin film, mungkin karya seni atau mungkin pula sebuah produk teknologi. Penilaian itu harus berkaitan dengan kualitas dari karya yang sedang dicermati atau diresensi tersebut.

Satu hal yang harus diperhatikan oleh siapa pun yang akan meresensi sebuah karya yaitu bahwa penilaian itu harus dilakukan secara seimbang serta proporsional. Artinya, tidak boleh seorang peresensi itu hanya memberikan penilaian dan ulasan mengenai segala sesuatu yang positif saja. Namun, tidak tepat pula apabila resensi itu hanya dilakukan untuk mengorek kelemahan dan kekurangannya saja.

Kesalahan tersebut sering terjadi apabila peresensi masih kurang berpengalaman atau terlalu emosional. Harus diperhatikan bahwa sikap ilmiah anda terhadap terhadap sebuah karya akan mencerminkan pula siapa sesungguhnya diri anda. Oleh sebab itu, berhati-hatilah dalam melakukan resensi terhadap sebuah karya. Tetapi bukan berarti bahwa dengan kehati-hatian tersebut anda lalu boleh melalaikan kualitas akademik dari sebuah karya.

Jadi, dimensi obyektifitas itu harus menjadi pertimbangan utama dalam sebuah karya resensi. Tatkala anda meresensi mohon dipertimbangkan hal-hal berikut ini: tingkat keahlian atau tingkat kepakaran penulis atau pengarangnya, pengalaman dan cakrawala pandang penulisnya, analisis di dalam penyajian materinya, analisis keteknisan penyajiannya, analisis kebahasaannya, ketajaman dan kekuatan topik serta pembahasannya, kekuatan ekspresinya dan kekuatan intelektualnya.

Tujuan utamanya adalah agar pembaca tertarik untuk membaca secara langsung buku yang sedang diresensi tersebut. Maka, tidak benar kalau sebuah resensi akhirnya justru mematikan minat pembaca untuk menjangkau bukunya secara langsung.

Dengan perkataan lain, sesungguhnya peresensi itu adalah jembatan yang akan menghubungkan sosok penulis atau pengarangnya dengan para pembacanya. Dengan melakukan resensi, seorang peresensi pun dapat menyampaikan masukan pembenahan kepada penulisnya sekaligus kepada penerbitnya, khususnya untuk perbaikan pada edisi-edisi berikutnya.

Pertimbangan 

Di atas sudah disebutkan bahwa dalam meresensi, orang tidak boleh hanya menyampaikan kekurangan dari buku yang diresensinya. Sebaliknya, lebih dari semua itu, harus menunjukkan dimensi-dimensi positif dari buku yang diresensi tersebut. Diharapkan bahwa dengan membaca resensi tersebut para pembaca akan dapat menentukan secara tepat, apakah harus membaca buku tersebut lebih lanjut, atau justru menolak untuk mebaca dan memilikinya.

Secara khusus perlu ditegaskan bahwa pertimbangan-pertimbangan  yang harus dibuat oleh peresensi itu dapat mencakup keinginan pengarangnya, kepentingan pembacanya, dan materi atau esensi dari karya yang sedang diresensi tersebut. Tentu saja ketika menulis buku atau membuat karya tulis, keinginan dari si pengarang atau si penghasil karya tersebut tidak selalu dapat tertuang secara jelas di dalam karyanya itu. Dimensi-dimensi yang menyangkut idealisme, filosofi, paradigma, tidak selalu jelas kelihatan di dalam karya tersebut.

Terkait dengan semua itu, seorang peresensi harus mampu menggalinya secara tepat, menafsirkan serta menginterpretasinya secara benar, sehingga akhirnya dapat dibuat analisis yang komprehensif dari sosok penghasil karya tersebut. Kepentingan pembaca juga menjadi perhatian penting bagi seorang peresensi.

Melalui resensi yang dibuat secara baik, obyektif, tajam, dan mendalam, pembaca alkan terbantu dalam membuat keputusan yang tepat berkaitan dengan karya itu. Pembaca akan mampu menentukan secara tepat apakah harus memiliki buku tersebut sesegera mungkin, atau mungkin malahan harus menundanya, atau bahkan sama sekali tidak perlu memilikinya karena pertimbangan-pertimbangan tertentu yang dibuatnya setelah membaca resensi tersebut.

Jadi jelas, kepentingan pembaca maupun kepentingan penulis atau penghasil karya akan dapat terakomodasi oleh kepiawaian dan ketepatan resensi yang dibuat oleh peresensi tersebut. Hal terakhir yang harus disampaikan oleh peresensi adalah pertimbangan mengenai esensi materi dari buku atau karya yang sedang diresensi tersebut secara obyektif, konkret, jelas, dan intelek.

Prinsip Resensi

Beberapa hal berikut ini harus dipertimbangkan dan diperhatikan dalam membuat resensi:
  • Bahasa yang digunakan harus jelas, tegas, tajam, akurat.
  • Pilihan kata yang digunakan harus baik, tepat, tidak konotatif.
  • Format dan isi resensi harus disesuaikan dengan kompetensi, minat, dan motivasi pembaca.
  • Obyektif, seimbang, dan proporsional dalam menyampaikan timbangan terhadap buku atau hasil karya.
Unsur-unsur Resensi

Berikut ini disajikan beberapa unsur yang harus dijadikan pertimbangan dalam resensi:
  • Estetika perwajahan karya yang sedang diresensi.
  • Latar belakang penulisan dan pengalaman penulis.
  • Tema dan judul dikaitkan dengan minat pembacanya.
  • Penyajian dan sistematika karya yang sedang diresensi.
  • Deskripsi teknis buku atau karya yang sedang diresensi.
  • Jenis buku atau karya yang sedang diresensi.
  • Keunggulan buku atau karya yang sedang diresensi.
  • Kelemahan buku atau karya yang sedang diresensi.
Demikianlah ulasan sederhana tentang pengertian resensi, cara meresensi serta manfaat resensi, semoga bisa bermanfaat bagi anda. Selamat menikmati dan mencermati atau meresensi buku, karya penulisan atau karya-karya yang lain.

'Salam kreatif penuh cinta'

***
Solo, Sabtu, 12 Mei 2018
Suko Waspodo
ilustrasi: pandaibesi.com

Polri Pasti Tidak Melanggar HAM


Tim Pengacara Muslim Achmad Michdan di Medical Emergency Rescue Committee, jalan Kramat Lontar, Jakpus  meminta kepada kepolisian untuk tidak melanggar HAM kepada para pelaku dalam Tragedi Kericuhan di Mako Brimob Depok Jawa Barat, Kamis, 10 Mei 2018.

Inilah, contoh pengacara yang tidak punya otak. Bagaimana dia bisa berbicara dengan mencurigai polisi akan melanggar HAM. Apakah tindakan para napi teroris perusuh yang membunuh dengan sadis 5 orang polisi itu bukan justru pelanggaran HAM yang berat?

Masalah HAM apa yang dicemaskan oleh pengacara koplak semacam Achmad Michdan ini? Polisi sesuai dengan tugasnya sudah pasti harus menegakkan HAM, apalagi di era pemerintahan saat ini. Seandainya pemerintah, dalam hal ini kepolisian, tidak mengedepankan HAM pasti dalam peristiwa ini tidak akan sampai terjadi korban 5 polisi meninggal dengan tragis dan hanya 1 orang teroris yang meninggal.

Mungkin yang akan jatuh banyak korban di pihak para napi teroris perusuh. Logikanya, mereka di markas kepolisian dan pasti dengan mudah bisa dihabisi oleh para polisi yang pasti bersenjata sangat lengkap. Tetapi inilah faktanya, justru dengan pertimbangan HAM, polisi tidak mengambil langkah kejam asal bunuh, walau pun sebenarnya sah-sah saja jika kepolisian mengambil langkah keras.

Setelah kerusuhan bisa dihentikan pun polisi mengambil langkah yang sangat manusiawi, dengan memindahkan napi teroris ke penjara pulau Nusakambangan. Pemindahan pun dilakukan secara diam-diam agar tidak menimbulkan kegaduhan.

Tak bisa dibayangkan seandainya mereka tidak segera dipindahkan, ada kemungkinan mereka bisa diamuk oleh massa rakyat yang tidak rela atas korban yang menimpa 5 polisi tersebut dan pelecehan yang dialami oleh lembaga kepolisian.

Ada kemungkinan juga para napi teroris ini akan dihabisi oleh para alumni 212 yang jumlahnya puluhan juta karena merasa telah dilecehkan. Mungkin nggak ya? Siapa tahu alumni 212 merasa dilecehkan keimanannya?

Yang pasti kepolisian sudah mengambil langkah yang tepat, dan pasti tidak ada unsur pelanggaran HAM. Justru hingga saat ini dipertanyakan mengapa tidak ada suara atau tindakan dari KOMNASHAM terhadap nasib yang dialami oleh 5 korban mati sadis di pihak kepolisian.

Mengapa yang bersuara justru Achmad Michdan? Pengacara atau "Penggiat HAM" semacam dia ini sudah saatnya diletakkan paling depan di tengah Operasi Militer Kontra Terorisme oleh POLRI atau TNI biar otaknya bisa normal dan melihat kenyataaaan yang sedang terjadi. Seenak jidatnya dia menuduh kemungkinan POLRI akan melanggar HAM, dan dilain pihak menutup mata terhadap pelanggaran HAM sadis yang dilakukan oleh para napi teroris perusuh.

Kita yakin bahwa POLRI dan TNI, di era sekarang, justru terdepan menegakkan HAM. Kasus pelanggaran HAM oleh para teroris yang justru harus kita tuntut. Keadilan harus ditegakkan, rakyat sepenuhnya mendukung dan bersama POLRI serta TNI membasmi terorisme.

Salam keadilan penuh cinta.

***
Solo, Jumat, 11 Mei 2018
Suko Waspodo
ilustrasi: RakyatMerdeka 

Kamu dalam Kenangan

















kuingat kamu di kelam lalu era
memang gagah dan mantu penguasa
namun kamu tak layak untuk dipuja

kamu menguasai pasukan
senantiasa dikuasi kebengisan
tetapi pengecut melakukan penculikan
pergerakan mahasiswa penentang tiran

rakyat berhasil menggusur mertuamu
semakin terkuak busuk borokmu
kamu dipecat dari sesat karirmu
melarikan diri menjadi pilihanmu

dua ribu empat belas
kamu mencoba mengulang culas
ikut pemilu nan berkelas
kamu kalah penuh ngenas

kini kamu mencoba meraih lagi ambisimu
tetap dengan cara tak punya malu
menebar nyinyir dan fitnah selalu
dengan barisan begundal kebanggaanmu

kami tak lagi mudah kamu kelabui
janji manismu hanya ilusi
tak akan terganti pemimpin kami
sungguh dia negarawan sejati
paling mengerti kebutuhan negeri ini
kami bela seutuh jiwa raga sepenuh hati

kamu bukan dia
kamu bukan apa-apa
meski kamu busungkan dada
tak mungkin terpenuhi nafsumu jumawa
dan berakhir dengan kenangan sia-sia

ini memang hanya puisi
namun pasti bukan fiksi

***
Solo, Senin, 7 Mei 2018. 9:10 am
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
kompasiana
pepnews
ilustr: sas karikatur

Nuansa Rindu Kala Purnama



















senja temaram tenggelam berganti malam
kunanti purnama hadir hapuskan kelam
dalam kesendirian kucoba hitung bintang
namun paras ayumu selalu dalam bayang
semerbak harum mekar kemuning
wangi tubuhmu membuai hasrat bersanding
bulan merah saga menebar pesona
dalam lamunan kucumbu engkau juwita
nyanyian belalang terdengar menyayat
kangenku padamu serasa tercekat

rembulan penuh binarkan sunyi ratri
laksana engkau datang menghapus sepi
jernih kudengar tabuhan gambang
dendang hasrat terasa sumbang
kunang-kunang terbang menari gemulai
terkenang saat mesra engkau kubelai

berharap kutangkap cahaya kejora
dan kugenggam khayal molekmu adinda
semilir angin malam seakan sampaikan salam
dua hati berpadu mendekap rindu dendam
kutatap bulan tersaput mega berarak
tak ingin cinta kita ternoda nafsu kehendak

wulan kian kemilau di langit memukau
hasrat bergejolak dalam padu aku dan engkau
burung pungguk mengigau lirih perlahan
sadarkan kasih kita tak cukup dalam puisi pujian

***
Solo, Rabu, 2 Mei 2018. 8:23 pm
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
kompasiana
pepnews
ilustr: fineartamerica 

Brambang Asem










daun ubi rambat rebus
setengah matang
hijau menggoda
bercampur kental
sambal gula jawa
pedas menggairahkan

tak lupa ditemani
tempe gembus bacem
manis sederhana

perpaduan serasi rasa
makanan rakyat jelata
namun lezat dan sehat

sajian nikmat murah
menggugah selera
sekali mencoba
pasti  ketagihan
sensasinya

***
Solo, Rabu, 29 Juli 2015. 3:23 pm
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
kompasiana
pepnews
ilustr: klikhotel