Welcome...Selamat Datang...

Jumat, 18 Juli 2014

Prabowo dan TV One ‘Memang Beda’

Prabowo Subianto dan TV One mempunyai perilaku yang sama dalam pilpres kali ini. Sama-sama bersemboyan dan berprinsip ‘Memang Beda’.

Semenjak Prabowo resmi mencapreskan diri berpasangan dengan Hatta Rajasa dan Partai Golkar, khususnya Abu Rizal Bakrie, resmi juga masuk dalam koalisi pendukung Prabowo-Hatta, maka TV One yang merupakan  stasiun televisi milik Abu Rizal Bakrie sangat gencar memberitakan aktifitas Prabowo. Mulai sebelum resmi masa kampanye dan semakin massive saat kampanye bahkan hingga saat usai pilpres seperti saat ini.

Sesuai dengan semboyannya ‘Memang Beda’, pemberitaan tentang Prabowo dan koalisinya selalu positif dan nyaris tanpa bad news. Sementara media lain sering memberitakan tentang kampanye hitam yang menimpa Jokowi, yang sangat mungkin dilakukan oleh pihak Prabowo dan koalisinya,TV One nyaris tidak pernah memberitakannya. Namun apabila ada sedikit perilaku yang kadang nyeleneh dari Jokowi dalam keseharian maupun dalam kampanye serta acara debat, meskipun itu bukan suatu hal yang buruk dan merugikan orang lain, pemberitaan dan pembahasannya oleh TV One selalu gencar dan menjelekkan Jokowi. TV One ‘Memang Beda’ karena mengabaikan kejujuran.

Saat penayangan hasil Quick Count pun, sejak tengah hari Rabu, 9 Juli 2014 hingga saat ini, TV One memang beda. Hampir semua stasiun televisi memberitakan dan menayangkan hasil Quick Count yang menunjukkan kemenangan pada Joko Widodo-Jusuf Kalla tetapi TV One menayangkan hasil  Quick Count yang memenangkan Prabowo-Hatta.  Hasil Quick Count yang menunjukkan kemenangan pada Jokowi-JK ditunjukkan oleh 8 lembaga survei, yakni: Indikator Politik, Poltracking, Populi Center, Lingkaran Survei Indonesia, Litbang Kompas, Radio Republik Indonesia, Saiful Mujani Research and Consulting, dan Cyrus yang bekerja sama dengan Center for Strategic and International Studies. Sementara itu 4 lembaga survei, Puskaptis, Indonesia Research Center, Lembaga Survei Nasional, dan Jaringan Suara Indonesia  menyatakan hasil Quick Count-nya pada kemenangan Prabowo-Hatta. Padahal disinyalir 4 lembaga survei terakhir ini melakukan pembohongan pada hasil Quick-Count-nya.

Prabowo seperti TV One, juga ‘Memang Beda’. Sikap bedanya itu seolah terinspirasi dari kegemarannya memelihara kuda. Kuda di dalam penggunaannya sering dikenakan ‘kacamata kuda’ dan perilaku politik Prabowo juga seolah seperti kuda yang diberi kacamata. Tanpa peduli kanan-kiri tentang apapun.

Sejak berkecimpung dalam politik Prabowo seolah mengabaikan masa lalunya yang besar kemungkinan melakukan pelanggaran HAM, terutama menyangkut penculikan mahasiswa dan para aktifis pada tahun 1998. Dalam memilih koalisi partai pendukungnya dalam pilpres kali ini juga tak peduli dengan rekam jejaknya. Hampir semua pengurus partai koalisinya memiliki latar belakang yang buruk. Mulai dari kasus korupsi, manipulasi dan persoalan kemanusiaan lumpur Lapindo.  Sebagian ormas pendukungnya juga sering terlibat dalam kekerasan bernuansa SARA.

Prabowo nekat mendeklarasikan diri sebagai pemenang dalam pilpres kali ini meskipun hanya berdasar dari hasil Quick Count 4 lembaga survei yang diragukan kejujuran dan kredibilitasnya. Itulah sikap beda Prabowo yang membuat suasana tegang pada masyarakat dalam menunggu pengumuman hasil Real Count oleh KPU pada tanggal 22 JUli 2014 nanti. Prabowo ‘Memang Beda’, seperti mengenakan ‘kacamata kuda’.

Mari kita tunggu pengumuman resmi hasil pilpres oleh KPU sambil terus mengawal keamanan hasil penghitungan suaranya. Pemilu yang tertib dan jujur merupakan salah satu bentuk kemenangan rakyat dalam berdemokrasi.

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Jumat, 11 Juli 2014
Suko Waspodo

0 comments:

Posting Komentar