Welcome...Selamat Datang...

Selasa, 04 November 2014

Marquez, Menjelang MotoGP Malaysia 2014


Marquez Terusik Persaingan Runner Up

Gelar juara dunia MotoGP memang praktis sudah jatuh ke tangan Marc Marquez. Namun pembalap berjuluk Baby Alien ini merasa jika persaingan pembalap seperti Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo mengusik dirinya karena semakin agresif di atas lintasan.

Secara hitung-hitungan angka, jelas Marquez tak terelakkan merengkuh gelar juara dunia keduanya akhir musim nanti. Namun yang menjadi masalah adalah persaingan di lintasan yang menurutnya makin terasa panas.

Beberapa seri belakangan pun seolah menjadi bukti. Dalam dua balapan terakhir yakni di Jepang dan Australia, Marquez gagal menempati podium teratas. Hal tersebut jelas mengusik Marquez yang mana tengah mengincar rekor kemenangan milik pembalap legendaris, Mick Doohan dengan 12 kemenangan dalam semusim.

"Sepertinya sekarang banyak peningkatan, persaingan benar-benar tipis dan anda harus berada dalam kondisi 100 persen, ucap Marquez usai menjalani sesi latihan bebas GP Malaysia yang dilansir Crash, Jumat 24 Oktober 2014.

"Dalam situasi itu, ketika seseorang mencoba untuk menyalip Jorge Lorenzo, segera ia mencoba untuk menyalipnya kembali dan itu membuat balapan lebih ketat, lebih kompetitif, dan sekarang sepertinya gaya balapan pembalap jadi lebih agresif. Mungkin karena ban dan motor sehingga semuanya terjadi," sambungnya

"Di masa lalu, banyak pengendara seperti Mick Doohan yang juga agresif dan lihai mengerem untuk menyalip pengendara. Tetapi sekarang jadi lebih kompetitif dan untuk balapan memang jadi lebih baik. Sekarang aku merasa baik tapi ketika Jorge atau Dani Pedrosa lebih kuat dari saya, orang mencoba untuk menyalipnya," tandasnya.

Marquez Cemas dengan Cuaca Sepang

Selalu ada rintangan untuk jadi yang terbaik. Mungkin kata tersebut pas menggambarkan kondisi Marc Marquez. Sang juara dunia ini pusing soal cuaca Malaysia jelang GP akhir pekan ini yang mana mengancam misinya menggapai rekor Mick Doohan.

Pembalap dari tim Repsol Honda ini akan bertarung di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu, 26 Oktober 2014 nanti. Jika sesuai rencana, kemenangan akan menyandingkan namanya dengan Doohan di mana dirinya mampu mengoleksi 12 kemenangan dalam semusim.

Namun rencananya menyamai rekor Doohan yang sudah bertahan selama 17 tahun itu terancam rusak. Pasalnya, Marquez mengkhawatirkan cuaca di Malaysia yang tak bersahabat.

Dalam dua kali sesi latihan bebas, Jumat 24 Oktober 2014, pria asal Spanyol ini gagal menjadi yang tercepat. Tak ayal, kondisi tersebut kini semakin membuatnya cemas.

"Kami tahu di sini (Sepang) jika trek kering akan membuat kami cukup cepat dan ini membuat menarik balapan karena kami melihat peluang itu di bagian trek yang basah dan kering," kata Marquez seusai balapan.

"Ban juga sulit untuk dikelola. Kami mengharapkan balapan berlangsung kering tetapi jika itu basah akan menarik. Pada lap terakhir ban hampir habis. Yang penting adalah keamanan karena ban bisa terlalu panas seperti beberapa waktu lalu. Jika tetap kering, anda harus melaju tetapi anda perlu perhitungkan lap, meski demikian bisa tetap melaju juga dengan ban basah,'' jelas Marquez.

Iannone Korban Ambisi Marquez

Pembalap Pramac Ducati, Andrea Iannone menjadi korban ambisius Marc Marquez yang tengah mengejar rekor Mick Doohan. Dalam sesi latihan bebas kedua Grand Prix Malaysia, Jumat kemarin, Iannone ditabrak Marquez hingga menderita cedera lengan.

Marquez yang tengah mengejar rekor Doohan dengan meraih 12 kali kemenangan dalam semusim langsung serius menyiapkan diri. Namun ambisinya itu malah membuat Iannone terjatuh dalam sesi latihan bebas kedua.

Iannone mengalami kontak motor saat perebutan posisi lima besar. Saat itu, motor Marquez tak sengaja menyenggol bagian belakang motor Iannone. Akibatnya Iannone pun terjatuh di Sirkuit Sepang. Kendati bisa meneruskan perjuangannya dan mengisi posisi ke delapan diakhir balapan, Iannone menderita cedera lengan dengan bengkak di bagian siku.

"Mengenai kontak dengan Marquez, saya tidak tahu harus berkata apa, saya hanya merasa tersenggol. Marc, bagaimanapun, mengakui kesalahannya dan segera datang untuk meminta maaf. Trisep dan siku membengkak parah dan saya berharap untuk bisa kembali ke lintasan besok," tutur Iannone.

Marquez Diuntungkan Motor

Marc Marquez tampaknya menjadi incaran para pembalap MotoGP lainnya untuk disaingi. Tak terkecuali Scott Redding yang menilai juara dunia MotoGP dua kali itu terbantu dengan RCV123-nya.

Redding yang kini hinggap di tim GO & FUN Honda Gresini ini menilai jika dirinya sebenarnya memiliki kemampuan dan gaya balapan yang setipe. Hanya satu hal yang membedakan menurut pembalap kelas terbuka ini adalah tipe motor yang digunakan keduanya.

"Kami memiliki cukup gaya yang serupa. Satu-satunya hal yang berbeda adalah cara dia mengarahkan bagian belakang motor, tapi ini adalah apa yang Casey Stoner lakukan sebelumnya," kata Redding.

"Sulit dengan Honda kelas terbuka karena anda tidak bisa mendapatkan perasaan yang sama, kami memiliki ban yang berbeda, rem dan suspensi. Tapi saya selalu berusaha untuk belajar di MotoGP untuk mencoba dan mendapatkan lebih banyak perasaan dengan sepeda," sambungnya

Marquez Ubah Budaya MotoGP

Siapa yang kenal Marc Marquez tiga tahun silam? Hampir tak ada yang mengenal pria berusia 21 tahun itu yang kini menjadi juara dunia MotoGP dua kali berturut-turut. Kehebatan sang Baby Alien itupun disebut membawa budaya baru dalam persaingan para pembalap di kelas tertinggi balap motor itu.

Hal tersebut diutarakan pembalap dari tim GO & FUN Honda Gresini, Scott Redding. Sebagai sesama pembalap muda, Redding kagum dengan prestasi yang ditorehkan mantan rekannya itu saat bersaing di kelas Moto2 beberapa tahun silam.

Marquez yang langsung menyabet gelar juara di dua musim pertamanya disebut merubah budaya baru bagi pembalap MotoGP lainnya. Perubahan tersebut adalah membuat para joki MotoGP semakin bersemangat ingin jadi yang terhebat demi menyaingi pembalap tim Repsol Honda itu.

"Ada sedikit persaingan yang lebih saya kira. Saya tidak tahu mengapa, saya pikir orang ingin lebih hebat sekarang karena dia (Marquez) orang baru yang tiba-tiba datang dan mengalahkan semua orang," puji Redding yang disampaikan melalui Crash Jumat 24 Oktober.

"Orang-orang sekarang berjuang untuk mendapat poin yang mereka bisa dapatkan sekarang ketimbang mempertahankan posisi untuk kejuaraan," sambungnya.

Demikian beberapa catatan yang terhimpun dari Crash tentang Marc Marquez menjelang MotoGP Malaysia, Minggu, 26 Oktober 2014. Selamat menyambut aksi balapnya di Sepang.

Salam olahraga penuh cinta.

***
Solo, Sabtu 25 Oktober 2014
Suko Waspodo
Sumber Berita dan Ilustrasi: www.crash.net

0 comments:

Posting Komentar