Welcome...Selamat Datang...

Senin, 23 September 2019

Kita Diperingatkan


Pasir waktu telah membuat ketakutan. Langit biru di atas tidak lagi terlihat jernih. Bintang-bintang terang dari mana mereka datang sekarang meredup, dikaburkan oleh kabut polusi.

Jelas sekali air kita berkilau, ikan melimpah, sungai mengalir, dan lantai samudra berpasir putih, sekarang dikotori oleh coklat polusi.

Pohon-pohon menjulang tinggi di atas, rindang memamerkan cinta yang dianut. Kicauan burung dari sarang yang tidak terlihat, kini hilang terkurung oleh kumpulan polusi.

Siapa pun tidak bisa menyalahkan polusi itu sendiri, seperti yang telah sering mereka katakan bahwa kita akan menuai apa yang telah kita tabur. Maka mari kita menanam benih yang lebih baik, robek akar lama dan singkirkan gulma.

Lindungi apa yang telah diberikan secara cuma-cuma, air, tanah, udara, langit, satwa liar, dan pepohonan kita. Apabila mereka tak ada lagi, apalagi yang bisa kita perbuat? Pikirkanlah lagi sebelum kita sungguh mengalami, saat datangnya peristiwa mengerikan itu.


***
Solo, Selasa, 18 Desember 2018. 2:13 pm
'salam damai penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
kompasiana
pepnews
ilustr: pixels

0 comments:

Posting Komentar