Welcome...Selamat Datang...

Kamis, 19 September 2019

Sebuah Mazmur Kehidupan


Jangan katakan padaku hal-hal yang menyedihkan. Hidup, namun hanyalah mimpi kosong. Karena jiwa mati tertidur. Dan banyak hal tidak seperti yang terlihat.

Hidup itu nyata. Hidup sungguh-sungguh. Dan kematian bukan tujuannya.
Dari debu kembali ke kebu. Tidak dibicarakan sebagai jiwa.

Bukan kenikmatan, dan bukan kesedihan. Apakah tujuan akhir atau jalan kita yang ditakdirkan.Tetapi untuk bertindak, bahwa setiap hari esok. Temukanlah yang jauh lebih baik daripada hari ini.

Seni hidup itu panjang, dan waktu cepat berlalu. Dan hati kita, meskipun kuat dan berani.Tetap saja, terkadang seperti tertahan, berdetak. Perarakan pemakaman ke kuburan.

Di medan pertempuran yang luas di dunia. Di kemah kehidupan. Jangan seperti hewan ternak yang bodoh. Jadilah pahlawan dalam perselisihan.

Jangan percaya masa depan, meskipun menyenangkan. Biarkan yang mati mengubur yang mati. Berbuat dan berbuatlah di kehidupan kini. Di dalam hati, dan dalam nama Tuhan.

Kehidupan orang-orang hebat semuanya mengingatkan kita. Kita dapat membuat hidup kita bermakna. Dan beranjak, meninggalkan jauh di belakang kita. Jejak kaki di pasir waktu.

Jejak kaki, yang mungkin berbeda. Mengarungi kehidupan. Saudara kita yang sedih dan terdampar. Melihat dan akan mengambil hati kembali.

Kemudian, mari kita bangun dan lakukan. Sepenuh hati untuk apa pun yang akan terjadi. Senantiasa meraih dan selalu mengejar. Belajar untuk bekerja dan senantiasa bersabar.


***
Solo, Rabu, 12 Desember 2018. 6:31 am
'salam damai penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
kompasiana
pepnews

0 comments:

Posting Komentar