aku melihat bunga api terbang di matanya
saat matanya melelehkan mataku
tangannya di tanganku
denyut nadi kami, jatuh seperti cabikan bass
hati kami, menabrak seperti pukulan drum
bayangan kita menari di sorot lampu mobil
engkau bernyanyi bersama dengan setiap lagu
aku jatuh dalam kegelapan
di bawah pohon pinus tua itu
gadisku, caramu bergerak
membuat kuingin memelukmu erat-erat
dan mencintaimu sayang sepanjang malam
nonstop
asakan tubuhmu berdenyut melawan tubuhku
sepanjang malam
mengolah tubuhmu sampai matahari terbit
karena gadisku, engkau milikku
gelombang zamrud menerjang
di mata hijaumu
kristal kecil, tetesan hujan jatuh
tatkala rambutmu mengering
kita melawan api di dalam
sampai terasa sungguh
aku membaringkan engkau
mematikan lampu
dan suara speaker-nya tinggi
aku membiarkan uap mengendap
sedikit
sebelum aku membuat panas naik
engkau biarkan tanganku menjelajahi tubuhmu
perlahan
sementara aku meledakkan pikiranmu
aku mengangkat tempo
dengan lembut
menyaksikan kesenanganmu meningkat
engkau lilitkan kakimu di kakiku
sementara aku memelukmu erat
kita mengatur napas bersama
diam-diam
menatap langit
jantung kita berdetak kencang
mengikuti irama nyanyian jangkrik
karena gadisku, engkau milikku
gelombang zamrud menerjang
di mata hijaumu
kristal kecil, tetesan hujan jatuh
tatkala rambutmu mengering
mengambil nafas
dadamu menempel di dadaku
mengambil kepolosanmu
saat engkau mencuri hatiku malam itu
***
Solo, Kamis, 11 Juni 2020. 7:43 pm
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
painting by Ava Sharifian
0 comments:
Posting Komentar