Welcome...Selamat Datang...

Senin, 23 September 2013

Megawati Sebaiknya Menjadi Ibu Rakyat

Perkembangan Rakernas PDI-P tampaknya masih ada kegamangan untuk mencapreskan Jokowi . Masih terasa keinginan Megawati atau Puan Maharani untuk mencapreskan diri. Yang berarti mereka masih akan mempertahankan politik dinasti. Kalau hal ini terjadi berarti sungguh memalukan bagi PDI-P sebagai partai yang menyandang nama ‘demokrasi’.

Mempertahankan politik dinasti berarti PDI-P memang bukan partai yang demokratis.  Sesuai namanya, berarti demokrasi  mereka baru dalam taraf perjuangan belum menjadi  landasan mereka yang sesungguhnya. Kalau keinginan Megawati atau Puan untuk menjadi presiden dalam rangka menjaga cita-cita Soekarno dan mempertahankan marhaenisme toh tidak harus duduk sebagai presiden. Lebih baik Megawati memposisikan diri sebagai sesepuh untuk menjaga kemurnian ajaran Bung Karno yang berarti bahwa peran keluarga Soekarno masih tetap dibutuhkan.

Megawati sebaiknya memposisikan diri sebagai ‘Ibu rakyat’ negeri ini. Tidak harus memaksakan diri sebagai presiden. Sebagai Ibu tempat mengadu rakyat kecil dalam permasalahan mereka manakala mereka tertindas. Dengan  menjadi ‘ibu rakyat’ sejati berarti Megawati tetap menjadi pejuang marhaenisme dan penerus ajaran Bung Karno. Menjadikan PDI-P semakin besar dan semakin nyata sebagai partai yang demokratis serta berpihak kepada rakyat kecil dalam situasi apapun.

Demikianlah tulisan ini hanya sekedar ungkapan kecintaan saya kepada PDI-P jika masih benar-benar berpihak kepada rakyat kecil. Semoga negeri ini menjadi semakin baik dan demokratis. Merdeka !

Salam damai penuh cinta.
***
Solo, Minggu, 8 September 2013
Suko Waspodo


0 comments:

Posting Komentar