Welcome...Selamat Datang...

Minggu, 22 September 2013

Say No to ‘Konsumtif’


Arian, setelah terkagum-kagum pada sebuah iklan smartphone , segera mengambil uang tabungannya untuk membeli smartphone canggih itu. Saat itu orangtuanya memakluminya. Kemudian ada iklan lain lagi, kali ini tentang laptop yang powerful yang mampu untuk memainkan PC game terberat sekali pun. Tanpa berpikir panjang Arian menguras habis tabungannya untuk mendapatkan lappy terdahsyat itu. Lalu ada iklan lagi tentang resto baru yang menawarkan hidangan-hidangan eksklusif, langsung saja Arian ditodong teman-temannya untuk mentraktir mereka. Mulailah Arian mengorek-ngorek uang orangtuanya. Karena keseringan meminta dan boros, orangtua Arian menyetop ‘dana’ untuk Arian. Namun karena gencar dan menawannya iklan-iklan itu Arian tak tahan lagi, akhirnya tanpa pikir panjang ia mulai berani mencuri uang orangtuanya. Padahal ekonomi keluarga tidak begitu kuat. Arian yang mulanya cowok yang baik itu disihir oleh iklan menjadi cowok konsumtif.

Dari peristiwa Arian, kita berkenalan dengan apa yang disebut perilaku konsumtif, yang artinya semua keinginan harus dipenuhi selengkap-lengkapnya. Sedangkan keinginan-keinginan baru terus diciptakan oleh kekuatan-kekuatan gemerlap dunia ini. Lalu kapan dapat terpenuhinya keinginan itu? Tak akan pernah! Meski sampai kamar Arian itu penuh dengan barang-barang mahal, ia akan terus haus dan lapar akan barang-barang mewah itu. Cari yang lain lagi, never ending. Ini salah satu keganasan perilaku konsumtif.

Cerdaslah membeda-bedakan

Perilaku konsumtif ini bisa dihentikan. Kuncinya hanya pada kamu sendiri. Dalam menghadapi kecondongan konsumtif ini kamu mesti memiliki sikap membeda-bedakan. Kritis dalam menentukan pilihan.

Arti membeda-bedakan itu adalah bisa memilah-milah mana yang perlu dan mana yang tidak perlu. Ini memang tidak mudah. Kamu harus peka luar biasa. Misalnya: kamu harus membeli buku ilmiah populer yang perlu untuk pelajaran sekolah atau komik yang asyik banget untuk refreshing? Tentu saja lebih perlu buku ilmiah populer, dan kamu harus memilikinya. Lalu bagaimana dengan komik? Komik kan bisa meminjam di perpustakaan atau persewaan yang ada di mana-mana. Pasti tidak mungkin di persewaan-persewaan buku itu disewakan buku biologi, fisika, marematika, sosiologi dan sebagainya. Dengan menentukan pilihanmu seperti demikian, kebutuhanmu akan buku yang berbeda macamnya bisa terpenuhi. Dan kamu jadi terlatih untuk mendahulukan serta memilih apa yang lebih penting.

Dengan demikian kamu juga terlatih untuk tidak mengkonsumsi begitu saja apa-apa yang ditawar-tawarkan. Perusahaan manakah yang tidak ingin barangnya laku? Mereka sah-sah saja menampilkan iklan yang menarik dan menggelitik selera konsumen, tetapi kamu jangan jadi korban tawaran-tawaran tanpa henti itu.

Akhirnya, bertindak bijaksana lah dalam memilih. Selamat menjalani kehidupan yang cerdas dalam mendahulukan kebutuhan daripada sekedar keinginan. Say No to ‘Konsumtif’.

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Rabu, 31 Juli 2013
Suko Waspodo

0 comments:

Posting Komentar