Welcome...Selamat Datang...

Minggu, 22 September 2013

Kecenderungan untuk ‘Nyentrik’

Dalam setiap masyarakat ada tata nilai yang dipegang bersama, ada adat istiadat yang diterima bersama dan ada cara serta gaya hidup yang diikuti bersama. Pada suatu saat dalam masyarakat semacam itu, tidak jarang muncul seorang tokoh atau sekelompok orang yang berani menawarkan nilai-nilai hidup baru, menyajikan adat yang belum lazim dan cara serta gaya hidup yang belum biasa. Tokoh atau kelompok orang itu dapat merupakan tokoh atau kelompok yang kreatif dan memajukan masyarakat. Tetapi dapat juga merupakan tokoh atau kelompok aneh, penyeleweng, yang mengacaukan kehidupan bersama.

Tokoh atau Kelompok Kreatif

Berkat jasa tokoh atau kelompok kreatif, tidak sedikit terjadi pembaharuan yang memajukan kehidupan masyarakat. Mula-mula tata nilai, adat istiadat, cara serta gaya hidup yang baru itu oleh masyarakat masih dianggap aneh, asing dan menggelitik untuk menolak serta membuangnya.Tetapi setelah melalui proses, biasanya cukup lama, diterima umum dan dianggap biasa. Kunci dari gejala ini terdapat dalam dinamika kehidupan masyarakat sendiri. Tanpa cukup sadar barangkali, masyarakat telah menjadi jenuh dan bosan terhadap hal-hal yang ada pada mereka. Dalam hati mereka terpendam keinginan untuk mendapatkan hal-hal yang baru. Ketika akhirnya hal-hal yang baru itu datang, mula-mula mereka menerimanya dengan sedikit malu-malu, tetapi lama-kelamaan mereka dapat menerima dengan baik. Demikian masyarakat bergerak maju, dan mengalami perubahan dalam berbagai bidang, dari mode pakaian sampai hal pandangan hidup.

Tokoh atau kelompok kreatif mengubah pandangan hidup masyarakat. Oleh mereka, masyarakat diajak untuk meninjau kembali sistem nilai yang selama ini dipegang dan didorong untuk menyempurnakannya dengan membuang yang sudah basi dan mengisinya dengan yang baru dan segar.

Tokoh atau Kelompok Penyeleweng

Kebalikan dari tokoh atau kelompok kreatif adalah tokoh atau kelompok penyeleweng. Mereka juga menyajikan hal-hal yang belum biasa. Tetapi motifnya tidak jelas. Rasanya mereka itu berbuat lain hanya karena ingin lain, demi kelainan belaka. Selanjutnya oleh ulah mereka masyarakat tidak dibuat lebih maju, melainkan menjadi bingung, bahkan kacau. Mereka ini orang-orang yang menjadi korban kecenderungan untuk asal lain atau nyentrik.

Orang yang nyentrik, entah perseorangan atau kelompok, tampil melawan segala patokan yang ada dalam masyarakat. Dalam pikiran mereka, segala patokan itu hanya mengurangi kebebasan dan menyesakkan hidup mereka. Karena tidak tahan hidup dalam garis yang ditentukan oleh patokan yang ada itu, mereka menyeleweng dari yang biasa. Jeleknya mereka itu menolak patokan yang umum dan membuat patokan sendiri. Karena hidup menurut patokan mereka sendiri, mereka tampil sebagai manusia-manusia yang tidak umum. Dan rupanya mereka juga suka melihat orang-orang lain terkesiap oleh keanehan yang mereka sajikan.

Orang-orang yang nyentrik adalah manusia yang tidak toleran. Mereka menolak patokan masyarakat. Tetapi mereka sendiri memaksa-maksa masyarakat untuk menerima patokan yang mereka jadikan prinsip hidup mereka. Kecenderungan untuk nyentrik bisa menghinggapi siapa saja. Tetapi akan membawa bahaya yang serius, kalau kecenderungan itu menjangkiti tokoh-tokoh masyarakat. Karena terdorong oleh rasa ingin lain itu, mereka mudah saja memaksakan pendirian mereka kepada masyarakat. Mereka lalu tampil sebagai tokoh-tokoh yang otoriter, diktator dan berpandangan kaku.

Bagaimana menyikapinya?

Kita semua mesti dengan jujur mengakui bahwa tidak semua yang ada dalam masyarakat sudah baik, sempurna dan tidak perlu diubah serta diperbaiki. Dalam masyarakat ada ketidakberesan, kecurangan, ketidakadilan. Tetapi membuang segala patokan hidup yang ada dalam masyarakat tidak akan membantu kemajuannya. Karena segala patokan itu biasanya, merupakan hasil pemikiran dan pengalaman hidup selama bertahun-tahun. Maka seharusnya kita menerima patokan itu lebih dahulu. Kalau merasa perlu menggantinya dengan patokan yang berbeda, kita perlu mempunyai motif dan tujuan yang jelas. Cara ini tidak jarang menjadi awal dari kemajuan dalam masyarakat. Tetapi membuang patokan asal membuang serta menggantinya dengan patokan yang lain, hanya karena mau lain tanpa motif dan tujuan yang jelas, malah merusak kehidupan bersama dalam masyarakat. Pemikiran seputar inilah yang dapat membantu mereka yang cenderung mau asal lain, mengubah sikap dan meluruskan arah hidup mereka.

Dengan demikian orang-orang yang nyentrik mengarahkan kekuatan mereka untuk berpendirian, berprinsip dan berbuat lain demi kemajuan masyarakat mereka. Kita semua bebas untuk mengatur hidup kita. Kita bebas mengejar cita-cita hidup yang kita anggap hebat. Kita bebas untuk melakukan segala sesuatu yang perlu untuk mencapai cita-cita itu. Tetapi untuk itu, kita tidak bebas untuk membuang segala sistem nilai, adat istiadat dan cara serta gaya hidup masyarakat di mana kita menjadi anggota, hanya karena kita tidak suka, tidak cocok atau tidak sesuai dengan kita. Sebab sikap ini mendekati sikap untuk menjadikan diri sendiri sebagai norma hidup. Hal yang tidak benar.

Orang-orang yang mempunyai kecenderungan untuk nyentrik diberi bakat kreatif dan keberanian untuk hidup menurut keyakinan mereka. Hal yang sangat berharga. Tinggal mereka memanfaatkan bakat dan keberanian itu untuk berperan dalam masyarakat. Dengan demikian, mereka bukan lagi dijuluki manusia asal lain dan nyentrik, tetapi manusia kreatif, pembaharu masyarakat.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan kita dalam menyikapi berbagai perilaku orang-orang di sekitar kita, sehingga tercipta interaksi yang positif, kreatif dan dinamis.

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Selasa, 30 Juli 2013
Suko Waspodo

0 comments:

Posting Komentar