Welcome...Selamat Datang...

Minggu, 22 September 2013

Rakyat Tak Butuh Empedu














bukan lautan hanya kolam susu
kail dan jala cukup menghidupimu
tiada badai tiada topan kau temui
ikan dan udang menghampiri dirimu
orang bilang tanah kita tanah surga
tongkat kayu dan batu jadi tanaman

mendengar dan menyanyikan kembali lagu itu
ingatan seakan terbawa ke masa lalu
masa saat lagu itu diciptakan dan kita suka
masa dimana oleh si penulis lagu
negeri ini dibayangkan begitu indah dan kaya raya
negeri yang membuat rakyatnya makmur sejahtera
rakyatnya tidak pernah mengalami kesulitan hidup
karena semuanya telah disediakan oleh negeri ini

namun ternyata itu hanya ada dalam lagu
rakyat kecil  tidak pernah menikmati susu
melainkan hanya empedu
inilah nyata yang  dialami rakyat
begitu lama negeri  ini dikuasai tirani laknat
rakyat tak mendapat kemajuan yang berarti
hanya merasa lepas dari penjajajahan bangsa asing
tetapi kemudian dijajah oleh bangsanya sendiri
rakyat tidak pernah merasakan kebahagiaan nyata

sesungguhnya negeri  ini memang kaya
namun tak pernah bisa dinikmati oleh rakyatnya
keserakahan dan ketamakan semakin merajalela
kaum durjana berlomba untuk mencari kuasa
demi semakin menumpuk harta

reformasi hanya terasa menjadi kemerdekaan sesaat
kemudian rakyat  tetap kembali tersumbat
perbaikan nasibnya hanya muncul dalam wacana
hanya ada dalam pidato para pejabat
saat diangkat jadi penguasa
hidup rakyat kecil semakin hari semakin berat
mana mungkin menikmati kolam susu
bahkan untuk meneguk setetes susu pun serasa mimpi

inikah negeri yang harus rakyat banggakan
negeri yang dicengkeram angkara murka penguasanya
martabat rakyat jelata tercabik
dan kebutuhan hidup semakin mencekik

kapan terjadi perbaikan nasib untuk rakyat kecil ini
mereka hanya bisa bertanya bertanya dan bertanya
dalam pedih rakyat jelata hanya bisa merintih
mengungkapkan jalinan kata meski terbata-bata
rakyat berhak untuk menikmati susu dan bahkan madu
mereka tak butuh empedu

***
Solo, Rabu, 7 Agustus 2013, 14:07
'salam damai penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko

0 comments:

Posting Komentar