Welcome...Selamat Datang...

Minggu, 22 September 2013

Memahami Keresahan dan Kesepian Orangtua


Apa yang ingin saya sampaikan sesungguhnya hanya ini: bersikap wajarlah terhadap orangtuamu. Bersikaplah terhadap mereka paling tidak seperti terhadap temen-teman sekolahmu. Coba kamu ingat betapa canggung kamu rasakan, jika berada di antara orang-orang yang tidak kamu kenal. Kurang lebih demikianlah perasaan orang dewasa terhadap remaja. Mereka telah membesarkan kamu beberapa tahun lamanya, dan tiba-tiba kamu menjadi seorang yang asing bagi mereka. Mendadak dirasakan bahwa kamu jauh dari mereka; mereka seakan-akan tidak mengenal kamu lagi. Dan mereka tidak tahu harus berbuat apa.

Saya mempunyai beberapa dugaan umum tentang orang-orang yang saya jumpai. Saya rasa kamu dapat menerapkannya pada orangtuamu juga, karena mereka sama seperti orang-orang lain pada umumnya. Saya menduga, sebagian besar orang takut dan merasa kurang aman. Maka saya berusaha bertindak sedemikian rupa, sehingga mereka tidak perlu merasa takut atau cemas.

Itulah sebabnya, mengapa hal ini saya sampaikan kepada kamu yang masih remaja. Kamu membaca dan berfikir lebih banyak daripada orangtuamu. Dan mungkin juga kamu lebih mampu menggunakan gagasan-gagasan baru dibandingkan orangtuamu.

Perubahan apa yang akan terjadi dalam hubungan kamu dengan orangtuamu, bila kamu perhatikan dugaan di atas? Perubahan apa yang akan timbul, bila kamu bersikap manis dan siap membantu, waktu kamu lihat mereka sedang sibuk atau menghadapi masalah? Apa akibatnya, jika kamu membiasakan diri mengucapkan terimakasih kepada mereka? Atau jika kamu belikan ibumu hadiah mungil kesukaannya untuk memperlihatkan rasa terimakasihmu? Ia mungkin tidak mengucapkan sepatah kata pun (di Asia kebanyakan orangtua tertutup sifatnya). Tetapi percayalah, ia merasa sangat bahagia.

Resapkanlah petikan kata-kata bijak berikut ini: “Janganlah aku ingin dicinta sebanyak aku berusaha mencinta.” Kedengarannya sentimental, bukan? Sebenarnya tidak, cinta sejati sama sekali tidak sentimental, -kamu segera akan mengerti, jika kamu mempraktekkannya di rumah. Sulit memang untuk menjalin hubungan yang akrab, terbuka dan baik dengan orangtuamu, tetapi hubungan seperti ini dapat sangat mengubah hidupmu menjadi cerah dan hangat. Hanya sedikit orang yang akan menjadi lebih akrab dengan kamu secara emosional daripada orangtuamu, - itulah sebabnya mengapa begitu sulit mengabaikan mereka. Jika hubungan dengan orang serumah sedang kacau, semua bidang kehidupan lain dipengaruhi. Tetapi jika di rumah semuanya berjalan lancar, hidup akan menjadi jauh lebih menyenangkan.

Beginilah tulisan sederhana saya, hanya sekadar berbagi pengalaman sebagai ungkapan kepedulian saya kepada kaum muda dan kaum remaja pada umumnya. Selamat menjalin relasi dan berkomunikasi lebih baik dengan orangtuamu.

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Rabu, 24 Juli 2013
Suko Waspodo
antologi puisi suko
ilustr: perspectivesoftroy.com

0 comments:

Posting Komentar