Welcome...Selamat Datang...

Minggu, 22 September 2013

Surga dan Neraka


[ Cermin / Fiksi Ramadhan ]

Seorang saleh diperkenankan oleh Tuhan untuk memperoleh pengetahuan lebih dahulu tentang dunia yang akan datang. Dalam pintu gerbang surgawi, dia didorong masuk ke dalam satu ruangan yang luas dimana dia melihat semua orang duduk pada meja perjamuan. Meja itu penuh dengan hidangan yang lezat tetapi tidak sepotong pun makanan yang terjamah. Orang itu sangat heran melihat orang-orang yang duduk pada meja tersebut sebab mereka sungguh kurus karena lapar dan tetap mengeluh minta makan meskipun makanan ada di depan mereka.

Orang itu bertanya kepada penuntun surgawi, “Jika mereka lapar, mengapa mereka tidak mengambil bagian dari perjamuan yang tersedia di depan mereka?” Penuntun itu berkata, “Mereka sendiri tidak dapat memberi makan kepada dirinya sendiri. Jika engkau perhatikan, tangan setiap orang diikat lurus, sehingga bagaimanapun usahanya, dia tidak dapat memasukkan makanan ke dalam mulutnya.” “Sungguh, ini neraka”, kata orang saleh itu ketika mereka meninggalkan ruangan itu.

Penuntun itu menghantar dia ke seberang ruangan besar ke dalam sebuah ruangan lain. Orang saleh itu mengamati bahwa meja perjamuan penuh dengan makanan pilihan yang lezat. Dia memperhatikan bahwa mereka yang duduk di meja perjamuan itu diberi makan cukup, senang dan berbahagia. Dia sangat tertegun melihat bahwa mereka juga terikat tangannya lurus. Dalam kebingungannya, dia berpaling kepada penuntun surgawi itu dan bertanya, “Bagaimana mungkin mereka itu diberi makan cukup, padahal mereka tidak mampu memberi makan dirinya sendiri?”

Penuntun itu berkata, “Lihat.” Orang saleh itu memperhatikan dan melihat bahwa mereka saling memberi makan. Dia berseru, “Sungguh, ini memang surga!” “Sungguh, ini surga!”, penuntun menyambung. “Seperti engkau lihat, perbedaan antara neraka dan surga terletak dalam hal bekerjasama dan melayani satu sama lain.”

Salam damai penuh cinta.
***
Solo, Kamis, 8 Agustus 2013
Suko Waspodo
antologi puisi suko
Ilustrasi: kumpulanmisteri

 

0 comments:

Posting Komentar