Welcome...Selamat Datang...

Kamis, 15 Oktober 2020

Akhir yang Sedih













aku berjalan sendirian

di jalan yang terjal berbatu

aku tak pernah tahu ke mana akan mengarah

kadang-kadang aku bertanya-tanya 

"Apakah itu karena perbuatanku?"


kemudian datang angin sepoi-sepoi yang manis

bagiku, seluruh duniaku serasa akan membeku

kemudian sebentar aku berpikir

bahwa jalan yang aku pilih 

adalah yang terbaik yang aku dapatkan


angin sepoi-sepoi menghilangkan semua rasa sakitku

seolah-olah tandus setelah bertahun-tahun hujan

ini sepertinya menuntunku ke padang rumput

di mana di bawah sinar matahari 

hanya memberi aku bayangan


perasaan itu begitu dahsyat

tetapi itu datang pada tingkat tertentu

aku merasa seperti berada di puncak dunia

"Turunlah ke lembah" seseorang memanggil


itu adalah mimpi yang indah yang kumiliki

panas sudah mengambilnya pada diriku

dan itu tidak pernah membuatku senang


selanjutnya datanglah badai

yang menghancurkan impianku

itu menghancurkan semua normaku

dan semuanya mengalir ke bawah


aku tidak punya tempat untuk bersembunyi

seakan aku sedang tenggelam dalam air pasang

perlahan-lahan tubuhku lemah menyerah

jiwaku meninggalkan tubuhku

tak berdaya selamanya

mulutku pun rapat terkatup


***

Solo, Sabtu, 22 Juni 2019. 2:28 pm

'salam damai penuh cinta'

Suko Waspodo

antologi puisi suko

ilustr: Chris Lessware


0 comments:

Posting Komentar