Welcome...Selamat Datang...

Senin, 10 Mei 2021

Kepribadian [7] Makna dan Berbagai Jenis Ciri-Ciri Kepribadian

 

Perilaku seseorang terhadap orang lain, sikap, karakteristik, pola pikir menjadikan kepribadiannya. Pengembangan kepribadian didefinisikan sebagai proses meningkatkan kepribadian seseorang. Sesi pengembangan kepribadian memandu seseorang tentang bagaimana ia dapat mengembangkan kepribadiannya.

Ciri-Ciri Kepribadian

Secara luas ada lima parameter yang menggambarkan kepribadian seseorang. Lima dimensi ini juga disebut sebagai "lima besar" faktor, dan model ini disebut sebagai Lima Faktor Model.

Lima Faktor Model awalnya diusulkan oleh Costa & McCrae pada tahun 1992 dan sering menggambarkan hubungan antara kepribadian individu dan berbagai perilaku.

Berikut ini adalah lima ciri kepribadian seseorang:

1. Keterbukaan terhadap Pengalaman

Individu dengan keterbukaan terhadap pengalaman umumnya sangat aktif, memiliki kecenderungan yang luar biasa terhadap kreativitas dan estetika dan mendengarkan hati mereka, yaitu mengikuti perasaan batin mereka. Individu semacam itu umumnya terbuka untuk pembelajaran baru, keterampilan, dan pengalaman. Orang-orang yang mendapat skor tinggi pada keterbukaan cukup berwawasan luas dan modern dalam pandangan mereka dibandingkan dengan individu yang mendapat skor rendah pada parameter yang sama. Individu seperti itu konservatif, enggan terhadap perubahan dan memiliki pendekatan tradisional dalam kehidupan.

2. Hati Nurani

Seperti namanya, individu dengan sifat kepribadian Conscientiousness mendengarkan hati nurani mereka dan bertindak sesuai dengannya. Orang-orang seperti itu sangat berhati-hati dan disiplin diri. Mereka tidak pernah melakukan tugas dengan tergesa-gesa tetapi berpikir dua kali sebelum bertindak. Orang dengan sifat kepribadian ini umumnya metodis dan cenderung menjadi perfeksionis dalam jangka panjang. Orang-orang yang mendapat skor tinggi dalam kesadaran adalah proaktif, berorientasi pada tujuan, dan disiplin diri. Mereka berusaha keras untuk mencapai sasaran dan sasaran dalam kerangka waktu yang ditentukan. Individu yang mendapat skor lebih sedikit santai dan tidak banyak berorientasi pada tujuan.

3. Extraversion dan Introversion

Carl Jung mempopulerkan kedua istilah - "Extraversion" dan "Introversion".

a.  Extraversion: Extraversion mengacu pada keadaan di mana individu lebih peduli terhadap apa yang terjadi di luar. Orang-orang seperti itu suka berinteraksi dengan orang-orang di sekitar dan umumnya banyak bicara. Mereka tidak suka menghabiskan waktu sendirian tetapi suka menjadi pusat atraksi pesta dan pertemuan sosial. Orang-orang seperti itu suka pergi keluar, berpesta, bertemu orang-orang dan sering bosan ketika mereka sendirian. Mereka mengagumi perusahaan orang lain dan benci tinggal sendirian.

b. Introversi: Introversi, di sisi lain mengacu pada keadaan ketika seorang individu hanya peduli dengan hidupnya sendiri dan tidak ada yang lain. Orang-orang semacam itu tidak peduli dengan orang lain dan jarang tertarik pada apa yang terjadi di sekitarnya. Mereka lebih suka tinggal di rumah daripada pergi keluar dan menghabiskan waktu bersama teman-teman. Orang-orang semacam itu kurang berbicara dan menikmati kebersamaan mereka. Anda tidak akan pernah menemukan mereka di rapat, klub, pesta atau kumpul-kumpul sosial. Mereka umumnya tidak memiliki banyak teman dan cenderung mengandalkan sedikit teman yang dipercaya.

4. Agreeableness

Agreeableness adalah sifat kepribadian yang mengajarkan individu untuk menyesuaikan diri di hampir semua situasi. Orang-orang semacam itu tidak tidur dan menghadapi perubahan dengan senyum. Mereka mengakomodasi diri mereka untuk semua situasi dan ramah dan baik hati. Orang-orang yang mendapat skor tinggi dalam kesesuaian siap membantu orang lain dan memancarkan senyum seharga triliun dolar setiap kali ada masalah. Individu yang mendapat skor rendah pada kesesuaian di sisi lain menemukan kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan orang lain dan sedikit tidak ramah.

5. Neurotisisme

Neuroticism adalah sifat di mana individu rentan terhadap pikiran negatif seperti kecemasan, kemarahan, iri hati, rasa bersalah, dan sebagainya. Orang-orang seperti itu sering dalam keadaan depresi dan tidak menikmati kehidupan. Mereka selalu melihat sisi negatif kehidupan dan merasa sangat sulit untuk mengatasi stres.

***
Solo, Sabtu, Sabtu, 15 Februari 2020. 2:27 pm
'salam sukses penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
ilustr: Verywell Mind

0 comments:

Posting Komentar