Welcome...Selamat Datang...

Senin, 06 Juli 2020

Malammu, Siangku


Jarak adalah udara di sekitarku yang kosong darimu. Hatimu, sangat jauh dari hatiku, meskipun aku bisa mendengar musiknya. Sabar, adalah keyakinan bahwa waktu tanpamu dapat tertanggung. Detik perlahan-lahan mengorek sepanjang garis yang kugambar untuk bangun. Tidak ada yang sesuai dengan rasa sakit ini.

Membuka mata ke pagi hari, tanpa tawamu. Menutupnya adalah mubazir, itu tidak mengizinkanku kembali, untuk mengunjungi kembali mimpi yang telah kutinggalkan untukmu. Mata bukannya enggan menyambut matahari terbit, sementara engkau masih menari, berkedip, dalam hadiah membawa tidur. Aku ingin tahu apakah engkau mencari aku.

Tangan yang tidak sabar ingin menarikmu sebelum tidur. Mencapai melintasi perbatasan ini dengan sia-sia, pikiran gelisah menggodaku, karena berpikir tentang memelukmu, menciummu, di sini. sekarang. Beranikah aku melembutkan puncak putih pegunungan yang memisahkan kita? Aku tidak boleh, berpikir saksi mata sabarku akan menunggumu di sisi lain sayangku; bergabung denganku, segera, aku menunggu dengan penuh hasrat.

***
Solo, Jumat, 19 April 2019. 6:46 am
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
antologi puisi suko
ilustr: Chris Carter

0 comments:

Posting Komentar