Welcome...Selamat Datang...

Jumat, 20 September 2013

Menuliskan Gagasan Kita


Sebagian besar dari kita enggan untuk menggerakkan ballpoin atau mengetikkannya dalam komputer, “membahasakan” apa yang timbul dalam benak kita. Padahal ini merupakan langkah awal untuk menjadi lebih kreatif.

Untuk memupuk kreativitas, kita perlu membiasakan diri menuliskan apa saja yang kita pikirkan. Mengapa demikian? Karena menuliskan gagasan-gagasan itu mengurangi beban pada daya ingat kita, yang terperas untuk merangkai satu hal dengan hal yang lain. Padahal proses merangkaikan itu penting dalam kreativitas. Jika terlalu mengandalkan pada daya ingat, seringkali satu kilasan pikiran yang sebenarnya penting bisa mendadak hilang. Kalau “klik” dalam pemecahan suatu masalah itu lenyap sama sekali, maka biasanya juga susah untuk dilacak kembali.

Tulisan-tulisan kita di media alat tulis apa pun, walau masih berupa poin-poin atau coret-coret yang tidak teratur, seakan mempunyai kehidupan sendiri. Dengan mengikuti gerak bersama antara denyutan pikiran kita dengan kata-kata atau kalimat yang dituliskan, kadang-kadang timbul “kaitan kreatif” dengan sendirinya. Hal-hal yang semula tidak teratur, atau melompat ke sana kemari, tiba-tiba mencerminkan satu kemungkinan bentuk, atau sistem, atau satu kaitan yang sebelumnya tidak terpikirkan. Silahkan mencoba dengan masalah-masalah yang sederhana. Kadangkala kita mengatakan pusing karena ada persoalan, tetapi setelah kita duduk dan mencoba menuliskan arus dalam benak kita, ternyata duduk persoalannya menjadi lebih, atau malahan mungkin persoalan yang menghantui itu ternyata tidak seberat yang kita bayangkan.

Gunakanlah kertas dan ballpoint atau sarana media tulis dengan komputer yang anda miliki sebagai sahabat dalam berpikir. Tuliskan apa saja yang terpikir. Kadang-kadang masih serba liar dan penuh spekulasi, namun sebenarnya kita sudah mulai bekerja untuk mencipta atau berkreasi. Kertas dan media tulis adalah benda-benda yang mengarahkan dan membentuk disiplin kita.

Jangan sampai kita dihambat oleh pandangan bahwa bahasa tulis adalah suatu bahasa tersendiri seperti bahasa surat resmi sehingga kita mengabaikan kemudahan yang diberikan oleh penulisan itu dalam menuangkan pikiran atau gagasan kita. Misalnya, dalam mengambil keputusan, mulai dari yang penting sampai yang bersifat sehari-hari, menuliskan poin-poin pertimbangan kita akan sangat membantu prosesnya. Ketika penulisan itu, sering mengalir keluar aspek-aspek pemikiran yang tadinya terpendam.

Selamat menjadi lebih kreatif dengan membiasakan menuliskan gagasan kita.

Salam damai penuh cinta.

Sumber bacaan: The Act of Creation by Arthur Koestler
***
Solo, Rabu, 26 Juni 2013.
Suko Waspodo

0 comments:

Posting Komentar